Falsafah PSHT

Manusia dapat dihancurkan, Manusia dapat dimatikan,
tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu
masih Setia kepada dirinya sendiri atau ber-SH pada dirinya sendiri

Selasa, 07 November 2017

Ayat Mubahalah

Alhamdulillah
Pertama:
Mubahalah adalah saling melaknat, maksudnya adalah suatu kaum berkumpul pada saat terjadi perbedaan di antara mereka, dengan mengatakan: “Semoga laknat Allah menimpa orang dzalim di antara kita”. (Baca: an Nihayah fi Gharibil Atsar: 1/439)

Ayat tentang mubahalah adalah:

ﺇِﻥَّ ﻣَﺜَﻞَ ﻋِﻴﺴَﻰ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺁَﺩَﻡَ ﺧَﻠَﻘَﻪُ ﻣِﻦْ ﺗُﺮَﺍﺏٍ ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﻛُﻦْ ﻓَﻴَﻜُﻮﻥُ * ﺍﻟْﺤَﻖُّ ﻣِﻦْ ﺭَﺑِّﻚَ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﻜُﻦْ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﻤْﺘَﺮِﻳﻦَ * ﻓَﻤَﻦْ ﺣَﺎﺟَّﻚَ ﻓِﻴﻪِ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﻣَﺎ ﺟَﺎﺀَﻙَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ ﻓَﻘُﻞْ ﺗَﻌَﺎﻟَﻮْﺍ ﻧَﺪْﻉُ ﺃَﺑْﻨَﺎﺀَﻧَﺎ ﻭَﺃَﺑْﻨَﺎﺀَﻛُﻢْ ﻭَﻧِﺴَﺎﺀَﻧَﺎ ﻭَﻧِﺴَﺎﺀَﻛُﻢْ ﻭَﺃَﻧْﻔُﺴَﻨَﺎ ﻭَﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﺛُﻢَّ ﻧَﺒْﺘَﻬِﻞْ ﻓَﻨَﺠْﻌَﻞْ ﻟَﻌْﻨَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻜَﺎﺫِﺑِﻴﻦَ ‏( ﺳﻮﺭﺓ ﺁﻝ ﻋﻤﺮﺍﻥ: 59-61 )
“Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. Siapa yang membantahmu tentang kisah `Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la`nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta”. (QS. Ali Imran 59-61)

Adapun sebab turunnya ayat ini, bahwa utusan orang nashrani dari Najran ketika mereka mendatangi Madinah mereka mendebat tentang masalah Nabi Isa ‘alaihis salam mereka mengklaim sebagaimana keyakinan mereka bahwa Isa adalah seorang Nabi dan Tuhan.
Keyakinan yang bathil tersebut terbantahkan setelah kehadiran Nabi Muhammad SAW dan menjelaskan kepada mereka yang sebenarnya dengan bukti-bukti yang nyata, bahwa Isa adalah hamba dan Rasul-Nya.
Maka Allah menyuruhnya untuk bermubahalah dengan mereka.
Seraya Rasulullah SAW mengajak mereka untuk melakukan mubahalah, yaitu; agar beliau dan kuarganya –istri dan anak- anaknya- menghadiri majelis mubahalah, mereka juga menghadirkan istri dan anak- anak mereka, kemudian mereka berdoa kepada Allah –Ta’ala- agar siksa dan laknat-Nya menimpa orang-orang yang dusta.

Maka Rasulullah SAW menghadirkan Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan dan Husain –radhiyallahu ‘anhum- dan beliau bersabda: “Mereka adalah keluargaku”.
Maka penduduk Najran bermusyawarah di antara mereka: Apakah mereka menerima ajakan mubahalah tersebut ?
Ternyata kesimpulan mereka tidak berani menjawab ajakan mubahalah, karena mereka mengetahui bahwa jika mereka menerima ajakan tersebut mereka, istri dan anak-anak mereka akan binasa. Maka mereka meminta damai kepada Rasulullah SAW dan membayar zizyah. Dan mereka mohon pamit dan damai sampai waktu yang sudah ditentukan. Dan Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam- menyetujui hasil kesepakatan mereka. (Tafsir Ibnu Katsir: 2/49, Tafsir as Sa’di: 1/968)

Kedua:
Syekh Islam Ibnu Taimiyah tidak memiliki pendapat tertentu tentang ayat Mubahalah, bahkan pendapat beliau dalam masalah tersebut sama dengan pendapat semua ahlus sunnah; kecuali ia telah menjelaskan beberapa pemahaman yang rancu yang menjadikan sebagian orang mengambil kisah ayat tersebut sebagai dalilnya.

Kami akan menyebutkan kesimpulan pendapat Syekh Islam tentang Mubahalah:

1. Rasulullah SAW menghadirkan Ali, Fatimah, Hasan dan Husain – radhiyallahu ‘anhum- pada saat mubahalah dibenarkan menurut beberapa hadits yang shahih.
Syekh Islam berkata: “Adapun Rasulullah SAW mengikutsertakan Ali, Fatimah, Hasan dan Husain dalam mubahalah haditsnya shahih diriwayatkan oleh Muslim dari Sa’d bin Abi Waqqash, ia berkata dalam hadits yang panjang. “Ketika diturunkan ayat ini:
ﻓَﻘُﻞْ ﺗَﻌَﺎﻟَﻮْﺍ ﻧَﺪْﻉُ ﺃَﺑْﻨَﺎﺀَﻧَﺎ ﻭَﺃَﺑْﻨَﺎﺀَﻛُﻢْ ..
“Maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak- anak kami dan anak-anak kamu…..”.

Rasulullah SAW mengajak Ali, Fatimah, Hasan dan Husain dan bersabda: “Mereka semua adalah keluargaku”. (Minhaj Sunnah as Shahihah: 7/123)

2. Tidak ada yang menunjukkan bahwa mereka (yang ditunjuk oleh Rasulullah) adalah sebaik-baik umat ini.
Ibnu Taimiyah: “Penunjukan Rasulullah tersebut tidak menunjukkan akan kepemimpinan mereka juga bukan keutamaan mereka”. (Minhaj Sunnah Nabawiyah: 7/123)
Beliau juga berkata:
“Beberapa keluarga beliau yang diajak untuk bermubahalah tidak menunjukkan bahwa mereka lebih baik dari semua para sahabat, juga tidak mewajibkan bahwa Fatimah, Hasan dan Husain lebih baik dari semua para sahabat”. (Minhaj Sunnah Nabawiyah: 7/125)

3. Yang diikutsertakan dalam mubahalah adalah orang-orang yang palin dekat secara garis keturunan, bukan yang lebih utama baginya.
Syekh Islam berkata: “Yang menyebabkan Rasulullah SAW mengajak mereka saja, karena mubahalah bisa dilakukan hanya dengan orang-orang terdekatnya, dan jika tidak maka jika mubahalah dengan orang-orang yang jauh meskipun mereka lebih utama di sisi Allah, maka bukan mereka yang dimaksud dalam mubahalah”.
Beliau juga berkata:
“Mereka (yang diajak) adalah yang terdekat nasabnya dengan Rasulullah SAW, meskipun para sahabat yang lain lebih utama menurut beliau, ia tidak diperintah untuk mengajak yang paling baik dari pengikutnya; karena tujuannya adalah agar masing-masing mengajak orang-orang yang memiliki kedudukan khusus di hatinya. Sudah menjadi tabi’at manusia akan lebih merasa takut kehilangan orang-orang yang terdekat dari keluarganya.
Dasar mubahalah adalah keadilan, mereka juga membutuhkan keluarganya yang terdekat, mereka juga akan lebih khawatir jika yang hadir adalah keluarganya. Oleh karenanya, mereka enggan untuk melakukan mubahalah karena mereka mengetahui bahwa Nabi SAW berada pada jalan kebenaran. Dan kalau jadi mubahalah misalnya, maka akibat dari mubahalah akan mereka dan keluarga alami”. (Minhaju as Sunnah an Nabawiyah: 5/45)

4. Sebab Dipilihnya Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan dan Husain dalam mubahalah; karena mereka keluarga terdekat beliau pada saat itu.
Syekh Islam berkata: “Sedangkan ayat mubahalah adalah tidak menunjukkan kekhususan tertentu, akan tetapi beliau mengajak Ali, Fatimah dan kedua anaknya bukan berarti mereka sebaik-baik umat, namun mereka adalah keluarga terdekat beliau”. (Majmu’ Fatawa: 4/419)
Ia juga berkata: “Ayat mubahalah turun pada tahun kesepuluh pada saat datangnya utusan Najran. Dan tidak ada yang tersisa dari paman-paman Rasulullah SAW kecuali Abbas. Sedangkan Abbas tidak termasuk as Sabiqunal Awwalun, dan ia tidak memiliki kekhususan seperti Ali.
Sedangkan anak-anak pamannya, tidak ada yang setara dengan Ali, sedangkan Ja’far sudah terbunuh –syahid- sebelumnya di Mu’tah pada tahun ke-8, maka Ali – radhiyallahu ‘anhu- lah yang dipilih. (Minhaj Sunnah Nabawiah: 7/125)
Beliau juga berkata:
“Karena anak-anak beliau yang masih hidup pada saat itu adalah Fatimah, karena Ruqayyah, Ummu Kultsum, Zainab sudah meninggal dunia sebelumnya.
Beliau mengajak Hasan dan Husain, karena belum ada yang bisa dinisbahkan kepada beliau sebagai anak kecuali mereka berdua, untuk Ibrahim (anak beliau sendiri) meskipun ada ia masih balita tidak bisa diajak. (Minhaj Sunnah Nabawiyah: 7/129)

5. Dalam ayat mubahalah bukanlah dalil bahwa Ali bin Abi Thalib –radhiyallahu ‘anhu- yang berhak sebagai khalifah atau imam sepeninggal Rasulullah. Atau dengan dalil bahwa Allah menjadikan Ali setara derajatnya dengan Rasulullah dalam firmannya:
ﻓَﻘُﻞْ ﺗَﻌَﺎﻟَﻮْﺍ ﻧَﺪْﻉُ ﺃَﺑْﻨَﺎﺀَﻧَﺎ ﻭَﺃَﺑْﻨَﺎﺀَﻛُﻢْ ﻭَﻧِﺴَﺎﺀَﻧَﺎ ﻭَﻧِﺴَﺎﺀَﻛُﻢْ ﻭَﺃَﻧْﻔُﺴَﻨَﺎ ﻭَﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ...
“Maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak- anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu”. (QS. Ali Imran: 61)

Bersatu dalam satu jiwa adalah perkara yang mustahil. Maka persamaan di atas adalah dalam masalah kepemimpinan secara umum.

