Falsafah PSHT

Manusia dapat dihancurkan, Manusia dapat dimatikan,
tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu
masih Setia kepada dirinya sendiri atau ber-SH pada dirinya sendiri

Selasa, 02 Juli 2019

Luruskan Shaf

Wajibnya Meluruskan dan Merapatkan Shaf

سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ
“Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat”.

Takhrij Hadits:
Hadits dengan lafadz ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shohihnya (433) dari shahabat Anas bin Malik -radhiallahu Ta’ala ‘anhu-, dan dalam riwayat Al-Bukhary (723), dengan lafazh:

سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلاَةِ
”Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk menegakkan sholat.”
Semakna dengannya, hadits Abu Hurairah -radhiallahu Ta’ala ‘anhu- dalam riwayat Al-Bukhary (722) dan Muslim (435), dari Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bahwa beliau bersabda:

وَأَقِيْمُوْا الصَّفِّ فِي الصَّلاَةِ, فَإِنَّ إِقَامَةِ الصَّفِّ مِنْ حُسْنِ الصَّلاَةِ
“Dan tegakkanlah shaf di dalam shalat, karena sesungguhnya menegakkan shaf termasuk diantara baiknya sholat”.

Kosa Kata Hadits:
1.    Sabda beliau [luruskanlah shaf-shaf kalian] yakni, lurus dan seimbanglah dalam bershaf sehingga kalian seakan-akan merupakan garis yang lurus, jangan salah seorang di antara kalian agak ke depan atau agak ke belakang dari yang lainnya, serta merapat dan tutuplah celah-celah kosong yang berada di tengah shaf.
2.    Sabda beliau [termasuk kesempurnaan sholat], yakni penyempurna sholat. Sesuatu dikatakan sempurna jika telah sempurna seluruh bagian-bagiannya, sehingga satu bulan dikatakan sempurna jika harinya sudah genap 30.
3.    Sabda beliau [sesungguhnya menegakkan shaf], yakni meluruskan dan menyeimbangkannya ketika hendak mendirikan shalat berjama’ah.
4.    Sabda beliau [termasuk diantara baiknya sholat]. Ibnu Baththol menjelaskan bahwa “baiknya sesuatu” adalah kadar tambahan setelah sempurnanya sesuatu tersebut.
[Lihat: Fathul Bary (2/209), ‘Aunul Ma’bud (2/259), dan Faidhul Qodir (2/537) dan (4/115-116)]
Syarh:

Di antara sunnah yang banyak dilalaikan dan tidak diketahui ummat adalah meluruskan dan merapatkan shaf. Sunnah ini telah ditinggalkan oleh mereka sehingga nampak fenomena yang menyedihkan berupa adanya ketidakrapian shaf dalam sholat berjama’ah.
Di lain sisi, orang yang diangkat jadi imam sholat juga tidak paham mengenai sunnah yang satu ini. Kalaupun paham, mereka tidak berusaha mengajarkannya kepada jama’ah, –baik karena sikap acuh tak acuh mereka terhadap sunnah atau karena sungkannya mereka kepada jama’ah yang telah menunjuk dirinya sebagai imam sehingga takut jika posisi itu hilang darinya ketika dia mengajarkan dan menerapkan sunnah yang mulia ini- sehingga terjadilah kekacauan dalam barisan jama’ah yang terkadang melahirkan perselisihan batin dan kebencian.
Sebagai bentuk usaha dalam mengatasi problema ini, kami merasa perlu untuk menjelaskan sunnah yang mahjuroh (ditinggalkan) ini dan menyebarkannya melalui tulisan yang ringkas ini. Berikut penjelasannya:

Anjuran Menyambung Shaf dan Ancaman Memutuskannya
Banyak nash dari hadits Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- yang menganjurkan kita agar kita meluruskan dan merapatkan shaf, bahkan beliau juga telah mengancam orang yang memutuskannya dengan ancaman yang keras.

1. Dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar -radhiallahu Ta’ala ‘anhuma- beliau berkata: Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

