Falsafah PSHT

Manusia dapat dihancurkan, Manusia dapat dimatikan,
tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu
masih Setia kepada dirinya sendiri atau ber-SH pada dirinya sendiri

Selasa, 23 Februari 2016

Sembilan Wasiat Kangmas Madji untuk Warga SH Terate


Ada 9 (sembilan) wasiat dari almarhum Kang Mas KRH. H. Tarmadji Boedi Harsono, SE, yang beliau sampaikan semasa beliau masih hidup, yang ditujukan kepada warga SH Terate.

Wasiat ke Satu: Warga SH Terate harus berbudi pekerti luhur dan berperilaku jujur. Kembangkan SH Terate dengan cinta kasih ke mana dan di mana pun saudara berada, ibaratnya berangkat dari Madiun, kembangkan SH Terate hingga ke ujung dunia. Setinggi-tinggi langit kau junjung, sedalam dalam bumi kaupijak, SH Terate harus menyertai langkahmu.

Wasiat ke Dua : Ciptakan dan perkokoh jalinan cinta kasih kepada siapa pun tanpa pandang bulu. Sebab cinta kasih itu adalah hak manusia hidup, tidak memandang suku bangsa, adat istiadat, ras dan agama.

Wasiat ke Tiga : Lestarikan Pencak Silat ala SH Terate secara murni dan konsekwen. Pesilat SH Terate identik seorang pendekar. Berjiwa kesatria dan suka membela kaum yang lemah.

Wasiat ke Empat : Jangan mangro tingal (bersikap mendua). Sebab jika saudara mangro tingal, itu sama artinya saudara cidra janji (mengingkari janji). Baik janji pada diri sendiri maupun janji setia pada SH Terate.

Wasiat ke Lima : Jangan mencari penghidupan di SH Terate, tapi hidupi SH Terate sesuai dengan kemampuan dan kuasa yang ada pada dirimu.

Wasiat ke Enam : Hiduplah dengan penuh kesederhanaan dan jangan sombong. Karena hanya Allah, Tuhan Yang Maha Esa yang berhak sombong.

Wasiat ke Tujuh : Ojo seneng gawe susah ing liyan, apa alane gawe seneng ing liyan (Jangan suka menyengsarakan orang lain, apa susahnya membahagiakan orang lain.

Wasiat ke Delapan : Sak apik apike wong yen aweh pitulungan kanthi dhedhemitan (Sebaik baiknya orang jika memberi pertolongan tanpa pamrih).

Wasiat ke Sembilan : Jayalah SH Terate sampai kapan pun juga

Sumber: Lawupos (dikutip dari Buku Sejarah SH Terate & Persaudaraan Sejati/Penyunting: Andi Casiyem Sudin)

Kamis, 18 Februari 2016

HITAM SAKRAL PADA SETIAP SERAGAM SH TERATE

Pada hakikatnya, hitam yang ada di setiap baju kadang SH TERATE tidak terlepas dari gelapnya dunia tempat di mana setiap manusia berpijak dan berhenti hanya untuk mampir ngombe. Jika masih saja seseorang yang tidak merasa sadar akan tempatnya di mana ia sedang berdiri sekarang, di mana sebenarnya bayangan semu dan fana selalu menghiasi bumi yang setiap saat akan antarkan kita ke dalam kubur yang gelap gulita. Hanya jika kita mampu mengenal arti jati diri yang kekal abadi, mengenal diri sendiri yang mampu memancarkan sedikit cahaya untuk menerangi hati nurani yang lumpuh karena kenistaan yang tiada henti.

saudara-saudaraku,
Betapa indah jika kita mampu sedikit menjelaskan arti kesabaran yang kekal, tidak mengharap apapun kecuali Ridho Allah swt. sesungguhnya jiwa TERATE sejati adalah jiwa-jiwa yang mampu mengendalikan hawa nafsu, mampu untuk melawan kemungkaran, dan mampu berpegang teguh pada prinsip kehidupan yang luhur.

Marilah kita bersama duduk bersila, kita singkirkan sedikit demi sedikit ego yang selalu mengedepankan kemungkaran. Cobalah untuk selalu membuang jauh-jauh sifat angkuh dan gemar menonjolkan "aku" nya masing-masing, bahwasanya SH TERATE tidak mengenal tua, muda, laki-laki, maupun perempuan. Semua sama di hadapan yang Kuasa, karena itulah SH TERATE selalu menjadi kebanggan kita semua, Insya Allah, Aamiiin.

Semoga Bermanfa'at,,,,

Salam Persaudaraaan
PSHT Rayon Pandansari
Ranting Kintap Cabang Tanah Laut

Rabu, 10 Februari 2016

Warna Hitam

Hitam adalah warna khas yang dipakai organisasi PSHT dengan ikatan kain mori berwarna putih dan ikatan benang baju juga warna putih.
Sewaktu siswa juga mendapat keterangan tentang baju silat kenapa hitam, jawabannya sangat simpel.
Hitam adalah warna yang tidak mudah kotor kalau digunakan untuk latihan, apalagi zaman dulu Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang merupakan seorang pejuang, dalam memberi latihan pada malam hari agar tidak mudah terlihat oleh belanda, dll.

Sempat terfikir dalam hati, betulkah hanya karena ini?, atau ada alasan lain, kenapa perguruan yang lain ada merah, putih, hijau, kuning dan sebagainya, kenapa tidak memilih hitam.

Seiring berjalannya waktu timbul juga rasa penasaran kenapa "HITAM" ternyata leluhur kita tidak sembarang membuat warna dengan alasan yang simpel, namun di balik semua itu ada makna tersendiri.

Adapun Hitam mempunyai arti melambangkan Keanggunan, Kemakmuran dan Kecanggihan.

Hitam adalah warna yang independent dan misteri warna hitam sering dipakai di ruang anak remaja, dalam pemilihan warna busana, dalam Fashion hitam sering digunakan untuk menunjukkan kesan kurus dan langgeng. Hitam ternyata warna yang netral, karena warna apapun bisa disandingkan dengan warna hitam.

Filosofi warna hitam mengandung makna positif yaitu:
1. Mencerminkan keberanian
2. Pusat perhatian (terutama lawan jenis)
3. Ketenangan dan dominasi
4. Keteguhan, kekuatan dan keteguhan hati
5. Lebih menyukai yang alami dari pada yang palsu.

Jadi dengan warna hitam diharapkan kita mempunyai keberanian, ketenangan, keteguhan dan kekuatan dalam menghadapi musuh, dengan warna hitam akan membawa perbawa sendiri untuk menjadi pusat perhatian dengan sifat yang alami.

Selain itu, lubang baju kita yang berjumlah lima mengandung arti bahwa 5 dilambangkan dengan 5 dasar PSHT dan angka lima angka yang terletak di tengah tengah.

Makanya diikat dengan tali warna putih yang melambangkan kebersihan hati, dan tengahnya diikat dengan sabuk mori.

Bahwa warga PSHT siap mengamalkan dasar PSHT dengan ikatan yang suci disertai keberanian dan tidak takut mati yang diikat dengan kain mori.

Demikian pengertian singkat yang dapat saya sampaikan, karena untuk penjelasan yang lebih dalam tidak bisa saya sampaikan di sini.
Semoga Bermanfaat

"Salam Persaudaraan"

Kamis, 04 Februari 2016

BUNGA TERATE MEKAR

Setelah setengah mekar dan menjadi mekar maka kelopak bunga terate berguguran sehingga tinggal 8 kelopak bunga.

Dalam kemekaran bunga terate ini akan muncul sari dari bunga terate yang berbau harum indah dipandang mata...
 
Tapi adakah dari kita walau tahu indah dan harumnya bunga terate lantas timbul keinginan memetik bunganya..???
 
Walaupun keinginan itu ada, tapi susah pelaksanaanya sebab kalau kita ingin membawa bunga terate pasti dengan akar dan daunya serta diletakkan dalam kolam rumah kita, berbeda dengan bunga yang lain, cukup ambil bunganya saja, selesai.
 
Ini juga salah satu keistimewaan bunga terate.
 
Seperti yang saya tulis di atas bahwa kelopak bunga terate apabila sudah mekar dengan mekarnya maka tinggal 8 kelopak bunga dan sari bunganya yang berwarna kuning keemasan.
 
Adakah hubunganya dengan falsafah PSHT?.
Iya, ada.
Yaitu saya artikan menjadi:

8 UNSUR-UNSUR YANG TERKANDUNG DALAM PENCAK SILAT PSHT:
 
1. Kesehatan dan Olahraga
Pencak silat memiliki gerakan-gerakan yang dapat membuat anda menjadi lebih sehat. Selain itu pencak silat juga sebagai sarana olahraga dan pencapaian prestasi.
 
2. Membela Diri
Sebagai manusia kita wajib untuk membela diri dari tindak kejahatan. Apabila kita dalam keadaan terjepit dengan menguasai pencak silat ototmatis kita dapat melawan serangan orang jahat.
 
3. Nilai Seni
Pencak silat memiliki gerakan-gerakan yang sangat indah. Setiap gerakan pencak silat kalau anda perhatikan dengan benar pasti mempunyai nilai seni yang tinggi. Setiap gerakan pencak silat pasti ada nilai dan maknanya.
 
4. Kaidah
Tanpa memahami kaidah dalam pencak silat dengan sungguh-sungguh maka gerakan anda pasti akan terasa hampa tanpa bobot.
 