Syekh Islam berkata: “Kami tidak sependapat jika berarti persamaan, dan tidak ada dalil yang menunjukkan akan hal itu, bahkan memahami seperti itu dilarang; karena seseorang tidak ada yang menyamai Rasulullah SAW tidak juga Ali atau yang lainnya.
Redaksi ayat di atas menurut bahasa Arab tidak menunjukkan adanya persamaan, Allah berfirman dalam masalah hadits ifki (berita bohong) yang dituduhkan kepada ‘Aisyah.:
ﺇِﺫْ ﺳَﻤِﻌْﺘُﻤُﻮﻩُ ﻇَﻦَّ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨَﺎﺕُ ﺑِﺄَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ﺧَﻴْﺮًﺍ ..
“Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mu'minin dan mu'minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri….." (QS. an Nuur: 12)

Ayat di atas tidak ada yang mewajibkan untuk difahami bahwa orang mukminin dan mukminat sama derajatnya.

Allah telah berfirman tentang kisahnya Bani Israil :
ﻓَﺘُﻮﺑُﻮﺍ ﺇِﻟَﻰ ﺑَﺎﺭِﺋِﻜُﻢْ ﻓَﺎﻗْﺘُﻠُﻮﺍ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﺫَﻟِﻜُﻢْ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻜُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﺑَﺎﺭِﺋِﻜُﻢْ
“…Maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu”. (QS. al Baqarah: 54)

Yaitu; saling membunuh di antara mereka, dan tidak diwajibkan untuk difahami harus sama semuanya, juga tidak sama antara orang yang menyembah anak sapi atau yang menyembah lainnya.

Demikian juga yang dikatakan dalam firman Allah:
ﻭَﻻَ ﺗَﻘْﺘُﻠُﻮﺍْ ﺃَﻧﻔُﺴَﻜُﻢْ ﴿ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ: 29 )
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu….”. (QS. al Baqarah: 29)
Maksudnya: janganlah sebagian membunuh sebagian yang lain, meskipun mereka tidak sama.
Firman Allah:
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻠْﻤِﺰُﻭﺍ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ‏( ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺤﺠﺮﺍﺕ : 11)
“…dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri”. (QS. Al Hujurat: 11)
Yaitu; janganlah sebagian kalian mencela sebagian yang lain, menuduh dan menghinanya. Ini adalah larangan untuk semua orang yang beriman, padahal mereka derajatnya tidak sama dalam masalah hukum, keutamaan, tidaklah seorang yang dzalim sama dengan yang di dzalimi, tidaklah pemimpin sama dengan yang dipimpin.

Redaksi di atas menunjukkan adanya kemiripan dan serupa saja, namun tidak sama. kemiripan berarti ada kesamaan pada bagian tertentu saja, seperti kesamaan dalam keimanan. (Minhaj Sunnah Nabawiyah: 7/123)

Wallahu a’lam.
Semoga Bermanfaat

Kamis, 26 Oktober 2017

Makna filosofi dalam ajaran ilmu beladiri Pencak Silat

Dalam terminologi sastra Jawa dikenal kata ujug-ujug. Dalam bahasa Indonesia kata ini diartikan tiba-tiba atau spontanitas. Kesan awal yang tertangkap cenderung berkonotasi negatif, setidaknya bila acuan kita pada nilai kata, sebab kata ujag-ujug ini nyaris sepadan dengan kata grusa-grusu dalam bahasa Indonesia berarti ceroboh. Namun dalam konteks filsafat hidup, ternyata kata ini mengandung makna pasrah dan sumrawah. Bahkan kata ini dijabarkan oleh ketua umum PSHT H. Tarmadji Boedi Harsono, S.E. sebagai universalitas kemanusiaan manusia. Acuannya adalah bahwa hidup bukanlah sesuatu yang bisa direncanakan, sebab proses hidup sesungguhnya terangkai dalam kepastian-kepastian.

Yang tidak boleh dilupakan bahwa proses hidup juga terjalin melalui tindakan-tindakan (aktifitas) sehingga menghasilkan suatu output yang tidak ternyana tapi bernilai. Karena perencanaan adalah suatu bentuk pemikiran yang jauh kedepan sedangkan manusia adalah makhluk yang hanya mampu berkisar pada kekinian, sehingga sebaiknya seseorang tidak usah terlalu banyak berencana yang cenderung ngayawara (berbual), jadi tindakan nyata adalah jalan sekaligus pilihan terbaik.

Bukanlah inspirasi selalu datang ujug-ujug (spontanitas), padahal mesti disepakati inspirasi adalah jantung perencanaan, pelatuk dari fokus bidikan. Padahal tanpa inspirasi mustahil rencana tersusun, tanpa inspirasi mustahil langkah akan terformat. Bahwa hidup bukan tertata dalam konteks matematis, adalah benar adanya. Hidup adalah tema tekstual dimana dua ditambah dua tidak lagi empat tapi bisa tambah bisa berkurang, dan jika demikian hukum yang terjadi kenapa kita mengharamkan manajemen ujug-ujug yang dijabarkan dan dilandasi dengan konsepsi Ilahiah, dilambari keyakinan, keimanan dan ketaqwaan.

Adalagi falsafah Jawa yang disampaikan yang artinya kurang lebih adalah hati yang bersih. Para linuih dalam kultur Jawa sering menyarankan kepada siswanya untuk mengasah jati diri, sehingga mampu menemukan ”Tapake wayang galihe kangkung”. Seorang manusia tidak mungkin akan menemukan tapak kaki wayang atau pokok (galihe) kangkung. Bahwa tapak wayang dan galihe kangkung adalah sesuatu yang tidak mungkin ditemukan di dunia nyata ini. Ia merupakan fenomena dalam terma ma'rifat, yang tidak sembarang orang mampu menerjemahkannya, apalagi menemukannya.
Pertanyaannya, di mana kita bisa menemukan ”Tapake wayang lan galihe kangkung” itu. Mencermati kalimat ini dalam sebuah wawancara khusus dengan Mas Madji selaku ketua umum PSHT pusat Madiun dikatakan bahwa kalimat itu merupakan kalimat sanepan atau juga prolampitan yaitu sebuah kalimat yang menyembunyikan makna kesejatian, kecerdasan logika saja tidak akan mampu mendekati makna sesungguhnya.

Secara harfiah, tapak wayang atau jejak wayang tidak akan terlihat oleh mata. Sebab wayang digerakkan oleh Sang Dalang dan jejaknya hanya terpantul lewat cahaya (yang menyorot dari arah Sang Dalang) kemudian menimpa kelir atau bentangan kain putih di ruang kosong berpigura gunungan. Dalam pagelaran wayang kulit atau di dunia pakeliran, di sebelah kiri ruang kosong dipajang ratusan bahkan ribuan wayang (biasa disebut Bala Kurawa atau kelompok kiri), berjajar-jajar menunggu waktu Sang Dalang berkenan menggerakkan untuk melengkapi peran dalam sebuah fragmen atau lakon. Sedangkan di sebelah kanan gunungan juga berjajar ratusan wayang (biasa disebut Bala Pandhawa atau kelompok kanan), keberadaan merekapun sama menunggu Sang Dalang memainkan dalam sebuah peran. Makna lainnya adalah jika tidak ada cahaya yang menerangi kaki wayang, maka tapak kaki itupun tidak akan tampak di bentangan kain putih yang disebut kelir. Sehingga menjadi hampa atau kosong atau juga hawa, ada tetapi tidak terlihat, bisa dirasa kehadirannya tetapi tidak bisa diraba. Sampai di sini lantas banyak orang yang kemudian mencoba menerjemahkan bahwa tapake wayang itu sama dengan udara. Misteri inilah yang sesungguhnya menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi para komunitas penghayat ilmu ma'rifat.

Sampai pada tema ini pun Mas Madji selaku ketua umum PSHT pusat Madiun cenderung diam, Mas madji justru menyarankan kita mulai detik ini berlomba-lomba resik resikan ati (membersihkan hati). Beliau menegaskan bahwa hati yang bersih adalah awal terbukanya selubung ilmu ghaib. Namun demikian usaha membersihkan hati itu tidak mungkin terjadi tanpa kita terus menerus mengasah diri, sabar dan ikhlas menerima suratan takdir baik berupa kesenangan maupun kesusahan. Dan lebih penting lagi, selalu berserah diri dan berharap ridlo Allah, sebab puncak dari segala ilmu itu bersumber pada ridlo Allah. Maka muuncul keyakinan bahwa terma ini sudah menyerpih pada tataran ilmu kasunyatan dengan apa yang disebut ”Mencari Sang Mutiara Hidup Bertahta” ”Lelakuning Urip” itulah kata yang paling tepat untuk merujuk pada fenomena ini dan ”tirakat” adalah kata yang dimaksud.
Berikut beberapa ungkapan peribahasa Jawa atau bisa disebut juga falsafah hidup orang Jawa yang biasa dijadikan falsafah hidup para insan pencak silat:
  1. Aluwung tan entengake patiku tinimbang aku kalah, amargo bungah susah, kendel jerih iku sing nduwe manungso, yen pati urip, rejeki lan jodo iku amung kagungane Gusti Allah Sing Murbeng Gesang, (saya lebih baik mati daripada saya kalah, karena gembira susah, berani takut itu yang memiliki manusia, tetapi hidup mati, rizki dan jodoh itu hanyalah milik Allah yang maha kuasa atas segala yang hidup).
  2. Cilik ora kurang akal, gede ora turah akal, waton isih kena tak pandeng aku ora bakal mundur kalah, (kecil tidak kurang alat, besar tidak lebih alat, asal masih bisa aku lihat tidak harus kalah).
  3. Kewan gelut kalah gede kalah, manungso gelut kalah gede durung mesti kalah, (binatang berkelahi kalah besar sudah pasti kalah, manusia berkelahi kalah besar belum pasti kalah).
  4. Sepiro gedening sengsoro yen tinompo amung dadi coba, (seberapa besarnya kesengsaraan apabila kita terima dengan tabah, rela dan ikhlas itu hanya akan menjadi ujian dari tuhan yang maha kuasa).
  5. Yen mlaku aja sok ndangak mundhak kesandhung, mula luwih becik tumungkul (bila berjalan jangan suka melihat ke atas karena dapat tersandung, maka lebih baik melihat ke bawah). Maksudnya dalam hidup itu jangan suka memandang mereka yang lebih kaya, karena dapat menimbulkan perasaan iri hati. Lebih baik memandang mereka yang tingkat ekonominya di bawah kita, sebab sikap ini dapat membawa perasaan dan kesadaran untuk bersyukur kepada
  6. Aja kedhuwuran ing pajangka (jangan ketinggian dalam cita-cita). Maksudnya cita-cita yang terlalu tinggi tidak sesuai dengan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki sulit untuk mencapainya.
  7. Sing sapa rasa risi (barang siapa yang merasa, maka tidak enak perasaannya). Maksudnya bila seseorang berbuat kesalahan kepada orang lain dan belum sempat minta maaf atau berutang kepada orang lain dan belum dapat membayarnya, maka apabila bertemu dengan orang yang bersangkutan dia akan merasa tidak enak dan tidak
  8. Aja dumeh (jangan mentang-mentang). Maksudnya, mentang-mentang sedang berkuasa atau lebih kuat kemudian ber-aji mumpung dan berbuat sewenang-wenang. Karena kekuasaan dan kekuatan hanyalah sementara.
  9. Tepa slira (ukur badan). Maksudnya, segala perbuatan seseorang kepada orang lain harus berdasarkan perasaan diri sendiri. Misalnya jika kita dipukul terasa sakit maka jangan memukul orang lain.
  10. Ngerti sakdurunge winarah (tahu sebelum peristiwa itu terjadi). Maksudnya, dikalangan orang Jawa ada orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan untuk mengetahui sesuatu kejadian yang belum terjadi.
  11. Wong ngalah kuwi luhur wekasane (orang mengalah itu mulia akhirnya). Maksudnya, orang yang mau mengalah dengan orang lain misalnya dalam suatu pertikaian maka akhirnya dialah yang akan
  12. Urip iki mung mampir ngombe (hidup itu hanya sekedar singgah untuk minum). Hidup manusia di dunia dapat diibaratkan seperti orang pergi ke pasar, maka dia tidak akan lama di pasar dan akan
    kembali ke rumahnya.