أَقِيْمُوُا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّمَا تَصُفُّوْنَ بِصُفُوْفِ الْمَلاَئِكَةِ, وَحَاذُوْا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسَدُّوْا الْخَلَلَ وَلِيْنُوْا بِأَيْدِيْ إِخْوَانِكُمْ وَلاَ تَذَرُوْا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ. وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ
“Luruskan shaf-shaf kalian karena sesungguhnya kalian itu bershaf seperti shafnya para malaikat. Luruskan di antara bahu-bahu kalian, isi (shaf-shaf) yang kosong, lemah lembutlah terhadap tangan-tangan (lengan) saudara kalian dan janganlah kalian menyisakan celah-celah bagi setan. Barangsiapa yang menyambung shaf, niscaya Allah akan menyambungnya  (dengan rahmat-Nya) dan barangsiapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutuskannya (dari rahmat-Nya)”.
Imam Abu Dawud As-Sijistany -rahimahullah- berkata ketika menjelaskan sabda Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, “Makna sabdanya:[ “Lembutilah tangan-tangan (lengan) saudara kalian”] (adalah) apabila ada seorang yang datang menuju shaf, lalu ia berusaha masuk, maka seyogyanya setiap orang melembutkan (melunakkan) bahunya untuknya sehingga ia bisa masuk shaf”. 
Jika menutup celah yang renggang saja merupakan perkara yang sangat dianjurkan, apalagi jika itu merupakan kekosongan dan kerenggangan yang sangat lapang di antara satu jama’ah dengan jama’ah lainnya -sebagaimana yang terlihat di banyak masjid di tanah air-, maka ini tentu lebih dianjurkan bahkan diperintahkan.

2. ‘A`isyah -radhiallahu Ta’ala ‘anha- berkata, Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

مَنْ سَدَّ فُرْجَةً رَفَعَهُ اللهُ بِهَا دَرَجَةً وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Barang siapa yang menutupi suatu celah (dalam shaf), niscaya Allah akan mengangkat derajatnya karenanya dan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga”. 
Janji yang demikian besarnya, tentunya tidak diberikan kecuali kepada orang yang memiliki semangat yang tinggi dalam mengamalkan sunnah Rasulullah-Shallallahu ‘alaihi wasallam- di saat manusia banyak yang meninggalkannya dan melalaikannya, bahkan terkadang diingkari. Demikian pula orang yang menolong saudaranya dalam melaksanakan sunnah ini dengan melunakkan bahunya agar saudaranya bisa masuk ke dalam shaf dan tidak terhalang, wajar jika ia disebut sebagai “orang yang terbaik akhlaknya”.

3. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

خِيَارُكُمْ أَلْيَنُكُمْ مَنَاكِبِ فِي الصَّلاَةِ, وَمَا مِنْ خَطْوَةٍ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ خَطْوَةٍ مَشَاهَا رَجُلٌ إِلَي فُرْجَةٍ فِي الصَّفِّ فَسَدَّهَا
“Orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling lembut bahunya dalam sholat. Tak ada suatu langkahpun yang lebih besar pahalanya dibandingkan langkah yang dilangkahkan menuju celah dalam shaf, lalu ia menutupinya”. 

WALLAAHU A'LAM BISHSHOWAB

Senin, 03 Juni 2019

MEMAAFKAN ITU SUSAH KALAU DI HATIMU MASIH ADA DENDAM

MEMAAFKAN ITU SUSAH KALAU DI HATIMU MASIH ADA DENDAM

Saking sakit hatinya atau sangat terluka batin ini karena kesalahan yang dilakukan seseorang, terkadang sulit untuk memaafkannya. Bahkan ketika ia sudah menunjukkan niat baik untuk minta maaf pun, hati kita rasanya tertutup untuknya. Terlalu gengsi dan tak adil rasanya bila kita memberinya maaf dengan begitu mudah.

Apa yang sebenarnya membuat kita susah memaafkan orang lain? Salah satu penyebabnya adalah karena masih ada dendam di hati kita. Masih ada keinginan untuk membalas perbuatannya dengan hal yang lebih buruk dan membuatnya lebih menderita. Kita tak terima cuma diri kita sendiri yang merasakan luka. Kita juga ingin dia merasakan penderitaan yang sama. Tapi sampai kapan mau menyimpan dendam?

MENYIMPAN DENDAM BIKIN DIRI SENDIRI MENDERITA

Hal ini mungkin pernah juga kamu rasakan. Kamu menyimpan dendam yang begitu dalam pada seseorang. Rasanya ingin membalas perbuatannya dengan hal yang lebih buruk lagi. Tapi nyatanya dendam itu malah membuat diri sendiri menderita. Pikiranmu terus dihantui oleh berbagai rencana buruk. Dan semua itu malah membuat hidupmu sendiri nggak tenang.

MESKI AWALNYA BERAT, MEMAAFKAN AKAN MEMPERMUDAH SEGALANYA

Kita sering termakan ego dan gengsi sendiri ketika memaafkan orang lain. Rasanya enggan untuk menyambut uluran tangannya. Kita merasa dunia nggak adil pada kita.

"Enak banget dia minta maaf gitu aja?"

"Memangnya memaafkan akan mengubah hal yang telah hancur?"

"Gampang banget ya bilang maaf, padahal perbuatanmu sudah merusak segalanya."