5. Nilai kehidupan
Dalam setiap gerakan pencak silat ada makna dan arti tentang kehidupan. Selain itu pencak silat juga mengajarkan bagaimana tata cara hidup antar sesama manusia dan menciptakan kedamaian. Selain itu pencak silat juga mengajarkan ilmu kerohanian agar batin dan jiwa kita menjadi tenang.
 
6. Filosofi
Banyak bahasan tentang filosofi pencak silat, kita dapat mengaitkan filosofi dalam setiap sikap dan tata gerak dalam pencak silat.
 
7. Unsur Irama (Musik)
Unsur inilah yang membedakan aspek seni dengan aspek yang lain dalam pencak silat. Apabila gerakan pencak silat diiringi degan musik yang khusus maka gerakannya menjadi sangat indah.
 
8. Unsur Gerakan
Dalam pencak ada beberapa gerakan seperti tangkisan, pukulan, kuda-kuda, maupun bantingan dan jurus. Kalau semua digabungkan maka akan menciptakan gerakan yang sangat dahsyat. Gerakan pencak silat merupakan gerakan yang dicontoh dari alam dan menyatu dengan alam.
 
Setelah mekar warga PSHT diharuskan mampu memberi warna kehidupan kepada alam sekitarnya "MAMAYU HAYUNING BAWONO, AMBRESTO DUR HANGKORO".
 
Sekali lagi tulisan ini hanya merupakan penambah pengetahuan/ wawasan kita tentang PSHT.
Semoga bermanfaat...
 
 
Salam Persaudaraan
PSHT Rayon Pandansari

Bunga Terate Setengah Mekar


Kelanjutan dari bunga yang kuncup adalah setengah mekar secara ringkas kita diberi ajaran tentang setengah mekar oleh pelatih kita.

Bahwa proses setengah mekar ini sangat singkat dan kenapa harus diikutkan juga, kok tidak langsung saja mekar (itu pemikiran saya waktu masih menjadi siswa) tapi dengan berjalannya waktu timbul suatu pemikirin kenapa dan mengapa
dari kuncup harus setengah mekar dulu baru sampai ke mekar.

Karena di setengah mekar inilah kita sebelum menjadi warga di PSHT digodok, diolah, di kawah candra dimoko penuh penderitan, kesenangan dan kesusahan yang akhirnya terhimpun menjadi sanak kadang atau saudara dalam satu wadah yaitu PSHT. Dari kuncup ke setengah mekar dan ke bunga mekar ini walau sebentar ternyata tidak mudah, terkadang bunga terate cuma mampu setengah mekar tidak sampai mekar rontok sebelum mekar. Begitu juga untuk menjadi warga PSHT tidak semudah apa yang kita bayangkan, banyak yang harus berhenti di tengah jalan...

Nah kita kembali lagi ke ajaran filosofinya.

Bunga terate tidak lepas dari daun dan akar, bunga, begitu juga air, udara dan tanah tetap terikutkan walau tidak harus dinampakkan.

Setelah kita mempunyai landasan keTUHANan yang kokoh, kita harus tahu nilai "budi pekerti yang luhur", belajar untuk lepas dari suatu keterikatan yang mengikat sebelum kita menentukannya, bagaikan air yang menetes di daun bunga terate.

Susunan dan kombinasi antara daun dan bunganya pun sangat serasi dengan lingkungan di mana terate tersebut hidup. Mengandung arti bahwa manusia diciptakan Tuhan dengan tujuan untuk melengkapi kehidupan.

Waktu mekarnya terate sangat singkat, mengingatkan kita bahwa Manusia hidup di dunia ini hanya sebentar. Walaupun sebentar, manusia diharapkan untuk menjadi Rahmat bagi semesta alam.

Terate merupakan bunga yang tak pernah "mati" saat kemarau melingkupi bumi, dia tetap hidup dalam umbinya, terpuruk dalam tanah kering kerontang. Tetapi begitu hujan datang, kuncup bunga akan segera mekar di tengah hijau dedaunan.

Konon Hyang Narayana, Wishnu, Lakshmi, Ganeshya, Brahma dan Saraswati selalu digambarkan duduk di atas bunga terate raksasa. Makna bunga ini sangatlah tinggi. Terate hanya dapat tumbuh di lumpur dan air, namun setelah bunganya mekar, maka sulit sekali bahkan untuk benda sebersih apapun untuk melekat di kelopak bunganya karena sangat berminyak.

Bunga terate sering digunakan sebagai simbol ketidakterikatan. Bagaikan daun bunga terate yang berada di atas air dan tidak dibasahi oleh air, begitu pula ia yang bekerja tanpa keterikatan dan menganggapnya sebagai persembahan, hidup tanpa noda dan tidak tercemari oleh dunia ini. Ia yang bijak melepaskan segala macam keterikatan dan bekerja dengan raga, pikiran, intelek serta panca inderanya, hanya untuk membersihkan dirinya.

Ia yang bijak tidak mengharapkan sesuatu dari pekerjaannya, demikian ia memperoleh ketenangan jiwa. Sebaliknya ia yang tidak bijak selalu mengharapkan hasil akhir dari apa yang ia lakukan, sehingga tetap saja terikat. Keterikatan membuat manusia takut menghadapi perubahan. Keterikatan membuat manusia ingin mempertahankan sesuatu yang pada dasarnya tidak abadi.

Keterikatan menimbulkan keinginan untuk memiliki dan mempertahankan sesuatu, keadaan maupun orang. Keinginan itu tidak selaras dengan alam. Alam tidak memiliki keinginan untuk mempertahankan sesuatu. Alam membiarkan terjadinya perubahan, bahkan malah memfasilitasinya, mendukungnya. Kita terikat dengan harta benda yang terkumpul selama hidup, maka kematian menjadi sulit. Sementara itu, alam tidak pernah sedih karena pergantian musim. Alam tidak pernah menolak perubahan yang terjadi setiap saat.

Sekali lagi saya mengupas hal ini bukan karena saya pandai tapi hanya sekedar berbagi pengetahuan.

SUGIH TANPO BONDO
SAKTI TANPO MONTRO
MENANG TANPO NGASORAKE

Semoga bermanfaat

Salam Persaudaraan
PSHT Rayon Pandansari

Bunga Terate Kuncup


Kebanyakan para saudara kita dalam membahas lambang terate terfokus pada bunga, kuncup, setengah mekar dan mekar.
 
Pernahkah kita terfikir dengan daunnya...???
Kenapa para pinisepuh kita mengikutkan daunnya, tidak bunganya saja yang diambil..???
 
Kalau kita mau mengamati sejenak melihat bunga terate, disitu ada 3 unsur yang tidak bisa lepas dari kehidupan, yaitu Udara, Air dan Tanah. Tanpa ketiga unsur tersebut tidak ada yang namanya kehidupan.
 
Daun bunga terate tidak sama dengan daun yang lainnya, di manakah letak ketidaksamaannya?

 
Bunga terate walau hidupnya di air tetapi daunnya tidak basah oleh air, betapa pun besarnya air mengalir, derasnya hujan yang turun tapi daun terate akan tetap kering, begitu juga kita sebagai warga PSHT, seberapa pun kerasnya kehidupan, sekuat apapun ujian kehidupan kita tetap tegar menunjukkan kwalitas sebagai warga (manusia) PSHT, tidak mudah larut dengan aneka ragam corak kehidupan.
 
Tapi....
Walau bagaimana pun kita sebagai warga PSHT membutuhkan juga ujian-ujian kehidupan untuk mengetahui baik buruknya kehidupan sehingga kita akan mengetahui benar dan salah.
 
Kuncup bunga terate yang berdiri tegak dengan ujung yang ke atas melambangkan bahwa sebagai warga PSHT landasan utamanya adalah ingat kepada yang di atas yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
 
Jadi landasan pokok warga PSHT adalah TUHAN bahkan masih siswa pun kita diajarkan pembukaan yang dasarnya harus ingat TUHAN dan dari mana kita berasal.

Para leluhur kita mempunyai pitutur luhur, nasehat yang mulia agar kita melakukan “Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe”. Agar semua energi kita terfokus pada pekerjaan dan tidak terfokus pada hasil sehingga energi untuk bekerja kurang maksimal. Pendekatan para leluhur lebih mendekati “Management by Process”. Dalam hal spiritual, dapat dimaknai agar kita tidak terikat pada tujuan keduniawian atau pamrih apa pun. Dasarnya adalah bekerja sebagai persembahan pada kehidupan semata.
 
Bagi yang mempercayai hukum sebab-akibat, ada perbedaan antara takdir dan karma. Takdir mengungkapkan ketidak-berdayaan, bahwa individu dikendalikan oleh alam semesta yang kekal. Sebaliknya karma merupakan sebuah konsep yang memberdayakan. “Apa yang dilakukan akan berbalik kepada pelakunya”, “Apa yang kau tabur, itu pula yang akan kau tuai.” Apa yang kita kirim kepada alam semesta akan kembali kepada kita.
 
Tindakan buruk akan kembali kepada kita dan kita harus lahir lagi untuk menerima akibatnya. Sebaliknya tindakan baik pun membuat kita harus lahir lagi untuk memperoleh akibatnya. Belajar dari daun dan bunga teratai yang tidak menerima kebaikan atau keburukan, leluhur kita menganjurkan kita untuk bertindak sepenuh hati tanpa pamrih. Hal tersebut akan melepaskan kita dari ikatan duniawi.
Jadi antara akar, daun dan bunga akan saling berhubungan dalam membentuk manusia PSHT yang seutuhnya...
Semoga bermanfaat


 
Salam Persaudaraan
PSHT Pandansari

MAKNA FILOSOFI BUNGA TERATE

Di Indonesia dikenal dengan bunga seroja, sedangkan di dunia dikenal dengan Sacred Water Lotus, Sacred Lotus, and Chinese Arrowroot, dan lain-lain.