Jumat, 20 Oktober 2017

Cara Membuka Lupa Kunci Pola HP Advan

Demi menjaga keamanan dan kenyaman saat menggunakan ponsel, pastinya semua merk ponsel memiliki sistem security salah satunya menggunakan pola sebagai pengunci layar Hp agar tidak mudah digunakan oleh orang lain. Hal ini yang juga terjadi pada Hp advan, dengan begitu hanya andalah yang dapat membuka dan menggunakan Hp advan milik anda. Namun apa jadinya jika anda sendiri lupa kunci pola Hp Advan? tentu anda pun tidak bisa menggunakan Hp anda dan satu-satunya cara untuk membuka pola kunci advan ialah dengan melakukan factory reset.
Membuka pola kunci Hp advan memang agak susah, karena tidak adanya tombol untuk mereset ulang pola sehingga andapun harus menggunakan jalan pintasnya yakni dengan melakukan factory reset. Factory reset adalah tindakan yang dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah pada ponsel, bukan hanya Hp advan saja, anda juga bisa memanfaatkan factory reset untuk mengatasi hp lainya yang bermasalah.
cara membuka lupa kunci pola advan
Perlu anda ketahui jika Factory Reset ini akan dapat menghapus berbagai macam File, Data, Aplikasi dan semua yang pernah tersimpan di Memori Internal Hp Advan milik anda, Kecuali file atau data yang tersimpan pada Memori eksternal sehingga tidak akan terhapus. Maka dari itu sebelum melakukan Factory Reset, sebaiknya anda lakukan Backup data dulu bila masih bisa mengakses menu Advan hp anda, sehingga data-data dan file penting tidak ikut terhapus. Nah untuk informasi selengkapnya, silahkan anda lihat dibawah ini.
Cara Membuka Kunci Pola Advan Lewat Menu Recoveri Mode
1. Perlu anda ketahui, untuk melakukan factory rset membutuhkan waktu yang cukup lama hingga bermenit-menit, maka dari itu usahakan Hp Advan milik anda memiliki daya minimal 50%, karena jika kurang maka akan membuat Hp advan anda gagal reset. Jika daya kurang sebaiknya charger dulu sampai batas minim.
2. Setelah itu, silahkan anda matikan Advan milik anda, kemudian tekan dan juga tahan Tombol Volume Up + Tombol Power bersama-sama hingga Advan masuk pada menu recovery mode.
3. Setelah itu silahkan anda pilih menu wipe data/factory reset , berikutnya pilih yes – delete all user data
kemudian t unggu hingga Hp Advan anda selesai wifing data.
4. Langkah terakhir silahkan anda pilih reboot systeam now, dan tunggu hingga proses restart selesai.
Baca juga : Langkah Mudah Mengatasi Android Sering Bootloop
Seperti itulah informasi yang dapat kami bagikan kali ini mengenai Cara Membuka Lupa Kunci Pola HP Advan.
Nah bagi anda yang memiliki permasalahan seperti diatas terkait di Hp Advan milik anda, silahkan anda gunakan tutorial ini. Semoga berhasil.

Rabu, 18 Oktober 2017

Hukum Merayakan dan Mengucapkan Selamat Ulang Tahun

Barakallah Fii Umrik – Arti dari Barakallah fii 'umrik adalah semoga mendapat berkah dari Allah dalam usiamu, ucapan ini biasanya digunakan ketika mendapati seseorang sedang milad, atau dalam pergaulan kita disebut dengan ulang tahun. Orang-orang muslim ‘kekinian’ sering mengucapkan barakallah fii 'umrik daripada mengucapkan selamat ulang tahun ataupun happy birthday.
Adapun untuk jawaban Barakallah fii umrik sendiri adalah salah satunya dengan mengucapkan Wa fiika barakallah yang artinya Semoga Allah juga memberkahimu. Dua kalimat tersebut lazim digunakan di waktu-waktu lain selain ultah.
Kata-kata lain seperti syafakillah, akhi, ukhti akhir-akhir ini sering kita dengar dalam percakapan sebagian orang terutama orang-orang dalam pergaulan Islam. Kata-kata tersebut ada yang merupakan do’a terhadap seseorang ataupun ungkapan bahasa arab yang biasa digunakan di kehidupan sehari-hari.

Nah, mengenai hukum ulang tahun. Terdapat beberapa pendapat tentang hukum merayakan dan ucapan selamat ulang tahun.

1. Pendapat pertama Melarang.
Larangan ini didasarkan pada semua hal yang berkaitan dengan ibadah telah diterangkan dan dicontohkan Allah melalui Nabi Muhammad SAW. Tidak ada contoh yang diajarkan oleh Nabi, sahabat dan para tabi’in setelahnya tentang merayakan ulang tahun.
Selain itu perayaan ulang tahun dengan cara meniup lilin, berdo’a setelah tiupan lilin dan sebagainya. Berawal dari kebiasaan non-muslim di jaman dahulu. Sedangkan dalam sebuah hadits dinyatakan. 
مَنْ تَشْبَهُ بِقَوُمٍ فَهُوَ مِنْهُ 
Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]

Karena pendapat pertama ini tidak memperbolehkan merayakan ulang tahun. Maka produk turunan dari perayaan ulang tahun seperti memberi kado, mengucapkan Selamat ulang tahun baik itu dalam bahasa Inggris ataupun bahasa Arab milad dan sebagainya. Pun tidak dianjurkan. Meskipun itu dalam bahasa Arab, karena makna dari perkataan tersebut sama. hanya beda bahasa saja.

2. Pendapat kedua adalah Tidak Melarang.
Pembolehan ini tentunya dilandasi dengan syarat kita memperingati dengan cara-cara yang tidak mengandung kemunkaran dan berlebihan serta mampu memaknai arti ulang tahun tersebut dengan benar.
3. Pendapat Pribadi
Mengenai masalah hukum memperingati atau mengucapakan selamat ulang tahun, saya sendiri mengambil sikap PRIBADI bahwa tidak seharusnya kita mengajarkan perayaan ulang tahun kepada anak-anak kita.
Terlebih dengan perayaan-perayaan yang pada hakikatnya diadopsi dari gaya orang-orang barat. Seperti meniup lilin, memakai topi kerucut, mengucapkan permohonan, memainkan alat musik yang diharamkan dan sebagainya. (Wallahu a’alam).

Do’a Agar Diberi Keberkahan Umur
Berikut ini adalah beberapa do’a yang dapat digunakan agar kita mendapat tak hanya umur yang panjang, tapi umur yang ada keberkahan di dalamnya. berkah dalam bentuk Iman dan Ketaatan kepada Allah SWT dan lain sebagainya.
Seandainya pun kita menggunakan do’a ini di hari ulang tahun, itu lebih baik daripada kita bernyanyi- nyanyi “Panjang umurnya, Panjang umurnya serta mulia dst...”
Namun, ini sebetulnya bukanlah do’a khusus ulang tahun tapi do'a ini juga dapat digunakan kapanpun di luar hari milad kita

Do’a Minta Panjang Umur

اَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْـأَلُكَ طُوْلَ الْعُمُرِ بِـالطَّاعَةِ وَاخْتِمْ لَنَابِـالْأَعْمَالِ الصَّلِحَةِ
Wahai Tuhanku, kami memohon kepada Engkau umur panjang dengan selalu digunakan untuk taat dan akhirilah umur kami dengan melakukan perbuatan yang baik.
اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ
Ya Allah kami memohon kepadaMu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rizqi, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati.
Do'a Minta Keberkahan Umur
اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمُوْرَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنَا وَوَسِّعْ أَرْزَقَنَا وَإِلَى الْخَيْرِ قَرِّبْنَا وَعَنِ الشَّرِّ اَبْعِدْنَا وَاقْضِ حَوَائِجَنَا فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالۤاخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ
Ya Allah! Panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dalam ketiga do’a tersebut terdapat beberapa makna. Salah satunya adalah bahwa ketika kita berdo’a minta panjang umur. Hendaklah selalu memintanya dengan penjangnya umur yang disertai dengan hal- hal yang semakin mendekatkan kita pada derajat ketakwaan kepada Allah yang Maha Kuasa dan Maha Pemberi segala-galanya.

Arti Dari Barakallah Fii Umrik, Syafakillah dan Ungkapan Lainnya


barakallah fii umrik


Mungkin kita sering mendengar kata-kata semacam Ukhti, akhi, akhwan, ikhwan dalam film-film Indonesia yang dalam beberapa tahun ini banyak mengangkat tema kehidupan Islami. Dan tidak dapat dipungkiri kehadiran film-film tersebut turut mengenalkan kata atau kalimat-kalimat ‘Islami’ tersebut di lingkungan pergaulan masyarakat umum.
 
1. Assalamu’alaikum
Sebagai seorang muslim ketika bertemu dengan sesama Muslim sebaiknya memang saling mengucapkan salam, karena dalam setiap salam tersebut banyak mengandung do’a. Ketika mendapat salam tersebut, kemudian kita akan membalasnya dengan kalimat Wa’alaikum Salam atau juga dapat ditambahkan dengan Warrahmatullahi wa barakatuh.
 
2. Ukhti
Arti kata ukhti adalah saudariku, digunakan untuk panggilan seseorang kepada seorang perempuan (tunggal).
 
3. Akhwat
Arti dari akhwat adalah sama seperti ukhti, Hanya saja kata akhwat digunakan kepada perempuan dalam bentuk jamak (lebih dari 1).
 