Kamu mungkin juga akan berpikiran seperti itu ketika ada seseorang yang jelas telah melakukan kesalahan dan berusaha minta maaf padamu. Andai waktu bisa diputar kembali, ingin rasanya untuk menghancurkan hidupnya terlebih dahulu sebelum ia sempat mengenal kita. Tapi kita pun hanya manusia biasa. Ada hal-hal yang di luar kuasa kita dan kita tak bisa mengubahnya. Yang bisa kita lakukan adalah berusaha untuk memaafkan. Awalnya mungkin berat, tapi dari situ hidup akan terasa lebih mudah.

KITA TAK PERNAH TAHU APA YANG AKAN TERJADI KE DEPANNYA

Siapa tahu kan ke depannya kamu justru akan membutuhkan bantuannya? Kalau kamu malah memperburuk keadaan, dia bisa makin jauh darimu dan sulit untuk dihubungi saat kamu membutuhkannya. Ya, bukannya pamrih. Tapi cuma pengingat aja kalau kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Daripada sekarang terus menyimpan dendam yang nggak ada untungnya, coba lepaskan dan belajarlah memaafkan.

Tapi awalnya cobalah maafkan dirimu sendiri. Maafkan dirimu yang sudah terlalu lama menyimpan dendam dan menuruti ego sendiri. Maafkan dirimu yang terlalu gengsi dan sombong merasa yang paling sempurna sampai tak mau menyambut uluran maaf orang lain.

Manusia nggak pernah luput dari yang namanya salah dan dosa. Siapa lah kita yang sok gengsi tak mau memaafkan orang lain? Bukankah Pemilik Semesta juga selalu menerima maaf dan tobat setiap hamba-Nya?...

Wallahu a'lamu bish-showwab...
Semoga Bermanfaat

Kamis, 30 Mei 2019

Sholat Kafaroh

RASULULLAH SAW BERSABDA :
"BARANGSIAPA SELAMA HIDUPNYA PERNAH MENINGGALKAN SHALAT TETAPI TIDAK DAPAT MENGHITUNG JUMLAHNYA, MAKA SHALATLAH DIHARI JUM'AH TERAKHIR BULAN RAMADHAN".

SHALAT KAFAROH (PENGGANTI)

Sebanyak 4 raka'at dengan 1x Tasyahud (Tasyahud akhir saja, tanpa Tasyahud awal), tiap raka'at membaca 1x Fatihah kemudian Surah Al-Qadar 15 x dan Surah Al-Kautsar 15 x .
Niatnya : "Nawaitu Usholli Arba’a Raka’atin Kafaratan Limaa Faatanii Minash-Shalati Lillaahi Ta’alaa”.

Sayyidina Abu Bakar Ra. berkata :
"Aku mendengar Rasulullah Saw Bersabda :
"Shalat tersebut sebagai Kafaroh (Pengganti) Shalat 400 Tahun".

Dan menurut Sayyidina Ali Ra, Shalat tersebut sebagai Kafaroh 1000 tahun.

Maka bertanyalah Sahabat :
"Umur Manusia itu hanya 60 tahun atau 100 tahun, lalu untuk siapa kelebihannya?.

Rasulullah Saw Menjawab :
"Untuk kedua orangtuanya, untuk istrinya, untuk anaknya dan untuk sanak familinya serta orang-orang yang didekatnya/ lingkungannya".

Setelah selesai Shalat membaca : Istigfar 10 x :

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعِظِيْمِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أتُبُوْا إِلَيْكَ

Kemudian baca Shalawat 100 x :

اللَّهُمَّ صَلِّّ عَلَى سَيِّدِنَا محمّد

Kemudian menbaca Basmallah, Hamdallah dan Syahadat,
Kemudian membaca Doa Kafaroh 3x : 

اَللَّهُمَّ يَا مَنْ لاَ تَنْفَعُكَ طَاعَتِيْ وَلاَ تَضُرُّكَ مَعْصِيَتِيْ تَقَبَّلْ مِنِّيْ مَا لاَ تَنْفَعُكَ وَاغْفِرْ لِيْ مَا وَلاَ تَضُرُّكَ يَا مَنْ إِذَا وَعَدَ وَفَا وَ إِذَا تَوَعِدُ تَجَاوَزَ وَعَفَا اِغْفِرْ لِيْ لِعَبْدٍ ظَلَمَ نَفْسَهُ وَأَسْأَلُكَ  اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ بَطْرِ اْلغِنَى وَجَهْدِ اْلفَقْرِ إِلَهِيْخَلَقْتَنِيْ وَلَمْ أَكُنْ شَيْئًاً وَرَزَقْتَنِيْ وَلَمْ اَكُنْ  شَيْئاً وَارْتَكَبْتُ اْلمَعَاصِيْ فَإِنِّيْ مُقِرٌّ لَكَ بِذُنُوبِيْ فَإِنْ عَفََوْتَ عَنِّيْ فَلاَ يَنْقُصُ مِنْ مُلْكِكَ شَيْئاً  وَإِنْ عَذَبْتَنِيْ فَلاَ يَزِدُ فِيْ سُلْطَاِنكَ شيئاً اَللَّهُمَّ إِنَّكَ تَجِدُ مَنْ تُعَذِّبُهُ غَيْرِي لَكِنِّيْ لاَ أَجِدُ مَنْ يَرْحَمْنِيْسِوَاكَ فَاغْفِرْ لِيْ مَا بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ وَمَا بَيْنَ خَلْقِكَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَيَا رَجَاءَ  السّائِلِيْنَ وَيَا أَمَانَ اْلخَائِفِيْنَ إِرْحَمْنِيْ  بِِرَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةَ أَنْتَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَاَلمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ِللْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَتَابِعِ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ ربّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَ أَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ وصل الله على سيّدنا محمّد وعلى ألِهِ وصحبه وسلّم تسليمًا كثيرًا والحمد لله ربّ العالمين. أمين.