Warnanya berwarna warni (Merah, putih, biru) bunga ini tumbuh dalam lumpur dan mekar di atas air. Namun secara keseluruhan fisiologis, tanaman air ini tak jauh berbeda.

Bunganya mempunyai aroma harum. Tumbuh luruh di permukaan air dengan daun yang melebar sejajar dengan air. Panjang tangkai tergantung dari kedalaman air, mulai dari 10 s/d 200 cm berbentuk bulat panjang. Diametar bunga tergantung dari jenis, mulai 10 cm s/d 20 cm. Benangsari yang berwarna kuning akan terlihat memenuhi bagian kelopak yang mempunyai warna beragam, mulai dari ungu, merah, dan putih.

Filosofi Bunga Terate:
Bunga Terate adalah bunga yang memerlukan lumpur dan air untuk tumbuh dan berkembang, akan tetapi ia tidak akan tenggelam ke dalamnya. Bunga ini hidup di atas air yang tenang dan kotor, di mana banyak serangga dan sumber penyakit hidup. Daunnya yang besar terapung di atas air dan seringkali dijadikan tempat loncatan katak.

Dengan kondisi sedemikian kotornya, orang akan menganggap bunga teratai sebagai bunga yang tidak berharga dan kotor, yang tidak pantas untuk diraih karena demikian kotornya tempat ia hidup. Akan tetapi, bertolak belakang dengan kenyataannya, bunga terate tetap tampil dengan keanggunan bunganya yang sangat menawan bagi yang melihatnya. Dia hidup penuh keindahan dan kebersihan tanpa dipengaruhi oleh lingkungannya yang kotor. Betapapun kotornya tempat dia hidup, tapi keindahannya tetap terjaga dengan baik bahkan menambah keindahan pula bagi lingkungan di sekitarnya.

Begitu juga kehidupan kita sebagai manusia. Manusia dilahirkan sebagai makhluk dengan keindahan dan kesempurnaan yang memerlukan keinginan atau hasrat untuk berkembang ke arah lebih maju, untuk mencapai sebuah tujuan. Tanpa keduanya perjalanan hidup manusia tidak akan pernah tercapai, tapi bukan lantas kita tenggelam di antara keduanya. Hasrat dan keinginan tetap kita jalani dengan kebaikan sehingga harta yang kita dapatkan bersumber dari kebaikan pula sehingga pada akhirnya akan memberikan suatu keindahan bagi lingkungan dan alam sekitarnya seperti bunga Terate.

Arti Terate sebagai Lambang Spiritual:
Terate Putih
Terate Putih melambangkan suatu kesucian kebersihan hati dalam menuju pencarian jati diri, juga melambangkan tubuh, pikiran dan jiwa, bersama dengan kesempurnaan spiritual dan perdamaian sifat seseorang. Sebuah bunga terate umumnya dilengkapi dengan delapan kelopak, yang sesuai dengan Delapan Jalan Hukum Baik.

Terate Biru
Terate biru melambangkan semangat kontrol atas salah satu indera material. Jadi simbol pengetahuan, kebijaksanaan dan kecerdasan.

Terate Merah
Terate merah melambangkan keadaan asli hati. simbol cinta, kasih sayang, keaktifannya, nafsu dan emosi lain yang terkait dengan hati. . Terate merah biasanya digambarkan dengan kelopak terbuka, yang mungkin untuk melambangkan keindahan dan keterbukaan hati yang memberi.
Terate merah muda adalah terate tertinggi, dalam agama tertentu

Terate Ungu
Terate ungu dikenal sebagai mistik terate, Terate ini seringkali digambarkan beberapa cara; itu mungkin mekar atau hanya sebuah kuncup. Hal ini dapat didukung oleh satu batang, sebuah batang tiga yang mekar.

Semoga Bermanfaat

BUNGA TERATE



Bunga terate yang selama ini ada pada lambang kita sebagian besar yang terbaca adalah bunga...
Padahal para pinisepuh kita juga ikut mencantumkan daun bunga terate, adakah makna daun terate...?
Saya yang bodoh memberanikan diri menjawab ada..
Walau uraian ini tidak lengkap setidaknya membantu sedikit wawasan kita. Daun bunga terate beda dengan daun yang lainya yaitu berbentuk bulat walau tidak bulat sepenuhnya, yang menandakan bahwa ikatan Persaudaraan kita tidak ada putusnya sebulat daun terate, selain itu kalau kita lebih jeli lagi ternyata bunga terate bisa hidup dengan 4 unsur alam yg mungkin kita lupa yaitu air, tanah, api dan udara.
Bunga terate tidak akan bisa hidup tanpa 4 unsur tersebut, jadi kenapa bunga terate, daun dan bunganya dijadikan simbol dalam lambang kita, saya akan mencoba menguraikan apa 4 unsur tersebut yang membuat bunga terate tetap hidup.

1. Air
Air merupakan unsur yang paling banyak mendominasi tubuh kita. Bahkan terdapat 70% unsur air yang membentuk tubuh kita.
Konsep air yang sering kita dengar adalah air selalu bergerak dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Begitu pula manusia yang selalu bergerak setiap detiknya. Bahkan ketika manusia tertidur pun, organ dalam manusia seperti jantung, masih aktif memompa untuk kelangsungan hidup manusia.
Konsep air yang kedua, air diam menghanyutkan. Banyak kita temukan manusia yang diam lebih hebat daripada orang yang banyak bicara. Itulah realita yang ada. Dan prinsip itu sesuai dengan istilah "tong kosong nyaring bunyinya", semakin banyak bicara orang itu semakin dangkal ilmunya. Diam bukan berarti berhenti berpikir, melainkan mencari solusi jitu untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Bunga terate hidupnya di air tidak peduli air itu kotor atau bersih bunga terate akan tetap hidup. Orang PSHT juga begitu, dengan sifat bunga terate bisa hidup dan memberi aroma kehidupan disekitarnya.

2. Tanah
Konsep yang dimiliki tanah adalah kesuburan. Setiap tanaman yang ditanam di tanah yang subur akan menghasilkan tanaman yang subur pula. Tapi jika ditanam di tanah yang tandus maka hasilnya adalah sebaliknya.
Manusia adalah ibarat cermin. Seberapa banyak dia menyerap energi positif maka sebanyak itu pula energi positif yang akan dia keluarkan. Begitu pula jika dia hidup di lingkungan yang rusak, maka tidak menutup kemungkinan dia akan rusak seperti lingkungannya. Dan kita juga harus tahu bahwa walaupun bunga terate hidup di air dia tetap membutuhkan tanahnya, yang menunjukkan bahwa kita sebagai orang PSHT jangan lupa dari mana berasal.

3. Api (panas)
Jika kita berbicara tentang api, yang tergambarkan dalam fikiran kita adalah panas, terbakar dan semua hal yang berhubungan dengan kerusakan.
Pada hakekatnya api tidak selalu berhubungan dengan hal yang jelek. Marilah kita perhatikan bagaimana api itu bisa membuat nasi kita matang, membantu kita dalam memasak air dan lain sebagainya. Asalkan api itu terkontrol dan mengacu pada hal yang tepat, maka yang akan dihasilkan adalah sesuatu yang positif.
Begitu pula dalam diri manusia. Ada 2 macam api yang terdapat dalam tubuh manusia: Api yang terkontrol dan yang membakar manusia itu sendiri. Contoh api yang terkontrol adalah semangan dan motivasi. Kedua hal ini muncul dari unsur api yang terkontrol yang ada di dalam diri manusia. Beda halnya dengan api yang kedua yang siap membakar manusia itu sendiri. Itulah api kemarahan yang akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Api disini saya lambangkan sifatnya yang panas yaitu bisa berupa sinar matahari, bahwa setiap makhluk membutuhkan sinar (panas) untuk kehidupanya.

4. Udara
Udara terkesan lawan dari Api. Bagaimana tidak? Api bisa menyala karena ada oksigen yang terus memompa api itu agar terus hidup. Tetapi jika oksigen itu habis dan yang tersisa adalah karbondioksia maka secara sekejap api itu akan langsung mati. Udara juuga dibutuhkan oleh kehidupan bunga terate.

Jadi 4 unsur tersebut ikut membantu kehidupan bunga terate, atau bisa dikatakan nafasnya orang PSHT.


Semoga bermanfaat
Salam Persaudaraan
PSHT Rayon Pandansari

Budi Pekerti


Budi pekerti terdiri dari dua kata yaitu Budi dan Pekerti, Budi yang berarti sadar atau yang menyadarkan atau alat kesadaran sedangkan pekerti berarti kelakuan.

Secara etimologi Jawa budi berarti nalar, pikiran atau watak. sedangkan pekerti berarti penggawean, watak, tabiat atau akhlak.

Dalam bahasa Sanskerta Budi berasal dari kata Budh, yaitu kata kerja yang berarti sadar, bangun, bangkit (kejiwaan). Budi adalah penyadar, pembangun, pembangkit. budi adalah ide-ide. Pekerti dari akar kata yang berarti bekerja, berkarya, berlaku, bertindak (keragaan). pekerti adalah tindakan- tindakan.