4. Akhi
Arti dari kata akhi adalah saudaraku. digunakan untuk panggilan seseorang kepada seorang laki-laki (tunggal).
 
5. Ikhwan
Arti dari Ikhwan sama seperti akhi. Hanya saja Ikhwan digunakan untuk panggilan kepada laki-laki dalam bentuk jamak (lebih dari 1).
 
6. Syafakillah dan Syafakallah
Arti dari syafakillah dan arti dari syafakallah adalah semoga Allah menyembuhkanmu. Kata ini digunakan ketika kita bertemu atau mendapati seseorang dalam keadaan sakit. Perbedaan antara Syafakillah dan Syafakallah terletak pada penggunaannya. Syafakillah untuk perempuan, sedangkan Syafakallah untuk laki-laki.
 
7. Barakallahu
Arti dari Barakallah atau Barakallahu adalah “Semoga mendapat berkah dari Allah.”
 
8. Syukran
Arti dari syukran/syukron adalah Terima kasih, kata ini digunakan untuk menunjukan rasa terima kasih kita terhadap pertolongan atau kebaikan orang lain. dan Jawaban dari Syukran adalah Afwan yang artinya adalah Sama-sama. kata syukran biasa juga ditambahkan menjadi Syukran Katsiira yang artinya terima kasih banyak.
 
9. Jazaakumullah Khairan Katsiran
Untuk menunjukan rasa terima kasih terhadap seseorang kita dianjurkan juga untuk mengucapkan kalimat Jazaakumullah Khairan Katsiran yang memiliki arti semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan banyak.
Kalimat ini lebih baik untuk digunakan, karena selain menunjukan rasa terima kasih. Ucapan ini juga mengandung do’a.
 
10. Tafadhdhal
Kata ini digunakan untuk mempersilahkan seseorang. Arti dari kata tafadhdal sendiri adalah “silahkan”. dan digunakan kepada laki- laki atau umum.
 
11. Tafadhdhalii
Memiliki arti yang sama dengan poin no 10. Hanya saja diperuntukan untuk perempuan
 
12. Mumtaaz
Kata mumtaaz adalah kata yang digunakan untuk memberikan pujian, Kata mumtaaz bisa diartikan Bagus banget, sempurna atau kereen.
 
13. Barakallahu Laka
Barakallahu laka adalah do’a untuk pengantin atau digunakan ketika kita mendapati dua orang yang melangsungkan pernikahan. Ucapan lengkapnya adalah “Baarakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fi khoir.” yang artinya: Semoga Allah senantiasa memberkahimu dalam keadaan mudah dan dalam keadaan sulit, serta mengumpulkan kalian berdua senantiasa dalam kebaikan.
 
Kesimpulan Artikel
Mengucapkan selamat ulang tahun, selamat milad, met milad, happy milad, yaumul milad ataupun ucapan selamat tahun bahasa Arab lainnya tidak ada tuntunanya dalam Islam. dan juga tidak ada pelarangannya secara jelas.
Begitupun dalam do’a ulang tahun. Tidak ada yang namanya do’a ulang tahun Islami. Dalam Islam, yang ada adalah do’a meminta panjang umur dan keberkahannya. yang boleh digunakan kapanpun, tidak terkhusus di hari ultah kita.
Yang terbaik adalah, Kita tidak membiasakan diri dengan perayaan ulang tahun yang bersifat hura- hura, mengandung kemunkaran dan pemborosan semata. Seandainya pun kita ingin memperingati hari lahir kita. Peringatilah dengan cara Bermuhasabah dan perbanyak mengucap rasa syukur dan meminta ampunan Allah SWT.
 
Demikianlah artikel tentang Arti Barakallah fii Umrik, Syafakillah, Ukhti, Akhi, Jazakallah, hukum merayakan dan ucapan selamat tahun dalam Islam dan lain sebagainnya.
 
Semoga bermanfaat

Selasa, 03 Oktober 2017

Perbedaan Kalimat Innalillahi dan RIP

Ini Perbedaan Kalimat Innalillahi dan RIP.
Seperti dilansir bersamadakwah.com,
RIP kepanjangan dari (Requiescat in pace) merupakan bagian dari aqidah Katolik, biasa terdapat pada epitaf dan disenandungkan saat Misa Requiem.

Keyakinan ini juga terdapat pada agama Yahudi. Epitaf RIP ditemukan pada nisan Bet Shearim, Yahudi, meninggal 1 Abad Sebelum Masehi.
Rest in Peace dalam bahasa Inggris, variasi lainnya adalah Requiescat in pace, penambahan kata “may (semoga)”.

Ini terkait keyakinan dosa ditebus. Ungkapan RIP dalam bentuk ringkas maupun panjang digunakan pada upacara pemakaman tradisional Yahudi.
Apa pijakannya? Talmud kuno.

RIP dalam bahasa Inggris, yakni rest in peace, tak ditemukan pada kuburan sebelum abad VIII Masehi. Meluas penggunaannya setelah abad XVIII.

Ungkapan RIP pada agama Katolik terdapat dalam Misa Requiem (Missa pro Defunctis) yang merupakan bagian dari ritus Tridente. Paus (Emeritus) Benediktus XVI menyatakan Ritus Tridente (Tridentin) merupakan bentuk misa yang luar biasa.
Ia keluarkan surat edaran tahun 2007. Ini merupakan surat pribadi (motu proprio) kepada seluruh gereja untuk menggunakan Misa Tridentin. Surat ini bermakna penegasan bahwa ungkapan RIP merupakan bagian tak terpisahkan.
Motu proprio (surat pribadi dengan tanda-tangan pribadi) Paus Benediktus XVI (sekarang emeritus) menegaskan kedudukan misa yang melembaga sejak 1570 tersebut.

RIP merupakan bagian penting sebagai semacam “pembersihan dosa secara keseluruhan”. Dalam hal ini menurut penulis Fauzil Adhim, kedudukan RIP saat misa serupa dengan ungkapan/do'a “Allaahummaghfirlahu…”.
Jadi, ini merupakan bagian dari prosesi ibadah. Tentu saja tak sama persis.

Dalam Islam, seorang syaikh tak memiliki otoritas penghapusan dosa dan penentuan nasib seseorang jadi ahli surga.

Orang yang sudah diupacarai dengan misa di mana pernyataan RIP ada di dalamnya, dianggap sudah “bersih” dari dosa (sudah ditebus segala dosa-dosanya).

Jadi, ungkapan RIP memang tidak dapat dibenturkan dengan kalimat istirja’ ( ﺇِﻧَّﺎ ﻟِﻠﻪِ ﻭَﺇِﻧَّﺎ ﺇِﻟَﻴْﻪَ ﺭَﺍﺟِﻌُﻮﻥَ ) Innalillahi wainna ilaihi rojiun, karena memang sangat berbeda kedudukannya.

Ungkapan yang berdekatan, tapi amat berbeda konsep dasarnya dengan istirja’ adalah “telah berpulang ke rumah bapa…”.

Tolong, cermati dengan baik agar tidak menyamakannya.

Lalu bagaimana dengan kalimat innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’un? Kalimat ini bukanlah kalimat doa, kalimat ini juga tidak bermaksud mengirimkan doa orang meninggal, melainkan zikir biasa yang dikaitkan bila ada yang meninggal (padahal milik Allah tidak hanya nyawa manusia).
“Bagaimana bila yang meninggal dunia bukan bukan orang Islam, kenapa ngucap ‘innalillahi’?

Jika yang meninggal itu orang yang beragama apa pun, tidak jadi soal dan tidak perlu dibuat pusing.

Kenapa?
Sebab makna kalimat di atas hanyalah ungkapan bahwa kita ini semua milik Allah dan kita pasti akan kembali kepada-Nya. Bahwa seorang mati dalam keadaan beriman atau tidak beriman, itu urusan masing-masing alias “elu-elu, gue-gue”.
(Wallahu a'lamu bishshowwab)

Semoga Bermanfaat

Senin, 25 September 2017

Bapak Pramuka Indonesia Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Bapak Pramuka Indonesia adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Beliau, selain menjadi Sultan Yogyakarta, Wakil Presiden Republik Indonesia, dan Pahlawan Nasional Indonesia, pun dinobatkan sebagai
Bapak Pramuka Indonesia. Penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia layak mengingat aktivitasnya di dunia kepramukaan (kepanduan) sebelum Gerakan Pramuka lahir (sebelum 1961), saat pendirian Gerakan Pramuka, maupun awal-awal perjalanan Gerakan Pramuka. Berkat pemikiran dan kebijakan yang diambilnya Gerakan Pramuka bisa menjadi seperti sekarang ini. Karenanya sejarah kepramukaan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sosok Bapak Pramuka Indonesia, Hamengkubuwana IX.
Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1988 di Dili (ibu kota Provinsi Timor Timur; saat ini negara Timor Leste) yang kemudian mengukuhkan gelar Bapak Pramuka Indonesia tersebut. Bahkan beliau pun menerima " Bronze Wolf Award ", sebuah penghargaan tertinggi dan satu-satunya dari World Organization of the Scout Movement (WOSM). Di mana baru ada empat orang di Indonesia yang menerima penghargaan ini, yakni: Sri Sultan Hamengku Buwono IX (1973); Abdul Aziz Saleh (1978); John Beng Kiat Liem (1982); dan Letjen TNI (Purn) H Mashudi (1985). Sebelumnya, pada tahun 1972 Sri Sultan pun mendapatkan penghargaan Silver World Award dari Boy Scouts of America.

Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Biografi Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Lahir di Yogyakarta pada 12 April 1912 dengan nama Bendoro Raden Mas Dorodjatun. Hamengkubuwana IX adalah anak kesembilan dari Sri Sultan Hamengkubuwana VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Pendidikannya dimulai dari HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an ia berkuliah di Rijkuniversiteit (sekarang Universiteit Leiden), Belanda.
Pada tanggal 18 Maret 1940, beliau dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta dengan gelar " Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga ing Ngayogyakarta Hadiningrat ".
Beliau adalah Sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia.