Diambil dari Kitab “Majmu’atul Mubarakah”, susunan Syekh Muhammad Shodiq Al-Qahhawi.
(Oleh: Al Habib Munzir al-Musawa dan dari berbagai sumber lain.)

Waktu : Yaitu, Shalat sunnah Kafaroh yang hanya kesempatannya di Hari Jum'ah akhir Ramadhan, batasnya antara waktu Dhuha dan Ashar.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم وَبَارِك عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعلى آله وصحبه اَجمَعِين

Waktu Sahur

Waktu yang utama untuk makan sahur adalah dengan mengakhirkan waktunya hingga mendekati terbit fajar (adzan shubuh). Mengakhirkan waktu sahur ini merupakan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit radhiallahu 'anhuma, beliau bekata:
.
تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلاةِ. قُلْتُ: كَمْ كَانَ قَدْرُ مَا بَيْنَهُمَا؟ قَالَ: خَمْسِينَ آيَةً

"Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian (setelah makan sahur) kami berdiri untuk melaksanakan shalat. Aku (Anas bin Malik) berkata, "Berapa perkiraan waktu antara keduanya (antara makan sahur dengan shalat fajar)?". Zaid bin Tsabit radhiallahu 'anhu berkata, "50 ayat". (Muttafaqun 'alaih)

Al-Imam al-Bukhari rahimahullah mengatakan dalam Shahih al-Bukhari:
.
بَابُ قَدْرِ كَمْ بَيْنَ السَّحُورِ وَصَلَاةِ الْفَجْرِ
.
"Bab perkiraan berapa lama waktu antara sahur dengan shalat fajar". Maksudnya (jarak waktu) antara selesainya sahur dengan permulaan shalat fajar (shalat shubuh). (Fathul Bari, 4/164)
.
Hal ini sebagaimana telah diterangkan oleh al-Imam al-Bukhari rahimahullah dalam Shahih al-Bukhari pada "Kitab at-Tahajjud", dari Anas bin Malikradhiallahu 'anhu, beliau ditanya:

كَمْ كَانَ بَيْنَ فَرَاغِهِمَا مِنْ سَحُورِهِمَا وَدُخُولِهِمَا فِي الصَّلَاةِ؟ قَالَ: قَدْرُ مَايَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً

"Berapakah jarak waktu antara selesainya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit radhiallahu 'anhu makan sahur dengan permulaan mengerjakan shalat (subuh)? Beliau menjawab, "Seperti waktu yang dibutuhkan seseorang membaca 50 ayat (dari Al-Qur’an).

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari(4/164) menyebutkan, "(Bacaan tersebut) adalah bacaan yang sedang-sedang saja (ayat-ayat yang dibaca), tidak terlalu panjang dan tidak pula terlalu pendek, (membacanya) tidak cepat dan tidak pula lambat".
Bila kita sebutkan dengan catatan waktu maka kira-kira jarak antara keduanya 10—15 menit.

Wallahu a'lam.