Pengertian Budi Pekerti dalam PSHT mengandung makna perilaku yang baik, bijaksana, serta manusiawi. Di dalam perkataan itu tercermin sifat, watak seseorang dalam perbuatan sehari-hari.

Budi pekerti sendiri mengandung pengertian yang positif, namun mungkin pelaksanaannya yang negatif. Penerapannya tergantung pada manusianya itu sendiri.

Budi pekerti didorong oleh kekuatan rohani manusia yakni pemikiran, rasa, dan karsa yang akhirnya muncul menjadi perilaku yang dapat terukur dan menjadi kenyataan dalam kehidupan.

sedangkan kekuatan Budi pekerti dalam PSHT terletak pada pemikiran, rasa dan karsa. Apabila warga PSHT sudah bisa memahami pemikiran, rasa dan karsa maka warga PSHT tersebut bisa dikatakan sebagai orang yang berbudi pekerti luhur tahu benar dan salah.
Wallahu A'lamu Bisshowwab

Semoga bermanfaat
Salam Persaudaraan

PSHT Rayon Pandansari

Suro Diro Joyo Ningrat

Kata-kata "Suro Diro Joyoningrat Lebur Dening Pangastuti" itu bersal dari Tembang Kinanthi Ronggo warsito:

Jagra angkara winangun
Sudira marjayeng westhi
Puwara kasub kawasa
Sastraning jero Wedha muni
Sura dira jayaningrat
Lebur dening pangastuti

Dari uraian kata perkataan "Suro Diro Joyoningrat Lebur Dening Pangastuti" dapat diartikan sebagai berikut. Sebelum mengulas arti kalimat secara utuh, mari kita kaji makna kata satu per satu:

Suro = Keberanian.
Bahwa dalam diri manusia sudah tersimpan benih-benih sifat keberanian, terkadang sifat ini bermakna positif dan negatif. Ketika sifat berani lepas dari kendali, maka seseorang bisa terpengaruh melakukan kejahatan, kesewenang-wenangan dan angkara murka.

Diro = Kekuatan.
Seiring dengan keberanian, ada pula kekuatan yang dianugerahkan Yang Maha Kuasa pada diri manusia, baik kekuatan lahir maupun kekuatan batin yang luar biasa. Sama halnya dengan keberanian, jika potensi kekuatan tidak terarah, maka akan lahirlah sikap angkara murka dan kedurjanaan.

Joyo = Kejayaan.
Kejayaan adalah hasil dari keberanian dan kekuatan, baik dalam arti positif dan negatif. Manakala manusia sudah mencapai puncak kejayaannya dan lepas dari kendali nurani yang terjadi adalah manusia tersebut menjadi sombong, congkak , angkuh atau jauh dari nilai-nilai moral atau pun agama.

Ningrat = Terpandang atau bergelimang dengan kenikmatan duniawi.
Ningrat disini bisa diartikan sebagai gelar kebangsawanan atau seorang pejabat yang serba kecukupan dan senantiasa hidup dalam gelimang harta.

Lebur = Hancur.
Bisa juga diartikan sebagai hancur, sirna, tunduk atau menyerah dan kalah.

Dening = Dengan. Kata sambung.

Pangastuti = Kasih Sayang.
Yaitu benih-benih kebaikan, baik dalam arti ibadah kepada kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ataupun berbuat baik kepada sesama manusia.

Suro diro joyoningrat lebur dening pangastuti (surodirojoyoningrat= angkara murka alias jahat, pangastuti= pamuji rahayu, menyembah kepada Tuhan YME) yang artinya segala bentuk kekuatan yang dengan keangkaramurkaan akan hancur dengan pamuji rahayu (kekuatan Tuhan/Allah).

Betapa kita sering mendengar tentang cerita dalam kehidupan sehari-hari, cerita sejarah, hikayat, dongeng maupun cerita komik (fiktif) bahwasannya segala bentuk kejahatan, keangkaramurkaan itu seringkali dan pasti akan akan kalah dan hancur oleh kebaikan (kekuatan Tuhan/Allah).

Tiada dipungkiri memang itulah janji Tuhan kepada semua umat manusia barang siapa yang berbuat kebajikan dan kebenaran akan selalu mendapat perlindungan-Nya (dengan keridhoan-Nya kita akan diberi keselamatan dan kekuatan untuk menghancurkan segala bentuk kejahatan). Dalam kitab suci semua agamapun menyebutkan demikian agar hendaknya kita tidak takut dalam menghadapi kejahatan, dan apabila kita mati dalam menghadapi kejahatan, Tuhan/Allah sudah menjajikan surga bagi kehidupan akhirat kita kelak (manusia dapat dimatikan, manusia dapat dihancurkan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama ia masih percaya/setia pada dirinya sendiri “lihat judul kiblat papat limo pancer”).

Sopo sing suci adoh sok0 bebaya pati artinya siapa yang suci (bersih dari kerusakan hati) akan dijauhkan dari bahaya kematian. Dengan kita membersihkan hati, menjauhi segala macam semua yang berakibat merusak hati, dalam perjalanan hidup kita menjadi tenang (sakinah), tentram (mawadah) dan kasih sayang (rokmah). Dengan kehidupan yang damai ini tentunya kita akan jauh dari kejahatan dan kejahatan itu sendiri akan enggan mendekati kita. Betapa tidak kita akan punya sifat yang sabar dan narima, sehingga segala macam cobaan yang mendera kita, akan kita terima dengan lapang dada dan merupakan ujian bagi kita untuk mengukur seberapa tinggi keimanan kita kepada Allah Swt.

Kita akan dijauhkan dari kematian yang diakibatkan oleh kematian yang bukan merupakan takdir dari Tuhan/Allah. Sejarah telah membuktikan betapa orang-orang yang suci selalu mendapat perlindungan dari Tuhan/Allah supaya mereka dapat menyebarkan kebaikan di dunia ini. Kejahatan tak dapat dapat membunuhnya, hanya takdirlah yang dapat mematikannya.

Dengan demikian, maka secara umum kalimat “Surodiro Joyoningrat, Lebur Dening Pangastuti" memiliki arti dan pengertian sebagai berikut:
"Semua bentuk angkara murka yang bertahta dalam diri manusia akan dapat dihilangkan dengan sifat sifat lemah lembut, kasih sayang dan kebaikan".
Semoga bermanfaat.

"Salam Persaudaraan"
PSHT Rayon Pandansari

Selasa, 26 Januari 2016

Sejarah Berdirinya Ikatan Pencak Silat NU PAGAR NUSA





Dilingkungan Pesantren NU, terdapat banyak aliran silat baik aliran silat jawa timur, jawa barat, jawa tengah, Banten, silat betawi, silat minang, silat Mandar, Silat Mataram dan lain-lain, oleh karena itulah untuk menyatukan semua aliran silat tersebut dibentuklah pagar nusa, sebagai wadah perkumpulan pencak silat yang masih dalam naungan NU. Wadah ini tetap membuka keragaman dan memberi keluasaan pada tiap-tiap perguruan untuk mengembangkan diri, artinya walaupun ada perbedaan namun tetap satu saudara.



Peran Besar Gus Maksum
Sebenarnya di kalangan NU banyak sekali Pendekar Silat, Kyai atau Ajeungan yang memiliki ilmu kanuragan, namun nama Gus Maksum tidak bisa dipisahkan dari sejarah Pencak Silat Pagar Nusa. Kecintaan silat dan rasa keprihatinan Gus Maksum bahwa banyak sekali aliran silat yang ada di lingkungan NU tapi belum punya wadah yang mengikat sehingga menjadi keluarga yang bersama sama mengembangkan serta mempertahankan tradisi silat yang turun temurun dari Wali songo mengalir ke tokoh tokoh pesantren

Hal inilah yang menginpirasi beliau mendirikan sebuah perguruan silat,ide pendirian silat ini rencananya diberi nama GASMI (Gabungan Aksi Silat Muslimin Indonesia) pada tahun 1965 walaupun belum resmi berdiri, beliau sudah mulai melakukan pelatihan silat. Pada waktu itu pelatihan diadakan di komplek pesantren Lirboyo Kediri, selain bertujuan mengembangkan budaya silat di pesantren juga salah satu counter atas LEKRA (lembaga kesenian rakyat) lembaga di bawah naungan partai komunis indonesia PKI. Sebab LEKRA adalah otak di balik aksi provokatif, sabotase, teror dan lain lain. Menghadapi aksi LEKRA ini, beliau mengatakan “Ada aksi ada Reaksi” artinya LEKRA beraksi GASMI bereaksi, Amar ma’ruf nahi mungkar selalu ditegakan.
Karena kesibukan beliau mengabdi pada umat, ngurusin santri dan perjuangan melawan aksi-aksi PKI baru setelah situasi mulai kondusif pada tanggal 14 januari 1970 GASMI secara resmi didirikan di kediaman beliau, dihadiri para pendekar se eks-karisidenan Kediri dan Ponorogo.
GASMI inilah yang menginspirasi Gus Maksum untuk menyatukan silat yang ada di NU. Dimulai dengan merangkul perguruan silat tradisional lokal seperti Jiwa Suci milik pesantren Al ma'ruf bandar lor kediri, PORTUGAL silat tradisional Blitar, Asta Dahana perguruan silat Kediri dan beberapa perguruan silat lokal lainnya.