Di masa pendudukan Jepang, beliau melarang pengiriman romusha. Saat kemerdekaan RI, beliau bersama Paku Alam IX menjadi penguasa lokal pertama yang menggabungkan diri ke Republik Indonesia. Saat Agresi Militer Belanda I, beliau pula yang mengundang Presiden Soekarno untuk mengungsi dan memerintah Indonesia dari Yogyakarta. Pun Hamengkubuwana IX memiliki peran kunci dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.
Hamengkubuwana IX meninggal di Washington, DC, Amerika Serikat, 2 Oktober 1988 pada umur 76 tahun. Beliau dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta.
Peranan dalam Gerakan Pramuka
Sejak usia muda Hamengkubuwana IX telah aktif dalam organisasi pendidikan kepanduan. Menjelang tahun 1960-an, Hamengkubuwana IX telah menjadi Pandu Agung (Pemimpin Kepanduan). Pada tahun 1961, ketika berbagai organisasi kepanduan di Indonesia berusaha disatukan dalam satu wadah, Sri Sultan Hamengkubuwono IX memiliki peran penting di dalamnya. Presiden RI saat itu, Ir. Soekarno, berulang kali berkonsutasi dengan Sri Sultan tentang penyatuan organisasi kepanduan, pendirian Gerakan Pramuka, dan pengembangannya.
Pada tanggal 9 Maret 1961, Presiden RI membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka . Panitia ini beranggotakan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono (Menteri P dan K), Dr.A. Azis Saleh (Menteri Pertanian), dan Achmadi (Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan terbitnya Kepres Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.
Pada tanggal 14 Agustus 1961, yang kemudian dikenal sebagai Hari Pramuka, selain dilakukan penganugerahan Panji Kepramukaan dan defile, juga dilakukan pelantikan Mapinas (Majelis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari Gerakan Pramuka. Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat sebagai Ketua Kwarnas sekaligus Wakil Ketua I Mapinas (Ketua Mapinas adalah Presiden RI).
Bapak Pramuka Indonesia saat memberi sambutan di Ra
Sri Sultan bahkan menjabat sebagai Ketua Kwarnas (Kwartir Nasional) Gerakan Pramuka hingga empat periode berturut-turut, yakni pada masa bakti 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970 dan 1970-1974. Sehingga selain menjadi Ketua Kwarnas yang pertama kali, Hamengkubuwono IX pun menjadi Ketua Kwarnas terlama kedua, yang menjabat selama 13 tahun (4 periode) setelah Letjen. Mashudi yang menjabat sebagai Ketua Kwarnas selama 15 tahun (3 periode).
Keberhasilan Sri Sultan Hamengku Buwana IX dalam membangun Gerakan Pramuka dalam masa peralihan dari “kepanduan” ke “kepramukaan”, mendapat pujian bukan saja dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Beliau bahkan akhirnya mendapatkan Bronze Wolf Award dari World Organization of the Scout Movement ( WOSM) pada tahun 1973. Bronze Wolf Award merupakan penghargaan tertinggi dan satu-satunya dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) kepada orang-orang yang berjasa besar dalam pengembangan kepramukaan.
Atas jasa tersebutlah, Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka pada tahun 1988 yang berlangsung di Dili (Ibukota Provinsi Timor Timur, sekarang negara Timor Leste), mengukuhkan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Pengangkatan ini tertuang dalam Surat Keputusan nomor 10/MUNAS/88 tentang Bapak Pramuka.

Hal-hal Lain Terkait Hamengku Buwana IX

Riwayat Pendidikan:
Sri Sultan Hamengkubuwana IX saat menjabat sebagai Wakil Presiden
Jabatan:

Lain-lain:
Itulah sejarah dan profil singkat Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengkubuwana IX.
Artikel Terkait Alam Endah 5/19/2015 08:50:00 PM
Taman kanak-kanak atau Frobel School asuhan Juffrouw Willer di Bintaran Kidul 1
Eerste Europese Lagere School (1925) 2
Hogere Burger School (HBS, setingkat SMP dan SMU) di Semarang dan Bandung (1931) 3
Rijkuniversiteit Leiden, jurusan Indologie (ilmu tentang Indonesia) kemudian ekonomi 4
Raja Kesultanan Yogyakarta (1940-1988) 1
Kepala dan Gubernur Militer Daerah Istimewa Yogyakarta (1945-1988) 2
Menteri Negara pada Kabinet Sjahrir III (1946 - 1947) 3
Menteri Negara pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II (1947 - 1947 dan 1947 - 1948) 4
Menteri Negara pada Kabinet Hatta I (1948 - 1949) 5
Menteri Pertahanan/Koordinator Keamanan Dalam Negeri pada Kabinet Hatta II (1949 - 20 1949) 6
Menteri Pertahanan pada masa RIS (1949 - 1950) 7
Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Natsir (1950 - 1951) 8
Ketua Dewan Kurator Universitas Gajah Mada Yogyakarta (1951) 9
Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (1956) 10
Ketua Sidang ke 4 ECAFE ( Economic Commision for Asia and the Far East ) dan Ketua Pertemuan Regional ke 11 Panitia Konsultatif Colombo Plan (1957) 11
Ketua Federasi ASEAN Games (1958) 12
Menteri/Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (1959) 13
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1961-1974) 14
Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan PBB tentang Perjalanan dan Pariwisata (1963) 15
Menteri Koordinator Pembangunan (1966) 16
Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi 11 (Maret 1966) 17
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1968) 18
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia/KONI (1968) 19
Ketua Delegasi Indonesia di Konferensi Pasific Area Travel Association (PATA) di California, Amerika Serikat (1968) 20
Wakil Presiden Republik Indonesia (1973 - 1978) 21
Pahlawan Nasional Indonesia (ditetapkan pada 8 Juni 2003) 1
Bapak Pramuka Indonesia (ditetapkan pada 1988) 2
Raja Kesultanan Yogyakarta terlama (1940-1988) 3
Gubernur terlama yang menjabat di Indonesia (1945-1988) 4
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka dengan periode terbanyak (4 periode) 5
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka dengan masa bakti terlama kedua (13 tahun) 6
Orang Indonesia pertama peraih Bronze Wolf Award dari WOSM (1973) 7
Penerima Silver World Award dari Boy Scouts of America (1972) 8
Google

Sejarah Pramuka

Sejarah Pramuka di Dunia dan Indonesia - Praja Muda Karana atau lebih dikenal sebagai Pramuka, merupakan istilah yang memiliki arti kaum muda yang suka berkarya. penggunaan istilah Pramuka di Indonesia baru resmi digunakan pada tahun 1961. Akan tetapi gerakan pramuka sebenarnya sudah ada dengan nama kepanduan sejak zaman penjajahan belanda.
Bagi anda yang belum tahu tentang sejarah pramuka dan ingin tahu seperti apa sejarah pramuka di Indonesia maupun sejarah pramuka di dunia. Berikut ini kami sajikan ulasan tentang sejarah lengkap pramuka di indonesia dan dunia.
Kata "pramuka" hanya dipakai di Indonesia sedangkan di dunia pramuka disebut Scout. Gerakan yang juga disebut Scout Movement atau Scouting ini bertujuan untuk pengembangan para pemuda secara mental, spiritual dan fisik. Sejarah pramuka di dunia sendiri dimulai pada 25-7-1907 ketika Lord Robert Baden Powell saat itu menjabat sebagai Letnan Jendral tentara Inggris untuk pertama kalinya melaksanakan perkemahan pramuka selama 8 hari di pulau Brown Sea, Inggris. perkemahan tersebut ia adakan sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkan scouting secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea. kemudian pada tahun 1908 Powel menulis buku tentang prinsip dasar kepramukaan dengan judul pramuka untuk laki-laki (Scouting for Boys).

Pada tahun 1912 dengan bantuan Agnes (adik perempuannya) maka terbentuklah organisasi pramuka untuk wanita dengan nama "Girls Guides".
Baca Juga: Kumpulan Informasi CPNS (Terlengkap dan Gratis)
Kemudian pada 1916 di dirikanlah kelompok pramuka siaga dengan nama CUB (anak srigala). Pedoman kegiatan yang dilakukannya merujuk pada sebuah buku karangan Rudyard Kipling dengan judul "The Jungle Book".
Pada tahun 1918 Powell kembali membentuk Rover Scout, yaitu organisasi pramuka yang ditujukan bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. empat tahun kemudian tepatnya tahun 1922 Powel menerbitkan buku dengan judul "Rovering To Succes".
Tahun 1920 adalah tahun yang sangat krusial pada sejarah pramuka dimana untuk pertama kalinya di laksanakan Jambore di dunia. Selain itu pada tahun 1920 juga dibentuk Dewan Internasional pramuka yang memiliki anggota 9 orang biro dan biro pusat di London. Biro Pramuka Putri memiliki lima kantor pusat sekretariat di London dan biro kantor wilayah di Arab, Amerika Latin, Eropa dan Asia Pasifik. sedangkan Biro pramuka putra dunia memiliki lima kantor wilayah yaitu Filipina, Nigeria, Mesir, Swiss dan Costa Rica.
Jambore Dunia pertama di adakan di Olympia Hall, London. Dalam kegiatan itu diundang peserta dari 27 Negara dan pada jambore pertama Lord Robert Baden Powell diangkat sebagai Chief Scout of The World (Bapak Pandu Sedunia).
Pelaksanaan Jambore dunia:
Jambore ke I Tahun 1924 di Olympia Hall, London.
Jambore ke II Tahun 1924 di Ermelunden, Copenhagen, Denmark
Jambore ke III Tahun 1929 di Arrow Park, Birkenhead, Inggris
Jambore ke IV Tahun 1933 di Budapest, Hongaria
Jambore ke V Tahun 1937 di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda
Jambore ke VI Tahun 1947 di Moisson Prancis
Jambore ke VII Tahun 1 Kamergaut, Austria
Jambore ke VIII Tahun 1955 di Sut coldfild, Inggris
Jambore ke IX Tahun 1959 di Makiling, Philipina
Jambore ke X Tahun 1963 di Marathon, Yunani
Jambore ke XI Tahun 1967 di Amerika Serikat
Jambore ke XII Tahun 1971 di Asa Jepang
Jambore ke Lillehammer, Norwegia
Jambore ke Neishaboor, Iran (dibatalkan)
Jambore ke XV Tahun 1983 di Kananaskis, Alberta, Kanada
Jambore ke XVI Tahun 1987 di Cataract Scout Park, Australia
Jambore ke XVII Tahun 1991 di Ko Selatan
Jambore ke XVIII Tahun 1995 di Belanda
Jambore ke XIX Tahun 1999 di Amerika Serikat
Jambore ke XX Tahun 2003 di Thailand
Jambore ke XXI Tahun 2007 di Ta Hylands, Chelmsford, Essex, Inggris
Jambore ke XXII Tahun 2011 di Rinkaby, Kristianstad, Scania, Swedia
Jambore ke XXIII Tahun 2015 di Pan Kirara, Yamaguchi, Jepang
Jambore ke XXIV Tahun 2 Summit Bechtel Family National Scout Reserve, Amerika Serikat
Scouting di kenal di Indonesia dengan istilah Kepramukaan. Melalui buku "Scouting for Boy" Kepramukaan berkembang di Indonesia. kemudian Pada dekade 1950-1960 organisasi Kepramukaan tumbuh pesat baik jumlah dan ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi Kepramukaan yang berafiliasi pada parpol, yang tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar Kepramukaan.
Memperhatikan keadaan yang demikian dan atas dorongan para tokoh Kepramukaan saat itu, serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960, Bung Karno (Presiden RI saat itu) selaku mandataris MPRS pada tanggal 9-3-1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka. Bung Karno merasa berkewajiban menjalankan amanat MPRS, untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan (Kepramukaan) sebagai salah satu komponen bangsa yang berguna dalam mendorong pembangunan negara.
Baca Juga: Cerita Motivasi: Bahagia itu,.. Sederhana
Maka dari itu Soekarno menyatakan pembubaran organsiasi kepanduan (Kepramukaan) di Indonesia dan menggabungkannya ke dalam suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal dengan nama
GERAKAN PRAMUKA yang diberi tanggung jawab menjalankan pendidikan kepanduan kepada pemuda serta anak-anak Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang TUNAS KELAPA di bentuk atas KEPPRES (Keputusan Presiden) Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20-5-1961.