Kamis, 02 Mei 2019

SILSILAH 25 NABI

1. ADAM AS.
Nama: Adam As.
Usia: 930 tahun.
Periode sejarah: 5872-4942 SM.
Tempat turunnya di bumi: India, ada yang berpendapat di Jazirah Arab.
Jumlah keturunannya: 40 laki-laki dan perempuan.
Tempat wafat: India, ada yang berpendapat di Mekkah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.
.
2. IDRIS AS.
Nama: Idris/Akhnukh bin Yarid, nama Ibunya Asyut.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As.
Usia: 345 tahun di bumi.
Periode sejarah: 4533-4188 SM.
Tempat diutus: Irak Kuno (Babylon, Babilonia) dan Mesir (Memphis).
Tempat wafat: Allah mengangkatnya ke langit dan ke surga.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.
.
3. NUH AS.
Nama: Nuh/Yasykur/Abdul Ghaffar bin Lamak.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As.
Usia: 950 tahun.
Periode sejarah: 3993-3043 SM.
Tempat diutus (lokasi): Selatan Irak.
Jumlah keturunannya: 4 putra (Sam, Ham, Yafits dan Kan’an).
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Kaum Nuh.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 43 kali.
.
4. HUD AS.
Nama: Hud bin Abdullah.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ ‘Aush (‘Uks) ⇒ ‘Ad ⇒ al-Khulud ⇒ Rabah ⇒ Abdullah ⇒ Hud As.
Usia: 130 tahun.
Periode sejarah: 2450-2320 SM.
Tempat diutus: Al-Ahqaf (antara Yaman dan Oman).
Tempat wafat: Bagian Timur Hadhramaut Yaman.
Sebutan kaumnya: Kaum ‘Ad.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 7 kali.
.
5. SHALIH AS.
Nama: Shalih bin Ubaid.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ Amir ⇒ Tsamud ⇒ Hadzir ⇒ Ubaid ⇒ Masah ⇒ Asif ⇒ Ubaid ⇒ Shalih As.
Usia: 70 tahun.
Periode sejarah: 2150-2080 SM.
Tempat diutus: Daerah al-Hijr (Mada’in Shalih, antara Madinah dan Syria).
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Kaum Tsamud.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 10 kali.
.
6. IBRAHIM AS.
Nama: Ibrahim bin Tarakh.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As.
Usia: 175 tahun.
Periode sejarah: 1997-1822 SM.
Tempat diutus: Ur, daerah selatan Babylon (Irak).
Jumlah keturunannya: 13 anak (termasuk Nabi Ismail As. dan Nabi Ishaq As.). Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron, Palestina/Israel).
Sebutan kaumnya: Bangsa Kaldan.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 69 kali.
.
7. LUTH AS.
Nama: Luth bin Haran.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Haran ⇒ Luth As.
Usia: 80 tahun.
Periode sejarah: 1950-1870 SM.
Tempat diutus: Sodom dan Amurah (Laut Mati atau Danau Luth).
Jumlah keturunannya: 2 putri (Ratsiya dan Za’rita).
Tempat wafat: Desa Shafrah di Syam (Syria).
Sebutan kaumnya: Kaum Luth.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 27 kali.
.
8. ISMAIL AS.
Nama: Ismail bin Ibrahim.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As.
Usia: 137 tahun.
Periode sejarah: 1911-1774 SM.
Tempat diutus: Mekah.
Jumlah keturunannya: 12 anak.
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Amaliq dan Kabilah Yaman.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali.
.
9. ISHAQ AS.
Nama: Ishaq bin Ibrahim.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As.
Usia: 180 tahun.
Periode sejarah: 1897-1717 SM.
Tempat diutus: Kota al-Khalil (Hebron) di daerah Kan’an (Kana’an).
Jumlah keturunannya: 2 anak (termasuk Nabi Ya’qub As./Israel).
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron).
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 17 kali.
.
10. YA’QUB AS.
Nama: Ya’qub/Israel bin Ishaq.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As.
Usia: 147 tahun.
Periode sejarah: 1837-1690 SM.
Tempat diutus: Syam (Syria).
Jumlah keturunannya: 12 anak laki-laki (Rubin, Simeon, Lewi, Yahuda, Dan, Naftali, Gad, Asyir, Isakhar, Zebulaon, Yusuf dan Benyamin) dan 2 anak perempuan (Dina dan Yathirah).
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron), Palestina.
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 18 kali.
.
11. YUSUF AS.
Nama: Yusuf bin Ya’qub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As.
Usia: 110 tahun.
Periode sejarah: 1745-1635 SM.
Tempat diutus: Mesir.
Jumlah keturunannya: 3 anak; 2 laki-laki dan 1 perempuan.
Tempat wafat: Nablus.
Sebutan kaumnya: Heksos dan Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 58 kali.
.
12. AYYUB AS.
Nama: Ayyub bin Amush.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayub As.
Usia: 120 tahun.
Periode sejarah: 1540-1420 SM.
Tempat diutus: Dataran Hauran.
Jumlah keturunannya: 26 anak.
Tempat wafat: Dataran Hauran.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori, di daerah Syria dan Yordania.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali.
.
13. SYU’AIB AS.
Nama: Syu’aib bin Mikail.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Madyan ⇒ Yasyjur ⇒ Mikail ⇒ Syu’aib As.
Usia: 110 tahun.
Periode sejarah: 1600-1490 SM.
Tempat diutus: Madyan (pesisir Laut Merah di tenggara Gunung Sinai).