Pertemuan awal para pendekar PAGAR NUSA

Akhirnya dengan usaha dan pendekatan yang intensif kepada para pendekar dan Kyai pimpinan pondok pesantren, tokoh silat dan tokoh masyarakat membuahkan hasil berupa kesepakatan untuk mengadakan pertemuan pertama pada tahun 1986 di Tebu Ireng Jombang Jawa Timur. Di hadiri ulama sepuh dan kaum pendekar. Di antara kyai sepuh itu adalah KH. Syansuri Badawi.
Pertemuan bersejarah ini dihadiri beberapa pendekar antara lain, Gus Maksum sendiri, KH. Abdurahman Ustman Jombang, KH.muhajir Kediri, H. Atoillah Surabaya, Drs. Lamro Ponorogo, Timbul Jaya SH pendekar Lumajang dan beberapa pendekar lainnya, tokoh-tokoh inilah yang berada di balik berdirinya pagar nusa.
Pertemuan pertama ini menghasilkan kesepakatan yang sangat penting yaitu :
  1. Adanya Fatwa Ulama KH.Syansuri Badawi bahwa,”Mempelajari Silat Hukumnya boleh dipelajari dengan tujuan perjuangan. 
  2. Di sepakati dibentuknya suatu ikatan bersama untuk mempersatukan berbagai aliran silat dibawah naungan NU.

Pertemuan Bersejarah ke 2 Pagar Nusa

Selanjutnya pada Tahun 1989 diadakan MUNAS Pagar Nusa yang ke1 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Zainul Hasan, Genggong, Kraksaan, Probolinggo. Di hadiri pendekar silat NU seluruh Nusantara, Munas itu mengangkat Langsung KH. M. Abdullah Maksum Jauhari sebagai Ketua Umum pertama Pagar Nusa, dan Prof. Dr. H. Suharbillah sebagai Ketua Harian dan H. Kuncoro ( H.Masyhur ) sebagai Sekretaris Jenderal

Sikap Jati diri Pagar Nusa

Jati diri Pagar Nusa sama dengan jati diri NU itu sendiri (baca posting Jati diri NU ) yaitu Persaudaraan antar Pagar Nusa Artinya Persaudaraan tanpa membedakan aliran dan perguruan silat,di Pagar Nusa makanya di kenal dengan istilah “Bhineka Tunggal Ika” biarpun berbeda tapi tetap satu juga” berbeda aliran tapi tetap dalam satu ikatan pagar nusa.
Pandangan Pagar Nusa pada aliran perguruan lain senatiasa menganggap saudara, sahabat, bahkan keluarga karena langsung atau tidak langsung semua aliran silat terutama di Nusantara masih punya pertalian ikatan yang sama, apalagi jika kita menapak tilas sejarah kerajaan di Nusantara kemudian ke Abad 14 adanya penyebar islam Wali songo yang banyak mengajarkan tuntunan hidup dengan jalan damai diantaranya melalui seni silat, jelas banyak pendekar di Nusantara adalah murid Wali Songo.
Kini saatnya Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa Menjadi wadah Ikatan Para Pendekar, Jawara, Pesilat dari berbagai aliran di bawah naungan NU. Aamiin.



VISI DAN MISI

Pagar Nusa ber-Aqidah ala Ahlussunnah wal Jama’ah dengan asas organisasi Pancasila. Pagar Nusa mengusahakan :
Berlakunya Ajaran Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah-tengah kehidupan negar kesatuan Repubil Indonesia yang ber-Pancasila.
Pelestarian, pembinaan, dan pengembangan pencak silat baik seni, beladiri, mental spiritual, maupun olahraga / kesehatan khususnya di lingkungan NU maupun di lingkungan warga bangsa lain pada umumnya.


ANGGOTA
Keanggotaan diatur dalam Peraturan Dasar dengan kriteria mudah yaitu warga Nahdlatul Ulama’ :
Mulai kanak-kanak sampai sesepuh (batasan usia)
Dari yang belum mengenal pencak silat sampai yang mahir (batasan kemampuan)
Sistem penjenjangan anggota dll, disesuaikan dengan kemampuan, usia, dan kebutuhan

MATERI PENCAK SILAT
Materi Pencak Silat Pagar Nusa Bakudi susun oleh tim yang terdiri dari dewan dan sumber lain dari berbagai aliran asli dari seluruh Indonesia seperti Cimande, Cikaret, Cikampek, Cikalong, Minang, Mandar, Mataram, dll. secara sistematis dengan metode modern.
Penyusunan jurus baku, baik fisik maupun non fisik dilakukan secara bertahap, memakan waktu bertahun-tahun dan sampai kini masih dilakukan penggalian-penggalian untuk paket selanjutnya.
Materi baku telah dilengkapi Buku Panduan bergambar, Kaset, dan VCD, dapat dibeli di bagian perlengkapan pusat.


FISIK BAKU
Gerak Dasar
Paket Kanak – kanak ( setingkat TK )
Paket I A & B ( setingkat SD )
Paket II A & B ( setingkat SMP )
Paket III A & B ( setingkat SMU )
Paket Beladiri ( setingkat perguruan tinggi )
Pencapaian jurus fisik baku menjadi tolak ukur tingkatan sebagai jenjang latihan. Warna Dasar Badge pada sabuk tingkatan menyesuaikan dengan penjenjangan tersebut.
Pendalaman = Seni Festival, Lomba, dll.
= Beladiri Terapan, Keamanan, dll.
= Olahraga Pertandingan, Senam Massal, dll.
= Kesehatan Pijat, Pernafasan, Obat, dll.
= Dan Lain – Lain.


NON FISIK BAKU
Ijazah
Jurus Asma’ul Husna
Jurus Taqorrub
Pendalaman = Pengisian Badan Langsung / Instan
Pengisian Bertahap Sesuai Jurus
Pengisian Barang
Pengobatan Non Fisik
Atraksi
Do’a
dll.


MANFAAT
Bergabung dengan Pagar Nusa bermanfaat, baik sosio kultural, edukatif maupun personal.


PERANGKAT LPS NU PAGAR NUSA


DEWAN BESAR GURU KHOS
Yaitu Ulama – Ulama Sepuh yang sangat mumpuni baik lahir maupun batin yang menjadi rujukan terakhir bagi keputusan – keputusan penting dan merupakan back up utama LPSNU

Dewan Besar Guru Khos antara lain :

KH. ABDULLAH FAQIH KH. HABIB JAKFAR

KH. ABDULLAH ABBAS KH. M.A. FU’AD HASYIM

KH. HABIB LUTFI KH. MUSLIMIN IMAM PURO

KH. SUFYAN KH. KHOTIB UMAR

KH. MASDUQI MAHFUDZ


DEWAN GURU KHOS
Dewan ini terdiri dari Ulama-Ulama Sepuh yang sangat mumpuni baik lahir maupun batin yang menjadi sumber secara langsung dalam memberi masukan bagi kemajuan dan kesuksesan LPSNU Pagar Nusa.

Dewan Guru Khos antara lain :

KH. R. KHOLIL AS’AD KH. SYAIFUL ISLAM

KH. AGUS HALIM KH. SA’DAN MAFTUCH

KH. ALY MASHURI KH. ROFI’I

KH. ABDULLAH KH. SU’UD IBRAHIM

KH. AGUS BUSTOMI KH. NURKHOLIS

 
DEWAN KHOS
Dewan ini merupakan motor penggerak dan dapur organisasi yang menggali, menggodok dan merumuskan segala hal yang berkaitan dengan pencak silat dan beladiri untuk kemudian disosialisasikan di tingkat kepengurusan dan operasional.

Dewan ini juga merupakan back up langsung jembatan penghubung antara orang – orang khusus ( khos ) dengan kepengurusansecara operasional.

Dewan Khos antara lain :

PROF. DR. H. SUHAR BILLAH, SH.MBA KH. IMAM FAUZI

DRS. H. HUSNAN SANUSI DRS. SUNOTO

H. TIMBUL WIJAYA ZAINAL SUWARI

KH. KHOIRUL ANAM DRS. MAHSUN

KH. SU’UDI BAGIYONO

H. AFANDI MAS’UD MUJAHIDIN


PASUKAN KHOS
Adalah orang – orang khusus yang memiliki keahlian tertentu yang terjun langsung di lapangan.

PASUKAN INTI / PASTI
Pasukan ini dibentuk dengan kualifikasi tertentu guna memenuhi kebutuhan dalam kaitannya dengan keorganisasian dan kemasyarakatan

PERKEMBANGAN, POTENSI DAN PRESTASI
PERKEMBANGAN DAN POTENSI
Sejak LPSNU Pagar Nusa berdiri 3 Januari 1986, organisasi ini mengalami pasang surut dalam perjalanannya. Oraganisasi yang pertama kali berdiri berbentuk perguruan ini setelah beberapa kali melakukan Musyawarah Nasional dan Rakernas mengalami perubahan status sebagai Lembaga, lalu menjadi Badan Otonom kemudian kembali ke Lembaga lagi sesuai amanat Muktamar di masanya.

Perubahan dan perkembangan tersebut tidak mengurangi bahkan menambah potensi Pagar Nusa di NU yang memang sangat kaya akan budaya pencak silat dan yang berkaitan dengan itu.