Meskipun Gerakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan KEPPRES (Keputusan Presiden) Nomor 238 tahun 1961, tapi secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada publik pada tanggal 14-8-961 sesaat setelah Presiden RI menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan KEPPRES Nomor 448 Tahun 1961. Sejak saat itu maka 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.

Seiring Jalannya waktu perkembangan Gerakan Pramuka mengalami naik turun, karena gerakan ini tidak dianggap pentingnya oleh kaum muda. menindak lanjuti hal tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45, Presiden SBY mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Implementasi Revitalisasi Gerakan Pramuka antara lain adalah dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka, yang sudah menghasilkan terbitnya UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
Anggota Gerakan Pramuka terdiri atas Anggota Dewasa dan Anggota Muda. Anggota Muda merupakan Peserta Didik Gerakan Pramuka yang dibagi menjadi beberapa golongan di antaranya:
Golongan Siaga adalah berumur 7 - 10 tahun yang berumur 11 - 15 tahun yang berumur 16 - 20 tahun yang berumur 21 - 25 tahun
Anggota yang berusia di atas 25 tahun berstatus sebagai anggota dewasa. Anggota dewasa Gerakan Pramuka terdiri dari:
Instruktur Saka
Pamong Saka
Pembantu Pembina
Pelatih Pembina
Pembina Pramuka
Tenaga Pendidik
Demikianlah Artikel tentang Sejarah Lengkap Pramuka di Dunia dan Indonesia. Semoga artikel diatas dapat bermanfaat bagi kita semua baik itu pengertian pramuka, gerakan pramuka, pramuka penggalang, pramuka penegak, pramuka indonesia, sejarah pramuka dunia dan sejarah pramuka di indonesia.

Bapak Pramuka Indonesia VS Bapak Pandu Indonesia

Membaca judul artikel ini, Bapak Pramuka Indonesia vs Bapak Pandu Indonesia mungkin membuat sebagian kita bertanya-tanya. Ada apa dengan Bapak Pramuka Indonesia dan Bapak Pandu Indonesia?

Bagi sebagian anggota pramuka ada yang berpendapat bahwa kedua gelar tersebut disematkan kepada orang yang berbeda. Dimana Bapak Pramuka Indonesia disandang oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX sedangkan gelar Bapak Pandu Indonesia diberikan kepada KH. Agus Salim.

Bahkan tahukah, Kakak, bahwa ada seorang tokoh pramuka lainnya yang digadang-gadang sebagai Bapak Pandu Indonesia? Ialah Dr. Moewardi, pendiri Jong Java Padvinders (yang kemudian berganti nama menjadi Pandoe Kebangsaan) dan tokoh Kepandoean Bangsa Indonesia yang sudah sejak awal menyuarakan bersatunya perkumpulan-perkumpulan Pandu saat itu dalam satu wadah.

Namun ada juga anggota pramuka yang berpendapat berbeda. Yang ada hanyalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Bahkan menganggap kedua gelar tersebut, baik Bapak Pramuka Indonesia maupun Bapak Pandu Indonesia sebagai satu gelar yang sama sehingga cukup diberikan kepada satu orang. Dalam artian, Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan Bapak Pramuka Indonesia yang otomatis dapat disebut juga sebagai Bapak Pandu Indonesia.

Mari kita uraikan bersama berdasarkan beberapa fakta sejarah kepramukaan di Indonesia berikut ini.

1. Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Sri Sultan Hamengku Buwono IX adalah salah satu tokoh pramuka yang perjuangannya tidak diragukan lagi dalam pembentukan Gerakan Pramuka. Beliau adalah penerima Panji Gerakan Pramuka saat pertama kali diserahterimakan oleh Presiden RI, Ir. Soekarno pada 14 Agustus 1961. Sri Sultan Hamengku Buwono IX adalah Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang pertama kali. Bahkan menjabat hingga dalam empat periode berturut-turut mulai dari periode 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970 dan 1970-1974.

Jasa Sri Sultan Hamengku Buwono IX tidak hanya diakui di dalam negeri. WOSM (World Organization of the Scout Movement) pada tahun 1973 menganugerahinya Bronze Wolf Award merupakan penghargaan tertinggi dan satu-satunya dari WOSM.

Bahkan kata 'pramuka' pun dicetuskan dan dipilih oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX untuk menamai kepanduan di Indonesia. Kata pramuka ini diambil dari istilah 'paramuka' yang merupakan nama pasukan khusus dan terdepan di Keraton Yogyakarta pada jaman Penjajahan Belanda.

2. KH. Agus Salim

KH. Agus Salim merupakan tokoh Sarekat Islam (salah satu organisasi pelopor pergerakan nasional) yang menaruh perhatian pada pendidikan kepanduan. Beliau lah yang pertama kali mengusulkan dan menggunakan istilah 'pandu' dan 'kepanduan' untuk mengganti istilah sebelumnya 'padvinder' dan 'padvinderij' yang oleh Belanda dilarang penggunaannya bagi organisasi kepramukaan yang didirikan oleh bumiputera (orang Indonesia).

Istilah 'pandu' dan 'kepanduan' diperkenalkan pertama kali saat konggres Sarekat Islam Afdeeling Padvinderij (SIAP) di Banyumas, Jawa Tengah, pada tahun 1928. SIAP sendiri adalah organisasi kepanduan milik Sarekat Islam, Atas usul tersebut SIAP kemudian berubah kepanjangannya menjadi Sarekat Islam Afdeeling Pandoe.

3. Bapak Pramuka Indonesia

Gelar Bapak Pramuka Indonesia yang disematkan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan keputusan resmi Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka. Adalah Munas Gerakan Pramuka Tahun 1988 di Dili, Timor Timur (sekarang negara Timor Leste) yang kemudian mengangkat Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia melalui keputusan bernomor 10/Munas/1988 tentang Bapak Pramuka.

Munas merupakan forum tertinggi dengan keputusan tertinggi pula dalam Gerakan Pramuka. Sehingga penetapan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia memang memiliki dasar hukum yang sangat kuat di dalam Gerakan Pramuka.

4. Bapak Pandu Indonesia

Gelar Bapak Pandu Indonesia, oleh sebagian pihak, disematkan kepada KH. Agus Salim atas jasanya merubah istilah 'padvinder' dan 'padvinderij' yang berasal dari bahasa Belanda menjadi 'pandu' dan 'kepanduan'.

Namun harus diakui, hingga saat ini tidak ada satu ketetapan hukum pun yang mendasari penganugerahan gelar tersebut. Dalam berbagai ketetapan Munas, keputusan Kwartir Nasional, maupun peraturan perundangan lainnya di pramuka, tidak satupun yang menetapkan KH. Agus Salim sebagai Bapak Pandu Indonesia.

Bahkan tidak ditemukan siapa yang pertama kali menyatakan bahwa KH. Agus Salim sebagai Bapak Pandu Indonesia.

Tanpa mengecilkan jasa KH. Agus Salim sebagai tokoh nasional yang menaruh perhatian tinggi pada pendidikan kepanduan di Indonesia, perlu ditegaskan bahwa gelar H. Agus Salim sebagai Bapak Pandu Indonesia tidak memiliki dasar yang jelas.

5. Pandu vs Pramuka

Pandu dan pramuka sebenarnya adalah padanan kata. Pandu itu ya pramuka dan pramuka itu ya pandu.

Demikian juga halnya dengan gelar Bapak Pramuka Indonesia seharusnya sama dengan Bapak Pandu Indonesia. Sehingga cukup satu saja penyebutannya yakni "Bapak Pramuka Indonesia adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX". Layaknya Baden Powell yang di Indonesia dikenal sebagai Bapak Pramuka Sedunia dan dapat pula diucapkan sebagai Bapak Pandu Sedunia.

Pramuka di Indonesia telah melalui sejarah yang panjang. Mulai dari awal masuknya ke nusantara saat dibawa oleh penjajah Belanda dengan Netherland Indische Padvinder Vereniging (Persatuan Pandu-Pandu Belanda)-nya, berdirinya organisasi-organisasi kepanduan bumiputera seperti JPO (Javananse Padvinders Organizatie) dan JPP  (Jong Java Padvinderij), kesadaran untuk mulai menyatukan organisasi kepandunian bumiputera seperti terbentuklah KBI (Kepanduan Republik Indonesia) dan PAPI (Persatuan Antar Pandu-Pandu Indonesia), dan dilarangnya aktivitas kepanduan di masa pendudukan Jepang. Juga dinamika kepanduan di masa kemerdekaan dengan puncaknya meleburnya berbagai organisasi kepanduan dalam Gerakan Pramuka pada tahun 1961.

Rangkaian sejarah kepramukaan di Indonesia ini merupakan kesatuan sejarah yang tidak harus dipotong-potong dalam periode-periode tersendiri atau malah berdasarkan penggunaan istilah-istilah di dalamnya. Baik ketika menggunakan istilah 'padvinder', pandu, maupun pramuka, semuanya adalah satu pramuka. Dengan pemahaman ini, tentu tidak arif untuk memisahkan antara Bapak Padivinder Indonesia, Bapak Pandu Indonesia, maupun Bapak Pramuka Indonesia. Biarlah semuanya cukup satu saja, Bapak Pramuka Indonesia.

Tidak perlu lagi ada pemisahan seorang tokoh diberikan gelar "Bapak Pandu Indonesia" dan tokoh lainnya sebagai "Bapak Pramuka Indonesia". Sehingga kalau ada pertanyaan, siapakah Bapak Pramuka Indonesia, jawabnya adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Dan jika muncul pertanyaan, siapakah Bapak Pandu Indonesia, jawabnya tetap sama, Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Biografi Bapak Pandu Sedunia

Biografi bapak pandu sedunia (robert stephson baden powell)

Nama Lengkap : Robert Stephenson Smyth Baden Powell.
Nama Panggilan : Baden Powell atau BP (bee-pee/bipi).
Nama Kecil : Ste, Stephe, Stephenson atau Steevie.
Tempat / Tanggal Lahir : London ( Inggris ) / 22 Februari 1857.
Wafat : Nyeri, Kenya 8 Januari 1941.
Nama Ayah : Prof.Domine Baden Powell.
Nama Ibu : Miss Henrietta Grace Smyth.
Nama Saudara : Warrington, George, Augustus, Frank, Penrose, Agnes, Henrietta, Jessie dan Baden Fletcher.