Jumlah keturunannya: 2 anak perempuan.
Tempat wafat: Yordania.
Sebutan kaumnya: Madyan dan Ash-habul Aikah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 11 kali.
.
14. MUSA AS.
Nama: Musa bin Imran, nama Ibunya Yukabad atau Yuhanaz Bilzal.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Musa As.
Usia: 120 tahun.
Periode sejarah: 1527-1407 SM.
Tempat diutus: Sinai di Mesir.
Jumlah keturunannya: 2 anak, Azir dan Jarsyun, dari istrinya bernama Shafura binti Syu’aib As.
Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang).
Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir).
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 136 kali.
.
15. HARUN AS.
Nama: Harun bin Imran, istrinya bernama Ayariha.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As.
Usia: 123 tahun.
Periode sejarah: 1531-1408 SM.
Tempat diutus: Sinai di Mesir.
Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang).
Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir).
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 20 kali.
.
16. DZULKIFLI AS.
Nama: Dzulkifli/Bisyr/Basyar bin Ayyub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayyub As. ⇒ Dzulkifli As.
Usia: 75 tahun.
Periode sejarah: 1500-1425 SM.
Tempat diutus: Damaskus dan sekitarnya.
Tempat wafat: Damaskus.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori (Kaum Rom), Syria dan Yordania.
Al-Quran Menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.
.
17. DAUD AS.
Nama: Daud bin Isya.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As.
Usia: 100 tahun.
Periode sejarah: 1063-963 SM.
Tempat diutus: Palestina (dan Israel).
Jumlah keturunannya: 1 anak, Sulaiman As.
Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkanya namanya sebanyak: 18 kali.
.
18. SULAIMAN AS.
Nama: Sulaiman bin Daud.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As.
Usia: 66 tahun.
Periode sejarah: 989-923 SM.
Tempat diutus: Palestina (dan Israel).
Jumlah keturunannya: 1 anak, Rahab’an.
Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali.
.
19. ILYAS AS.
Nama: Ilyas bin Yasin.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As. ⇒ Alzar ⇒ Fanhash ⇒ Yasin ⇒ Ilyas As.
Usia: 60 tahun di bumi.
Periode sejarah: 910-850 SM.
Tempat diutus: Ba’labak (Lebanon).
Tempat wafat: Diangkat Allah ke langit.
Sebutan kaumnya: Bangsa Fenisia.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali.
.
20. ILYASA’ AS.
Nama: Ilyasa’ bin Akhthub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Ifrayim ⇒ Syutlim ⇒ Akhthub ⇒ Ilyasa’ As.
Usia: 90 tahun.
Periode sejarah: 885-795 SM.
Tempat diutus: Jaubar, Damaskus.
Tempat wafat: Palestina.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.
.
21. YUNUS AS.
Nama: Yunus/Yunan/Dzan Nun bin Matta binti Abumatta, Matta adalah nama Ibunya. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.).
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Bunyamin ⇒ Abumatta ⇒ Matta ⇒ Yunus As.
Usia: 70 tahun.
Periode sejarah: 820-750 SM.
Tempat diutus: Ninawa, Irak.
Tempat wafat: Ninawa, Irak.
Sebutan kaumnya: Bangsa Asyiria, di utara Irak.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali.
.
22. ZAKARIYA AS.
Nama: Zakariya bin Dan.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As.
Usia: 122 tahun.
Periode sejarah: 91 SM-31 M.
Tempat diutus: Palestina.
Jumlah keturunannya: 1 anak.
Tempat wafat: Halab (Aleppo).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali.
.
23. YAHYA AS.
Nama: Yahya bin Zakariya.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As. ⇒ Yahya As.
Usia: 32 tahun.
Periode sejarah: 1 SM-31 M.
Tempat diutus: Palestina.
Tempat wafat: Damaskus.
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali.
.
24. ISA AS.
Nama: Isa bin Maryam binti Imran. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.).
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Radim ⇒ Yahusafat ⇒ Barid ⇒ Nausa ⇒ Nawas ⇒ Amsaya ⇒ Izazaya ⇒ Au’am ⇒ Ahrif ⇒ Hizkil ⇒ Misyam ⇒ Amur ⇒ Sahim ⇒ Imran ⇒ Maryam ⇒ Isa As.
Usia: 33 tahun di bumi.
Periode sejarah: 1 SM-32 M.
Tempat diutus: Palestina.
Tempat wafat: Diangkat oleh Allah ke langit.
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali, sebutan al-Masih sebanyak 11 kali, dan sebutan Ibnu (Putra) Maryam sebanyak 23 kali.
.
25. MUHAMMAD SAW.
Nama: Muhammad bin Abdullah.
Garis Keturunan Ayah: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Hasyim ⇒ Abdul Muthalib ⇒ Abdullah ⇒ Muhammad Saw.
Garis Keturunan Ibu: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Wahab ⇒ Aminah ⇒ Muhammad Saw.
Usia: 62 tahun.
Periode sejarah: 570-632 M.
Tempat diutus: Mekkah.
Jumlah keturunannya: 7 anak; 3 laki-laki Qasim, Abdullah dan Ibrahim, dan 4 perempuan Zainab, Ruqayyah, Ummi Kultsum dan Fatimah az-Zahra.
Tempat wafat: Madinah.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arab.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.