Wilayah yang sudah terbentuk meliputi seluruh Indonesia sbb :

Batam : Sudah berdiri sebagai Komisariat atas Daerah Otorita

Sumatra : Seluruh Sumatra kecuali Aceh

Jawa : Seluruh Jawa, kecuali Jawa Barat tetapi di tingkat cabang seperti Cirebon, Bandung dll sudah ada

Bali : Seluruh daerah sudah ada

NTB : Seluruhnya

Kalimantan : Seluruh Kalimantan

Sulawesi : Baru di Sulawesi Utara dan SulawesiTenggara

Irian Jaya : Sudah beberapa daerah.

Wilayah lain yang belum terbentuk adalah Maluku dan NTT


PRESTASI
Disamping selalu melaksanakan kegiatan rutin dan khusus yang berkaitandengan tugas – tugas ke-NU-an maupun tugas keluar / kemasyarakatan organisasi pencak silat ini telah berhasil menempatkan putra terbaiknya di Organisasi Pencak Silat Induk Nasional / Internasional, Perguruan Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dan Perserikatan Silat Antara Bangsa (PERSILAT) antara lain :

Pendamping Tim Pencak Silat di Selangor Malaysia

Beberapa Wasit Juri Nasional Pertandingan sampai sekarang

Beberapa Wasit Juri Nasional Bidang Pencak Silat Tradisi

Sebagai Dewan Pakar PB IPSI

LPSNU Pagar Nusa termasuk Lima Perguruan Besar di Indonesia yang berhak atas event Pencak Silat Internasional Bidang Tradisi.

Penampil sangat monumental pada Parade Pencak Silat Internasional di Denpasar, Bali.


SIMBOL DAN ARTI

LAMBANG PAGAR NUSA Simbol LPS Pagar Nusa berupa gambar Pita bertulisan LAA GHAALIBA ILLA BILLAH yang melingkupi bola dunia di dalam kurva segi lima dengan beberapa atribut dan perincian sebagai berikut :

Kurva segi lima merupakan simbolisasi dari Syari̢۪at Islam yang mempunyai lima rukun dan merupakan simbolisasi pada adanya rasa kecintaan kepada bangsa dan negara yang berpancasila.

Simbolisasi ini berangkat dari dasar pengertian rukun Islam yang Nabi SAW sampaikan :

Islam itu didirika atas lima : Bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berhaji ke baitullah bagi yang mampu, dan puasa Ramadhan ( HR Bukhory )

Tiga garis tepi yang sejajar dengan garis kurva merupakan lambang dari tiga pola utama yang berjalan bersama dalam cara hidup warga Nahdlatul Ulama yaitu Iman, Islam, Ihsan sebagaimana Hadits Nabi SAWÂ ketika ditanya oleh Malakat Jibril.

Bintang sudut lima sebanyak sembilan buah dengan pola melingkar di atas bola bumi dan pada bagian paling atas bintangnya tampak lebih besar ini merupakan ekspresi dari pola kepemimpinan wali songo dan juga idealisasi dari suatu cita-cita yang bersifat maksimal karena selain bintang merupakan simbol kemuliaan juga jumlah sembilan merupakan angka tertinggi. Ini sesuai dengan mimpi Nabi Yusuf tentang bintang sebagai isyarat akan mencapai kemuliaan.

Firman Allah SWT :

Ketika Yusuf berkata kepada ayahnya : Wahai ayahku sesungguhnya aku bemimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan ; kulihat semuanya sujud kepadaku. ( QS.Yusuf : 4)

Bintang terbesar mengisyaratkan adanya pola kepemimpinan yang dalam Islam merupakan suatu keharusan.

Gambar cabang / trisula terletak ditengah bola dunia bagian atas tepat dibawah bintang terbesar merupakan manifestasi kenyataan historis bahwa senjata jenis inilah yang tertua dan lebih luas penyebarannya di bumi nusantara. Sebagai kelompok beladiri pencak silat anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia ( IPSI ), Pagar Nusa memasukkan simbol tersebut supaya tidak tercerabut dari identitas persatuan beladiri asli Indonesia. Sebagaimana kita maklumi bersama :

Barang siapa memisahkan diri dari kelompok dimakan srigala
Bola Dunia / gambar bumi tepat di tengah merupakan ciri khas dari organisasi underbow Nahdlatul Ulama yang simbol utamanya berupa bumi dan tampar sebagaimana di lukiskan oleh tangan pertamanya KH. RIDWAN ABDULLAH berdasar Istikharahnya.

Pita melingkupi bumi dengan tulisan LAA GHAALIBA ILLAA BILLAH

Yang berarti tidak ada yang menang ( mengalahkan ) kecuali dengan pertolongan Allah merupakan tata nilai beladiri khas Pagar Nusa. Kalimat ini pada awal pembentukannya berbunyi

LAA GHAALIBA ILLALLAH kemudian oleh K.H. Sansuri Badawi dianjurkan untuk diberi tambahan ba sehingga berbunyi seperti sekarang. Hal ini sesuai dengan pola kalimat pada kalimat LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH yang bekonotasi umum ( am ) bagi segala bidang kehidupan.


Sedangkan secara khusus ( khas ) dengan mengambil tibar bahwa dalam Al-Quran kegiatan-kegiatan yang melibatkan beladiri secara fisik maupun non fisik banyak disebut dengan menggunakan kalimat yang berasal dari akar kata ghalaba, maka Pagar Nusa menggunakan kalimat sebagaimana tercantum dalam simbol

Firman Allah : Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkanmu ( QS. Ali Imron : 160 )

Orang orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata : berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah ( QS. Al-Baqarah : 249 )

Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya, dan orang -orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut ( agama ) Allah itulah yang pasti menang. ( QS. Al-Maa-idah : 56 ).

Warna Hijau dan putih merupakan dua warna yang secara universal mengandung makna baik. Sebab segala yang bersih dan suci baik secara materiil ( fisik ) maupun immateriil ( non fisik ) dapat disimbolkan dengan warna putih. Sedangkan hal-hal yang bersifat sejuk, subur, makmur, tenang, enak dipandang dan lain-lain yang membahagiakan selalu dapat disimbolkan dengan warna hijau.

Warna Putih merupakan warna wajah cerah bagi orang-orang yang memperoleh kebahagiaan di akhirat.

Warna hijau merupakan warna ahli sorga yang merupakan tempat kebahagiaan manusia, sebagaimana digambarkan oleh Allah SWT. :

Mereka itulah bagi mereka surga , megalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. ( QS.Kahfi : 31).


Dengan demikian kombinasi warna itu merupakan kombinasi warna yang mengidolakan pemandangan di Surga kelak.

Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. ( QS Al-Insan 21 )


SIMBOL DAN ARTI LAMBANG PAGAR NUSA

Simbol IPS NU Pagar Nusa berupa gambar Pita bertulisan :

LAA GHAALIBA ILLA BILLAH

Artinya tidak ada yang menang ( mengalahkan ) kecuali dengan pertolongan Allah

Yang melingkupi bola dunia di dalam kurva segi lima dengan beberapa atribut dan perincian sebagai berikut :
Kurva segi lima merupakan simbolisasi dari Syariat Islam yang mempunyai lima rukun dan merupakan simbolisasi pada adanya rasa kecintaan kepada bangsa dan negara yang berpancasila.

Simbolisasi ini berangkat dari dasar pengertian rukun Islam yang Nabi SAW sampaikan :
Islam itu didirika atas lima : Bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berhaji ke baitullah bagi yang mampu, dan puasa Ramadhan ( HR Bukhory )

Tiga garis tepi yang sejajar dengan garis kurva merupakan lambang dari tiga pola utama yang berjalan bersama dalam cara hidup warga Nahdlatul Ulama yaitu Iman, Islam, Ihsan sebagaimana Hadits Nabi SAWÂ ketika ditanya oleh Malakat Jibril.

Bintang sudut lima sebanyak sembilan buah dengan pola melingkar di atas bola bumi dan pada bagian paling atas bintangnya tampak lebih besar ini merupakan ekspresi dari pola kepemimpinan wali songo dan juga idealisasi dari suatu cita-cita yang bersifat maksimal karena selain bintang merupakan simbol kemuliaan juga jumlah sembilan merupakan angka tertinggi. Ini sesuai dengan mimpi Nabi Yusuf tentang bintang sebagai isyarat akan mencapai kemuliaan.

Firman Allah SWT :
Ketika Yusuf berkata kepada ayahnya : Wahai ayahku sesungguhnya aku bemimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan ; kulihat semuanya sujud kepadaku. ( QS.Yusuf : 4)
Bintang terbesar mengisyaratkan adanya pola kepemimpinan yang dalam Islam merupakan suatu keharusan.
Gambar cabang / trisula terletak ditengah bola dunia bagian atas tepat dibawah bintang terbesar merupakan manifestasi kenyataan historis bahwa senjata jenis inilah yang tertua dan lebih luas penyebarannya di bumi nusantara. Sebagai kelompok beladiri pencak silat anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia ( IPSI ), Pagar Nusa memasukkan simbol tersebut supaya tidak tercerabut dari identitas persatuan beladiri asli Indonesia. Sebagaimana kita maklumi bersama :
Barang siapa memisahkan diri dari kelompok dimakan srigala

Bola Dunia / gambar bumi tepat di tengah merupakan ciri khas dari organisasi underbow Nahdlatul Ulama yang simbol utamanya berupa bumi dan tampar sebagaimana di lukiskan oleh tangan pertamanya KH. RIDWAN ABDULLAH berdasar Istikharahnya.