Nama Istri : Olave St.Clair Soames ( Lady Baden Powell ).
Nama Anak : Peter, Heather dan Betty.
Buku Buku Karya BP : Scouting For Boys, Aids To Scouting, Rovering to Success dsb.
Penghargaan : Ashanti Star (1895), Metabele Campaign (1897), South African War Queens (1899), South African War Kings (1901), Companion Order of yhe Batc (1900),dsb.

Warga Kehormatan : Newcastle, Tyne, Bangor, Cardiff, Harwich, Kingston on Thames, Poole, Guildford, Blandford, London, Canterbury ddan Pontecraft.

Cerita singkat tentang BP:
BP adalah seorang tentara inggris dan penemu the Boy Scouts, lahir di london dan merupakan lulusan Charterhouse School. Bergabung dengan pasukan Hussars ke-13 di India pada tahun 1876. Dari 1888 s/d 1895, BP sukses bertugas, di India, Afganistan, Zulu, dan Ashanti. Sebelum dan semasa Perang Boer, BP bertugas sebagai perwira staff dari pasukan Kerajaan Inggris (1896-1897), menjadi kolonel dari pasukan berkuda, Afrika Selatan, dan Letnan Kolonel dari Pengawal Nagake-5 (5th Dragon Guards, 1897-1899). Karena keberaniaan dan penggabdiannya selama mertahankan Kota Mafikeng (dulu Mafeking) dari kepunyaan musuh, dipromosikan menjadi mayor jenderal.
BP kemudian kembali ke Inggris, pad tahun 1908 BP menjadi Letnan Jenderal. Dianugrahi gelar KeSATRIA tahun 1909, kemudian pensiun dari dinas militer pada tahun berikutnya. BP membentuk the Boys Scouts di tahun 1908 dan dua tahun berikutnya BP membantu mendirikan the Girl Guides, organisasi serupa untuk para anak anak dan remaja putri selama Perang Dunia

Rabu, 20 September 2017

Fadhilah Bulan Muharram

SUDAH 1438 tahun perjalanan sejarah Hijrahnya Rasulullah Saw berlalu. Makna hijrah bagi kaum Muslim memiliki makna yang sangat dalam dan mendasar yaitu suara hati, perasaan yang sangat mendasar (Alwizdan), mengaktualisasikan nilai-nilai akidah yang bertujuan untuk memisahkan antara yang hak dan yang batil yaitu dengan berhijrah kepada Allah Swt secara totalitas.
Hijrah dari kemusyrikan dan kekufuran kepada nilai-nilai Islam yang murni.
Awal dari hijrahnya kenabian ini bertujuan untuk keluar dari belenggu masyarakat Jahiliyah dan berbagai unsur budayanya pada masa itu dan menuju kepada berdirinya Negara Islam di Madinah Munawwarah. Dari awal hijrah inilah menjadi ujung tombak terbentuknya sejarah Hijriyah yang dikenal dengan “Taqwim Hijrie; penanggalan Hijriyah atau tahun hijriyah” di kalangan umat Islam, yang berawal dari hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Makkah ke Yatsrib yang akhirnya nama ini berubah menjadi nama Madinah Almunawwarah.
Makna Hijrah dan keutamaan hijrah yang Allah Swt gambarkan dalam Alqur’an diantaranya sebagai berikut,
ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍْ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻫَﺎﺟَﺮُﻭﺍْ ﻭَﺟَﺎﻫَﺪُﻭﺍْ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺃُﻭْﻟَـﺌِﻚَ ﻳَﺮْﺟُﻮﻥَ ﺭَﺣْﻤَﺖَ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺍﻟﻠّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَّﺣِﻴﻢٌ ‏( ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ ‏[ 2 ‏] : 218 )
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ” (QS. Albaqarah [2] : 218)

ﻓَﺎﺳْﺘَﺠَﺎﺏَ ﻟَﻬُﻢْ ﺭَﺑُّﻬُﻢْ ﺃَﻧِّﻲ ﻻَ ﺃُﺿِﻴﻊُ ﻋَﻤَﻞَ ﻋَﺎﻣِﻞٍ ﻣِّﻨﻜُﻢ ﻣِّﻦ ﺫَﻛَﺮٍ ﺃَﻭْ ﺃُﻧﺜَﻰ ﺑَﻌْﻀُﻜُﻢ ﻣِّﻦ ﺑَﻌْﺾٍ ﻓَﺎﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻫَﺎﺟَﺮُﻭﺍْ ﻭَﺃُﺧْﺮِﺟُﻮﺍْ ﻣِﻦ ﺩِﻳَﺎﺭِﻫِﻢْ ﻭَﺃُﻭﺫُﻭﺍْ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻠِﻲ ﻭَﻗَﺎﺗَﻠُﻮﺍْ ﻭَﻗُﺘِﻠُﻮﺍْ ﻷُﻛَﻔِّﺮَﻥَّ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻭَﻷُﺩْﺧِﻠَﻨَّﻬُﻢْ ﺟَﻨَّﺎﺕٍ ﺗَﺠْﺮِﻱ ﻣِﻦ ﺗَﺤْﺘِﻬَﺎ ﺍﻷَﻧْﻬَﺎﺭُ ﺛَﻮَﺍﺑًﺎ ﻣِّﻦ ﻋِﻨﺪِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺍﻟﻠّﻪُ ﻋِﻨﺪَﻩُ ﺣُﺴْﻦُ ﺍﻟﺜَّﻮَﺍﺏِ ‏( ﺍﻝ ﻋﻤﺮﺍﻥ ‏[ 3 ‏] : 195 )
Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.” (QS. Ali Imran [3] : 195)

ﻭﺍﻟﺴﺎﺑﻘﻮﻥ ﺍﻷﻭﻟﻮﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻬﺎﺟﺮﻳﻦ ﻭﺍﻷﻧﺼﺎﺭ ﻭﺍﻟﺬﻳﻦ ﺍﺗﺒﻌﻮﻫﻢ ﺑﺈﺣﺴﺎﻥ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻭﺭﺿﻮﺍ ﻋﻨﻪ ﻭﺃﻋﺪ ﻟﻬﻢ ﺟﻨﺎﺕ ﺗﺠﺮﻱ ﺗﺤﺘﻬﺎ ﺍﻷﻧﻬﺎﺭ ﺧﺎﻟﺪﻳﻦ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﺑﺪﺍ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻔﻮﺯ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ‏( ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ‏[ 9 ‏] : 100 )
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” (QS. Attaubah [9] : 100)

ﻭﺍﻟﺬﻳﻦ ﺗﺒﻮﺅﻭﺍ ﺍﻟﺪﺍﺭ ﻭﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻬﻢ ﻳﺤﺒﻮﻥ ﻣﻦ ﻫﺎﺟﺮ ﺇﻟﻴﻬﻢ، ﻭﻻ ﻳﺠﺪﻭﻥ ﻓﻲ ﺻﺪﻭﺭﻫﻢ ﺣﺎﺟﺔ ﻣﻤﺎ ﺃﻭﺗﻮﺍ ﻭﻳﺆﺛﺮﻭﻥ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺑﻬﻢ ﺧﺼﺎﺻﺔ ﻭﻣﻦ ﻳﻮﻕ ﺷﺢ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﺄﻭﻟﺌﻚ ﻫﻢ ﺍﻟﻤﻔﻠﺤﻮﻥ ‏( ﺍﻟﺤﺸﺮ ‏[ 59 ‏] : 9 )
“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung” (QS. Alhasyar [59] : 9)

Dari ayat-ayat Alqur’an di atas makna hijrah mengandung interpretasi yang begitu luas baik secara ruhiyah, bathiniyah maupun lahiriyah, baik secara mikro maupun makro.
Tahun baru hijriyah atau makna dari kata “Hijrah” itu sendiri merupakan momentum bagi kaum Muslimin untuk terus mampu dalam berkreasi, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, menjunjung tinggi hak asasi manusia, menciptakan birokrasi yang modern, transparan, rapi dan bersih, membangun dan menegakkan keadilan hukum yang tegas dan berwibawa, kemajuan diberbagai bidang seperti politik, sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, industri, informasi, tekhnologi, meliter, dan lain sebagainya menuju peradaban sebuah negara yang aman, sejahtera dan makmur yang mampu bersaing dengan negara lain secara terhormat dan beradab untuk membangun kemaslahatan umat manusia diseluruh dunia.

Keutamaan Bulan Haram dan Muharram

Tahun baru Islam jatuh di antara bulan Haram yaitu bulan Muharram. Bulan Haram ada empat dari bulan Arab hijriyah yaitu Muharram (bulan ke-1), Rajab (bulan ke-7), Dzulqa’dah (bulan ke-11), dan Dzulhijjah (bulan ke-12), sebagaimana Rasulullah Saw bersabda,

ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺑﻜﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺧﻄﺐ ﻓﻲ ﺣَﺠِّﺘِﻪ، ﻓﻘﺎﻝ : ﺃﻻ ﺇﻥ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﻗﺪ ﺍﺳﺘﺪﺍﺭ ﻛﻬﻴﺌﺘﻪ ﻳﻮﻡ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺴﻤﻮﺍﺕ ﻭﺍﻷﺭﺽ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﺛﻨﺎ ﻋﺸﺮ ﺷﻬﺮﺍً ﻣﻨﻬﺎ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺣﺮﻡ، ﺛﻼﺛﺔ ﻣﺘﻮﺍﻟﻴﺎﺕ ﺫﻭ ﺍﻟﻘﻌﺪﺓ ﻭﺫﻭ ﺍﻟﺤﺠﺔ ﻭﺍﻟﻤﺤﺮﻡ ﻭﺭﺟﺐ ﻣﻀﺮ ﺑﻴﻦ ﺟﻤﺎﺩﻯ ﻭﺷﻌﺒﺎﻥ ‏( ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ )
Dari Abu Bakar r.a, bahwa Rasulullah berkhotbah ketika beliau melaksanakan haji, beliau berkata: ketahuilah bahwa zaman itu akan terus berputar seperti bentuknya. Hari menciptakan Allah Swt pada langit dan bumi itu dalam setahun sebanyak 12 bulan diantaranya ada 4 bulan Haram, 3 yang berturutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram sedangkan bulan Rajab dihimpit antara bulan Jumadi (Jumadil Awwal dan Jumadil Akhir) dan bulan Sya’ban.( HR. Bukhari- Muslim)
Pada bulan-bula Haram diharamkan berperang terkecuali jika diperangi, maka boleh melawan mempertahankan diri untuk berperang. Sebagaimana Allah Swt befirman,
ﺇِﻥَّ ﻋِﺪَّﺓَ ﺍﻟﺸُّﻬُﻮﺭِ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﺛْﻨَﺎ ﻋَﺸَﺮَ ﺷَﻬْﺮًﺍ ﻓِﻲ ﻛِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻷَﺭْﺽَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺃَﺭْﺑَﻌَﺔٌ ﺣُﺮُﻡٌ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟﺪِّﻳﻦُ ﺍﻟْﻘَﻴِّﻢُ ﻓَﻼ ﺗَﻈْﻠِﻤُﻮﺍ ﻓِﻴﻬِﻦَّ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ .. ‏( ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ‏[ 9 ‏] 36: )
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu” (QS. Attaubah [9] : 36)

Pada bulan-bulan Haram digandakan bagi siapa saja yang melakukan kebajikan begitu juga bagi orang yang melakukan kejahatan, pendapat ini juga disepakati oleh Imam Qurthubi. Namun sebagian ulama orang yang berbuat kejahatan pada bulan tersebut tidak digandakan.
Menurut Imam Syafi’i dan kebanyakan para ulama bagi yang berperang tanpa sebab pada bulan-bulan Haram maka dia wajib membayar Diat.