Wallahu A'lam Bishowab

(Disarikan dari: Qashash al-Anbiya' Ibn Katsir, Badai' az-Zuhur Imam as-Suyuthi dan selainnya).

Semoga bermanfaat

Selasa, 30 April 2019

Antara Habaib dan Mualim

بِسْــــــــــــــــــم ِٱللّٰهِ ٱلرَّحْمٰنِ ٱلرَّحِيم 

● بين الحبيب والعالم
● ANTARA HABIB dan ORANG ALIM

يَا مَـنْ تَكَلَّمَ فِي الْحَبِيْبِ وَعَــالِمِ
وَرَأَى الْـحَبِيْبَ بِـــأَنَّهُ لَمْ يُــــكْرَمِ

Wahai orang yang berbicara tentang habib dan orang alim (kyai)
Menganggap bahwa habib tidak perlu dimuliakan

اِسْـــمَعْ إِذَا مَــــا كُنْتَ ذَا عِـــلْمٍ وَذَا
أَدَبٍ وَلَسْتُ أَخَافُ خَـصْمَةَ خَـاصِمِ

Dengarkanlah, jika kamu punya ilmu dan adab
Aku tidak takut bantahan orang yang membantah

قَالُوا الْحَبِيْبُ بَنُو الْحُسَيْنِ كَذَا الْحَسَنْ
إِنِّي أُحِـــبُّـــــــهُمَا وَلَا تَــــــكُ لَائِـــــمِي

Ulama menerangkan: habib adalah keturunan Husain dan Hasan
Aku mencintai keduanya (habib dan kyai), jangan kau mencaciku

فَــلِعَـالِمٍ شَرَفُ الْعُــلُوْمِ إِذَا عَــمِلْ
لـِحَبِــيْبِنَا شَــرَفٌ وَإِنْ لَمْ يَـــعْــلَمِ

Orang alim punya kemuliaan ilmu, jika mengamalkan ilmunya
Seorang habib juga punya kemuliaan meski dia tidak alim

شَــرَفُ انْـتِسَابٍ لِلرَّسُـــوْلِ الْأَكْبَرِ
فَــاقْرَأْ فَــتَاوَى لِلْإِمَــامِ الْهَــيْتَمِي

Yaitu kemuliaan bernasab sambung kepada Sang Rasul.

✍📚Bacalah kitab Fatawa Ibnu Hajar al-Haitami

وَجَــرَى خِـلَافٌ بَيْنَهُمْ مَنْ أَفْــضَلُ؟
فَاسْـمَعْ أَخِي إِنْ كُنْتَ تَـعْقِلُ أَوْ نَــمِ

Ada perbedaan antara ulama, siapa yang lebih utama (habib atau orang alim)?
Dengarkanlah wahai saudaraku,

إِنَّ الْحَـبِيْبَ وَإِنْ يُـــجَــنُّ حَــبِيْبُ
وَالْعَــالِمُ الْمَــجْنُوْنُ لَيْسَ بِـــعَــالِمِ

Sesungguhnya habib tetap habib meski dia gila.
Tapi seorang alim jika gila, tak lagi disebut alim (karena ilmunya hilang)

هَــذَا قَــلِيْلٌ وَالْقَــلِيْلُ لِعَـــاقِــلٍ
يَــكْفِي وَلَا يَكْفِي الْكَثِــيْرُ لِهَـائِمِ

مَــوْلَايَ صَـــلِّ عَـــلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ
وَالْآلِ وَالصَّــحْبِ الْكِــرَامِ وَسَــــلِّمِ

Ya Tuhan, bersholawat dan salamlah kepada Nabi Muhammad
Keluarga, dan sahabatnya yang mulia.

Ketika Zaid bin Tsabit menaiki kendaraaannya, seketika Ibnu Abbas memegang tali kekang dan menuntunnya, kata Zaid bin Tsabit jangan begini lalu
Ibnu Abbas Menjawab:
"Demikianlah kami diajarkan untuk memuliakan ulama kami", setelah itu Zaid Bin Tsabit (seorang Faqih di zamannya) mengambil tangan Ibnu Abbas dan menciumnya, sambil berkata :
"Demikianlah kami diajarkan untuk memuliakan keluarga Nabi kami ﷺ.