Pita melingkupi bumi dengan tulisan LAA GHAALIBA ILLAA BILLAH

Yang berarti tidak ada yang menang ( mengalahkan ) kecuali dengan pertolongan Allah merupakan tata nilai beladiri khas Pagar Nusa. Kalimat ini pada awal pembentukannya berbunyi
LAA GHAALIBA ILLALLAH kemudian oleh K.H. Sansuri Badawi dianjurkan untuk diberi tambahan ba sehingga berbunyi seperti sekarang. Hal ini sesuai dengan pola kalimat pada kalimat LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH yang bekonotasi umum ( am ) bagi segala bidang kehidupan.

Sedangkan secara khusus ( khas ) dengan mengambil tibar bahwa dalam Al-Quran kegiatan-kegiatan yang melibatkan beladiri secara fisik maupun non fisik banyak disebut dengan menggunakan kalimat yang berasal dari akar kata ghalaba, maka Pagar Nusa menggunakan kalimat sebagaimana tercantum dalam simbol

Firman Allah : Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkanmu ( QS. Ali Imron : 160 )
Orang orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata : berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah ( QS. Al-Baqarah : 249 )
Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya, dan orang -orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut ( agama ) Allah itulah yang pasti menang. ( QS. Al-Maa-idah : 56 ).

Warna Hijau dan putih merupakan dua warna yang secara universal mengandung makna baik. Sebab segala yang bersih dan suci baik secara materiil ( fisik ) maupun immateriil ( non fisik ) dapat disimbolkan dengan warna putih. Sedangkan hal-hal yang bersifat sejuk, subur, makmur, tenang, enak dipandang dan lain-lain yang membahagiakan selalu dapat disimbolkan dengan warna hijau.

Warna Putih merupakan warna wajah cerah bagi orang-orang yang memperoleh kebahagiaan di akhirat.
Warna hijau merupakan warna ahli sorga yang merupakan tempat kebahagiaan manusia, sebagaimana digambarkan oleh Allah SWT. :

Mereka itulah bagi mereka surga , megalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. ( QS.Kahfi : 31).

Dengan demikian kombinasi warna itu merupakan kombinasi warna yang mengidolakan pemandangan di Surga kelak.
Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. ( QS Al-Insan 21 )

Gus Maksum dan Fenomena dirinya

Setiap orang pasti memiliki kelebihan pada dirinya,hal ini juga terdapat pada figure seorang Gus Maksum,kisah-kisah berikut ini adalah berdasarkan fakta yang diceritakan langsung oleh beberapa nara sumber baik yang ikut bersama Gus Maksum maupun yang melihat langsung kejadian-kejadian itu.Fenomena-fenomena keluarbiasaan ini disangkalnya tatkala dikonfirmasi kepada beliau ketika masih hidup.Beliau selalu mengatakan bahwa kejadian-kejadian yang dialaminya itu semata-mata hanyalah atas izin dan pertolongan Allah tidak lebih dari itu

Keistimewaan sejak kecil

Keistimewaan-keistimewaan Gus Maksum sudah tampak sejak kecil.pada waktu itu Gus Maksum kecil mampu melompat melayang dari satu tiang ketiang yang lainnya di masjid Kanigoro,ia juga mampu berputar cepat diatas piring tanpa pecah laksana Gangsing,padahal waktu itu ia belum mahir ilmu silat.

Gus Maksum kecil juga pernah melempar seekor kuda seperti melempar sandal.padahal waktu itu bobot angkatan beliau tidak lebih dari 20 Kg.

Dimasa remaja Gus Maksum pernah membantu salah seorang familinya untuk memasang lembu bajakannya.ketika hendak memasang tiba-tiba lembu itu mengamuk dan dengan cepat dan kuat menerjang kearah dada Gus Maksum.dengan reflex beliau menangkis dan berbalik menerkam,dan apa yang terjadi membuat semua orang yang melihatnya heran karena lembu itu terpelanting beberapa meter jauhnya,menanggapi kejadian tersebut Gus Maksum hanya berkata semua hanyalah kebetulan saja dan berkat pertolongan Allah SWT.

Rambut tidak mempan dipotong / Kyai Gondrong

Penampilan Gus Maksum dengan rambut gondrongnya bukan sekedar gaya atau hobi semata.Tetapi Rambut Gondrongnya itu merupakan sebuah ijazah yang didapat dari guru beliau yaitu Habib Baharun Mrican Kediri,hasil dari pengamalan itu sering terjadi keanehan keanehan terkait dengan rambut beliau ini,seperti rambut beliau bisa berdiri,bisa mengeluarkan api,serta tidak mempan dipotong.

Bukti daripada itu adalah,pada decade 1970-an beliau pernah terjaring razia rambut panjang.namun terjadi keanehan,setiap kali aparat menggunting rambutnya,rambut itu tidak terpotong bahkan setiap gunting yang tajam beradu dengan rambut beliau selalu mengeluarkan percikan api.Kejadian ini pernah dimuat di harian republika.

Menaklukan Jin

Berbicara tentang Gus Maksum orang awam biasanya akan langsung berasosiasi tentang jin,tapi apakah benar Gus Maksum memelihara jin seperti banyak diperbincangkan orang?
Anggapan ini tidaklah benar,yang benar Gus Maksum tidak pernah memelihara jin,tapi kalau beliau sering menaklukan jin yang mengganggu itu memang benar,Gus Maksum pernah menaklukan Patihnya jin namanya Jin Dempul ketika Gus Maksum menolong orang yang kesurupan,orang tersebut berhasil disembuhkan Gus Maksum setelah jin didalam tubuh orang itu berhasil ditaklukan.

Menghadapi puluhan orang sendirian

Salah satu kisah yang menunjukan keberanian Gus Maksum adalah ketika beliau harus bentrok dengan orang-orang PKI di alun-alun.Gus Maksum yang waktu itu sangat muda usianya mampu mengalahkan mereka semua.
Dalam pertempuran itu Gus Maksum bukan hanya menggunakan olah kanuragan tapi juga dengan olah batinnya.

Peristiwa lain ketika Gus Maksum diundang menghadiri pertandingan silat di Kediri Timur,saat itu beliau bertarung melawan pendekar silat,jago duel dari berbagai macam aliran silat yang sudah berkumpul disitu.Karena telah memiliki bekal dan kemampuan yang terlatih sejak kecil Gus Maksum mengalahkan puluhan pesilat sendirian,Bahkan lawan terakhir berhasil dikalahkan dengan sangat mudah peristiwa ini terjadi saat usia beliau 16 Tahun.
Dan itulah peristiwa paling dramatik membuat para pendekar lainnya harus mengakui kemampuan Gus Maksum di dunia persilatan

Ban bocor hanya dengan acungan jari

Saat NU masih menjadi partai massa NU sering bentrok dengan massa LDII dulu bernama Darul Hadits waktu itu termasuk underbow dari GOLKAR,suatu ketika massa LDII/Golkar berkonvoi melewati jalan depan Pesantren Lirboyo,saat itu Gus Maksum sedang menerima tamu.
Ketika arak-arakan itu sampai depan ndalem Gus Maksum,beliau langsung keluar karena mendengar bising suara knalpot dan klakson kendaraan yang memekakan telinga.Melihat gelagat yang kurang baik ini secara reflek Gus Maksum mengacungkan jari telunjuknya kearah mereka.keajaibanpun terjadi dengan serta merta seluruh ban kendaraan yang mereka tumpangi bocor secara serentak,karena bannya bocor rombongan konvoi itu tidak bisa melanjutkan arak-arakan.Akhirnya terpaksa mereka pulang dengan mendorong kendaraannya masing-masing.

Tidak mempan senjata tajam

Hal ini terbukti saat beliau melawan orang-orang PKI dahulu.Setiap Bacokan dan tebasan senjata tidak pernah bisa mengenai tubuh beliau,bahkan senjata lawan selalu berhenti jarak satu kilan dari tubuhnya.kalaupun ada yang sampai mengenai tubuh beliau,senjata-senjat tak ada satupun yang melukai beliau.
Keistimewaan ini juga terbukti ketika beliau di undang pengajian di daerah Sragen Jawa Tengah pada tahun 1999,Waktu itu tanpa ada sebab yang jelas tiba-tiba ada orang yang menikamnya Untungnya Gus Maksum tidak terluka sedikitpun hanya pakaian yang dipakai robek kena tikaman,lalu pakaian itupun beliau simpan karena pemberian dari salah seorang sahabatnya.

Tidak mempan di santet

Kalau bicara santet,banyak sekali pengalaman yang beliau dapatkan,Hampir semua aliran ilmu santet di kenalnya,dan sudah tidak terhitung banyaknya dukun santet yang pernah dihadapi,sejak kecil Gus Maksum sudah terbiasa menghadapi berbagai macam-macam aliran ilmu santet.Beliau juga tidak segan-segan untuk menantang para dukun santet secara terang-terangan.Hal itu dilakukan karena santet menurut Gus Maksum termasuk kemungkaran yang harus dilawan.

Kekebalan Gus Maksum terhadap santet juga sudah pembawaan sejak lahir,karena beliau juga masih keturunan Kiai Hasan Besari (ponorogo).Menurut Gus Maksum sebagai muslim tidak perlu khawatir terhadap santet,karena santet hanya bisa dilakukan oleh orang-orang kufur atau murtad,yang penting seorang muslim haruslah selalu ingat kepada Allah dan bertawakal kepadaNya.