Keutamaan di antara bulan haram, yaitu pada bulan Muharram disunnahkan berpuasa sebagaimana Rasulullah Saw bersabda,
ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺪﻡ ﺍﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ﻓﻮﺟﺪ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﺻﻴﺎﻣﺎً ﻳﻮﻡ ﻋﺎﺷﻮﺭﺍﺀ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻬﻢ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ‏( ﻣﺎ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﺼﻮﻣﻮﻧﻪ؟ ‏) ﻓﻘﺎﻟﻮﺍ : ﻫﺬﺍ ﻳﻮﻡ ﻋﻈﻴﻢ ﺃﻧﺠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻪ ﻣﻮﺳﻰ ﻭﻗﻮﻣﻪ، ﻭ ﺃﻏﺮﻕ ﻓﺮﻋﻮﻥ ﻭﻗﻮﻣﻪ، ﻓﺼﺎﻣﻪ ﻣﻮﺳﻰ ﺷﻜﺮﺍً، ﻓﻨﺤﻦ ﻧﺼﻮﻣﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ‏( ﻓﻨﺤﻦ ﺃﺣﻖ ﻭﺃﻭﻟﻰ ﺑﻤﻮﺳﻰ ﻣﻨﻜﻢ ‏) ﻓﺼﺎﻣﻪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺃﻣﺮ ﺑﺼﻴﺎﻣﻪ .. ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ .
“Dari Ibnu Abbas r.a bahwa ketika Rasulullah Saw di Madinah berjumpa kepada orang Yahudi sedang berpuasa ‘Asura. Rasulullah Saw berkata kepada mereka: Hari ini hari apa, kenapa kalian berpuasa pada hari ini? Mereka (orang Yahudi) berkata: Hari ini adalah hari agung, di mana Allah Swt telah menyelamatkan Musa dan umatnya, dan Allah tenggelamkan Fir’aun dan pengikutnya, pada hari ini Musa berpuasa karena kesyukurannya tersebut, oleh karena itulah kami juga (orang Yahudi) melakukan puasa pada hari ini (hari ‘Asyura). Berkata Rasulullah Saw: Maka kamilah yang lebih berhak terhadap Musa daripada kamu sekalian (orang Yahudi), maka Rasulullah Saw berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa (pada hari ‘Asyura) ” (HR. Bukhari Muslim)

Keutamaan lain puasa ‘Asyura, bahwa Allah Swt menghapuskan dosa-dosa hambanya setahun yang lalu. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda,
ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻗﺘﺎﺩﺓ ﺃﻥ ﺭﺟﻼً ﺳﺄﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻦ ﺻﻴﺎﻡ ﻳﻮﻡ ﻋﺎﺷﻮﺭﺍﺀ، ﻓﻘﺎﻝ : ﺇﻧﻲ ﺃﺣﺘﺴﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﻜﻔﺮ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﻗﺒﻠﻪ ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ )
“Dari Abu Qatadah, ada seseorang bertanya kepada Nabi Saw tentang puasa ‘Asyura (10 Muharram) Sesungguhnya (kelebihan bagi orang yang berpuasa ‘Asyura) adalah Allah Swt menghapuskan dosanya satu tahun yang lalu ” (HR. Muslim)
Rasulullah sangat suka dan selalu melakukan puasa ‘Asyura untuk mencari pahala dan harapan keredaan Allah Swt, sebagaimana sabda beliau,

ﻭﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻗﺎﻝ : ﻣﺎ ﺭﺃﻳﺖُ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﺘﺤﺮّﻯ ﺻﻴﺎﻡ ﻳﻮﻡ ﻓﻀﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮﻩ ﺇﻻ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﻳﻮﻡ ﻋﺎﺷﻮﺭﺍﺀ، ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﺸﻬﺮ ﻳﻌﻨﻲ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ‏) ﻭﻣﻌﻨﻰ ﻳﺘﺤﺮﻯ، ﺃﻱ : ﻳﻘﺼﺪ ﺻﻮﻣﻪ ﻟﺘﺤﺼﻴﻞ ﺛﻮﺍﺑﻪ ﻭﺍﻟﺮﻏﺒﺔ ﻓﻴﻪ
.
“Dari Ibnu Abbas r.a berkata: tidaklah aku melihat Rasulullah Saw bermaksud untuk berpuasa mengharapkan pahala dan kelebihannya selai puasa Ramadhan yaitu beliau puasa ‘Asyura (10 Muharram) ” (HR. Bukhari)

Namun Nabi Muhammad Saw menganjurkan kepada umatnya untuk berpuasa tiga hari pada bulam Muharram yaitu pada tanggal 9, 10 dan 11 Muharram untuk membedakan puasanya kaum Muslimin dan puasanya orang-orang Yahudi, sebagaimana sabda beliau,

ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ، ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ‏( ﺧﺎﻟﻔﻮﺍ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﺻﻮﻣﻮﺍ ﻳﻮﻣﺎً ﻗﺒﻠﻪ ﺃﻭ ﻳﻮﻣﺎً ﺑﻌﺪﻩ ‏) ، ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺍﺑﻦ ﺧﺰﻳﻤﺔ .
“Dari Ibnu Abbas r.a Rasulullah Saw bersabda: Kamu bedakanlah (puasa pada bulan Muharram) dengan kebiasaan orang Yahudi, berpuasalah kamu sehari sebelumnya (10 Muharram) dan sehari sesudahnya (sesudah 10 Muharram) yaitu 9, 10 dan 11 pada bulan Muharram” (HR. Ahmad dan Ibnu Khuzaimah)

Rasulullah Saw juga membedakan kelebihan puasa puasa putih (Shaum Yaum Albidh), puasa Ramadhan, puasa ‘Arafah dan puasa ‘Asyura, sebagaimana sabda beliau,

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻗﺘﺎﺩﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ : ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ﺛﻼﺙ ﻣﻦ ﻛﻞ ﺷﻬﺮ، ﻭﺭﻣﻀﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﺭﻣﻀﺎﻥ، ﻓﻬﺬﺍ ﺻﻴﺎﻡ ﺍﻟﺪﻫﺮ ﻛﻠﻪ، ﺻﻴﺎﻡ ﻳﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ ﺃﺣﺘﺴﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﻜﻔّﺮ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﻗﺒﻠﻪ، ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺑﻌﺪﻩ ، ﻭﺻﻴﺎﻡ ﻳﻮﻡ ﻋﺎﺷﻮﺭﺍﺀ ﺃﺣﺘﺴﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﻜﻔِّﺮ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﻗﺒﻠﻪ . ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺣﻤﺪ ﻓﻲ ﻣﺴﻨﺪﻩ ﻭﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺤﻪ ﻭﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻓﻲ ﺳﻨﻨﻪ ﻭﺭﻭﺍﻩ
ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻓﻲ ﺳﻨﻨﻪ ﻭﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻦ ﺧﺰﻳﻤﺔ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺤﻪ )
“Dari Abu Qatadah r.a. Rasulullah Saw bersabda: 3 hari perpuasa setiap bulanya, berpuasa Ramadhan setiap tahunnya, maka ini sama seperti berpuasa sepanjang tahun. Puasa pada hari ‘Arafah kelebihannya bahwa Allah Swt menghapuskan dosanya satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Dan puasa pada hari ‘Asyura (10 Muharram) keutamaannya bahwa Allah Swt menghapuskan dosanya satu tahun yang lalu” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Atturmudzi, dan Ibnu Khuzaimah).

Menurut Imam Nawawi dosa yang diampuni adalah dosa-dosanya yang kecil bukan dosa-dosa besar.

Jika melakukan puasa ‘Asyura hanya pada hari tanggal 10 Muharram saja tidak mengapa, sebagaimana sabda Nabi Saw,

ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ – ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ – ﻗﺎﻝ : ﺃﻣﺮ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﺼﻮﻡ ﻳﻮﻡ ﻋﺎﺷﻮﺭﺍﺀ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻌﺎﺷﺮ ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻓﻲ ﺳﻨﻨﻪ ، ﻭﻗﺎﻝ : ﺣﺪﻳﺚ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴﻦ ﺻﺤﻴﺢ )
“Dari Ibnu Abbas r.a, RAsulullah Saw memerintahkan untuk berpuasa pada hari ‘Asyura yaitu hari yang ke sepuluh bulan Muharram” (HR. Atturmudzi)

"Kesimpulan"
Tahun baru Islam 1439 Hijriyah ini dan keutamaan dari bulam Muharram dengan melakukan puasa ‘Asyura dan amalan-amalan sunnah lainnya, semoga dapat kita jadikan sebagai nilai ruhiyah dan lahiriyah agar sikap dan keperibadian kita dapat menjadi sosok dan cermin keperibadian sebagai orang yang beriman dan bertaqwa baik sebagai pemimpin di dalam rumah tangga, masyarakat, dalam tatanan sosial, politik, budaya, dll. Karena hanya orang yang beriman dan bertakwalah yang pasti dijamin oleh Allah Swt selamat dunia dan akhirat, sebagaimana firman-Nya yang menyebutkan,

ﻭَﺃَﻧﺠَﻴْﻨَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﺘَّﻘُﻮﻥَ } ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻨﻤﻞ ‏[ 27 ‏] 53 : }
“Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertakwa” (QS. Annamal [27] : 53)