Diantara pengalaman Gus Maksum mengenai santet diantaranya dialaminya ketika menginap di desa Wilayu,Genteng,BanyuWangi,sekitar jam setengah dua malam,saat beliau hendak istirahat,tiba-tiba dari arah kegelapan muncul bola api sebesar telur terbang menuju kearah pahanya.Dengan santai Gus Maksum membiarkan bola api itu mendekatinya.Ketika bola api itu sampai ke paha,Beliau Cuma Tanya”Banyol tha (mau bercanda ya?) seketika itu juga bola api itu melesat pergi ditengah kegelapan malam.
Satu lagi kejadian yang pernah dialaminya,ketika bermalam didesa Kraton,Ranggeh saat Gus Maksum beristirahat,beliau di datangi kera jadi-jadian yang berusaha mencekiknya,tapi usaha itu dibiarkannya saja,setelah beberapa lama baru ditanya Gus Maksum “mau main-main ya? Langsung saja kera itu lari menghindar dari Gus Maksum.

Surat sakti

Gus Maksum pernah kedatangan tamu dari semarang yang mengeluhkan kelakuan putranya yang suka mabuk-mabukan dan sering pergi kelokalisasi,bahkan putranya sering mengancam akan membunuh orang tuanya.Karena sudah tak tahan melihat kelakuan putranya itu,ia pergi kerumah Gus Maksum di Kediri,dengan harapan mendapat obat untuk mengobati prilaku anaknya.Tapi yang diharapkan tidak dipenuhi Gus Maksum,Beliau hanya membuatkan sepucuk surat untuk dibawa pulang agar dibacakan kepada anaknya.
Walaupun orang tua itu bingung karena obat yang di harapkannya tidak diberi,ia tetap melakukan apa yang diperintahkan Gus Maksum dengan menyampaikan surat itu kepada anaknya,Dan begitulah setelah surat itu dibacakan kepada anaknya,dalam waktu singkat kelakuan anaknya yang sebelumnya tidak bisa dikendalikan perlahan berubah.Singkatnya kelakuan anak itu tidak lagi nakal seperti dulu.
Demikian sebagian Fenomena Gus Maksum

Hobi dan kegemaran Gus Maksum

Senang berambut Gondrong

Menurut kakandanya ,Nyai Karomah,Gus Maksum memelihara rambut beliau itu sejak masih belajar silat pada masa remajanya dulu,perihal rambutnya yang tak bisa dipotong juga dibenarkan oleh keluarganya,Rambutnya bisa dipotong jika beliau telah mengijinkannya.Gus Maksum biasanya akan bilang “Saya rela rambut saya dipotong”

Rambut Gondrongnya Gus Maksum bukan untuk tampang saja atau sekedar bergaya tapi gondrongnya Gus Maksum atas Izajah dari salah satu Guru beliau yaitu Habib Baharun Mrican,sehingga selain rambut beliau tidak mempan dipotong juga bisa mempercikan api jika beliau sedang marah makanya beliau juga banyak dijuluki ” si Rambut Api.”

Namun perihal kehebatan Rambutnya,Beliau selalu mengatakan “ Semua itu hanyalah pertolongan dari Allah SWT,tidak ada yang istimewa dari rambut saya”

Menjalani Riyadlah sejak kecil

Lelaku batin sudah dijalaninya sejak kecil seperti ngrowot (latihan rohani dengan tidak makan makanan tertentu) sejak usia 14 tahun selain ngrowot Gus Maksum juga riyadloh hanya makan kunyit dan nasi ketan.selain itu beliau juga sangat tekun mengamalkan wiridan wiridan,semua bentuk wiridan yang di izajahkan gurunya diamalkannya.Bahkan kalau kadung wiridan bisa sampai dua hari baru selesai.
Berkat ketekunan dan keuletannya dalam dunia silat ditopang riadloh yang kuat dan tak kenal lelah Gus Maksum berhasil menciptakan ilmu silat dan kanuragan yang sempurna (perfect ) hingga menjadikan beliau seorang pendekar sejati pilih tanding.Keberanian dalam melaksanakan Amar Ma’ruf nahi mungkar bukanlah kemampuan yang dimiliki beliau semata,lebih dari itu ,ia selalu bertawakal dengan menyerahkan sepenuhnya segala urusan kepada Alloh SWT.

Beliau selalu mengajarkan pada santrinya,janganlah takut kepada siapapun kecuali Allah,dan harus selalu menyadari bahwa semua daya kekuatan semata hanyalah pertolongan Allah.Hal ini menyimpulkan rasa tawakal selalu beliau pegang hingga ahir hayatnya.

Silat adalah Bagian hidupnya

Kegemaran beliau akan ilmu silat dimilikinya sejak kecil dan dikembangkannya ketika beliau remaja,sejak remaja sampai usia senja beliau mencurahkan sebagian besar hidupnya untuk silat,beliau menyelami dan mendalami dunia silat secara total,namun dibalik kecintaannya terhadap silat beliau sering menekankan pada para santrinya bahwa silat bukanlah segala-segalanya,kewajiban seperti shalat,mengaji,sekolah,puasa adalah sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan.
Sebagaimana yang sering diwejangkan oleh beliau bahwa semua ilmu hakikatnya adalah ilmu Allah,hingga apapun jenisnya harus dikuasai secara proposional.Ngaji oke,sekolah iya,silat juga nggak masalah.
Demikian beberapa hobi Gus Maksum,selain itu Gus maksum sangat Hobi memelihara Hewan dan berkebun.
Sekilas Tentang Ki Sumarno Guru Besar Pagar Nusa

Silsilah Keturunan
Beliau adalah anak dari Ky. SALAMUN NOER Kyai Masjid Al-Murtadlo Plalangan Jenangan Ponorogo. Kyai Salamun merupakan anak dari KH.NOER, dan beliau merupakan anak dari KH. AL-MURTADHO AL-HAFIDZ bin Kyai ALI UTSMAN atau terkenal dengan sebutan Kyai SERUT karena sebutan tersebut diambil dari wafatnya di Dkh. Serut.
Kyai Serut sendiri merupakan anak dari Kyai UTSMAN (Beliau adalah Imam sekaligus Kyai di Masjid Batoro Katong Setono). Jadi, jika dilihat dari silsilahnya Mbah marno masih merupakan keturunan RADEN KATONG Ponorogo.
Mbah Marno sendiri lahir pada tanggal 19-04-1960 M. Anak pertama dari enam orang bersaudara, berikut keenam saudara itu:
1.       Ki Sumarno
2.       Agus Daryono (alm)
3.       Zaenal Arifuddin (Kasun Krajan I Ds. Plalangan)
4.       Zaenal Abidin
5.       Marfi’ah Nurdingsih
6.       Zahsanuddin
Latar Belakang pendidikan
Thn. 1968 M. Beliau tamat TK Bustanul Athfal, Thn. 1974 M. Beliau tamat SDN Setono Jenangan, Thn. 1978 M. Beliau tamat PGAP 4 tahun Kota Lama, Thn. 1980 M. Beliau tamat PGAN Ponorogo, Thn. 1985 M. Beliau Menyelesaikan sarjana Mudadi di The Reog Sunan Giri University. Kemudian 1986M beliau diangkat sebagai guru agama di Kec. Ngrayun. Beliau menyelesaikan Program sarjana pada tahun 2003 di Kampus Sunan Giri University Ponorogo. Sampai sekarang beliau masih sebagai guru agama di Kec. Ngrayun.
Latar Belakang Pencak Silat
Mulai belajar pencak silat tahun 1972M. Pada saat belajar pertama itu beliau masih beerusia 12 tahun. Beliau berguru kepada Mas. Slamet setono dari perguruan Bantaran Angin sampai tahun 1976M. Kemudian berguru lagi pada Drs. Noer Aziz yang merupakan guru besar Batara Perkasa ponorogo atau yang kita sebut dengan BP ataupun Batara sampai sekitar tahun 1988M. Kemudian melanjutkan belajarnya kepada tiga orang bersaudara pada perguruan Cimande yaitu pada Mbah Kuslan, Mbah Kusin, dan mbah Kusmadi murid dari Mbah Lurah Umri di Ds. Serag kec. Pulung Ponorogo.
Pada tahun yang sama (1988) juga berguru di perguruan Cimande kepada Mbah Senin di Ds. Plalangan Kec. Jenangan ponorogo. Di tahun 1994M, berguru pada Ki Jumanillah guru besar dari perguruan (ITS) Ikatan Tampar Sakti Ponorogo. Pada tahun 1995M beliau berguru kepada KH. Anshor Polorejo ponorogo dan mengakhiri petualangannya di tahun 2000M yang saat itu berguru kepada Mbah Slamet Kencong caruban Madiun. Sekarang beliau aktif dalam ke-NU-an sekaligus guru besar Pagar Nusa Saperti Plalangan Jenangan ponorogo.
Bisa disimpulkan bahwa beliau sangat banyak pengalaman tentang olah kanuragan atau pencak silat. Tentang olah tenaga dalam, magic atau mistik, dan Jurus2 dalam pencak silat. Tidak diragukan lagi kalau sekarang beliau banyak membuka perguruannya diberbagai daerah misalnya satuan seni bela diri Pagar Nusa Ngebel, Pagar Nusa tritis, Pagar Nusa Ngrayun, Tanjungsari sawoo, Wayang Pulung, Plalangan, dan tentunya masih banyak lagi jika disebutkan.