#Shollu'AlanNabi

اللّهُمّ صَلّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمّد وَ عَلَى آل سَيّدِنَا مُحَمّد
Allohumma sholli 'alaa sayyidina Muhammad wa'alaa aali sayyidina Muhammad.

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

PECINTA CUCU NABI MUHAMMAD ﷺ

Note :
Kutipan singkat tanpa bermaksud menggurui atau apapun selain memohon keridha'an-Nya.

"Kadang tulisan ini bukan untuk menasihati orang lain, tetapi untuk menasihati diri sendiri. Kerana diri sendirilah yang lebih penting untuk dinasihati"

والله أعلم

Rabu, 10 April 2019

Lirik Saben Malem Jumat

By: Deren...

Saben Malem Jum'at
Ahli Kubur Muleh Nong Omah
Kanggo Njaluk Dungo
Wacan Qur'an Najan Sak Kalimat
Lamun Ora Dikirimi
Banjur Bali Mbrebes Mili
Bali Nong Kuburan
Mangku Tangan Tetangisan

Sholli wasalimda iman 'alahmada
Sholli wasalimda iman 'alahmada
Wal 'ali wal asha... bi man qodwahada
Wal 'ali wal asha... bi man qodwahada

Kebacut Temenan Ngger Anak Turunku
Kowe Ora Wirang Podo Mangan Tinggalanku
Lamun Aku Biso Bali Neng Alam Ndunyo
Bakal Tak Ringkesi Dunyoku Sing Isih Ono

Sholli wasalimda iman 'alahmada
Sholli wasalimda iman 'alahmada
Wal 'ali wal asha... bi man qodwahada
Wal 'ali wal asha... bi man qodwahada

===============================

Versi 2:

Saben Malem Jum'ah
Ahli Kubur Muleh Neng Omah
Njaluk Didungakno
Wacan Qur'an Snajan Sak Kalimah
Lamun Ora Dikirimi
Banjur Bali mBrebes Mili
Bali Nyang Kuburan
Mangku Tangan Tetangisan

Sholli wasalimda iman 'alahmada
Sholli wasalimda iman 'alahmada
Wal 'ali wal asha... bi man qodwahada
Wal 'ali wal asha... bi man qodwahada

Kebacut Temenan Ngger Anak Turunku
Kowe Ora Wirang Podo Mangan Tinggalanku
Lamun Aku Biso
Bali Neng Alam nDunyo
Bakal Tak Kukudi
Bakal Tak Ringkesi
Dunyoku Sing Isih Ono

Sholli wasalimda iman 'alahmada
Sholli wasalimda iman 'alahmada
Wal 'ali wal asha... bi man qodwahada
Wal 'ali wal asha... bi man qodwahada

Biyen Kowe Cilik Ngger Aku Sing Ngrumati
Barang Kowe Gedhe Ngger Kowe Lali Bopomu Iki
Yo Uwis Lek Ngono Ngger, Titenono Dungoku, Ora Suwe-suwe Kowe Bakal Nyusul Aku...

Sholli wasalimda iman 'alahmada
Sholli wasalimda iman 'alahmada
Wal 'ali wal asha... bi man qodwahada
Wal 'ali wal asha... bi man qodwahada

Senin, 08 April 2019

Kidung Rumekso Ing Wengi (kidung tolak bala Sunan Kalijaga)

Ono kidung rumekso ing wengi...
Tegu-h ha-yu... luputo ing loro...
luputo bilahi ka-beh.
Jin setan datan purun
paneluhan tan ono wani
niwah panggawe olo
gunaning wong luput
Geni atemahan tirto...
maling adoh tan ono ngarah ing mami
guna duduk pan sirno

(Ada sebuah kidung doa permohonan di tengah malam. Yang menjadikan kuat selamat terbebas dari semua penyakit. Terbebas dari segala petaka. Jin dan setanpun tidak mau mendekat. Segala jenis sihir tidak berani. Apalagi perbuatan jahat, guna-guna tersingkir. Api menjadi air. Pencuripun menjauh dariku. Segala bahaya akan lenyap.)

Sakehing loro pan samyo bali
Sakeh ngomo pan sami mirudo
Welas asih pandulune...
Sakehing brojo luput
Kadi kapuk tibaning wesi
Sakehing wiso towo
Sato galak tutut
Kayu aeng lemah sangar
So-nging la-ndhak guwaning 
Wong lemah miring
Myang pakiponing merak

(Semua penyakit pulang ketempat asalnya. Semua hama menyingkir dengan pandangan kasih. Semua senjata tidak mengena. Bagaikan kapuk jatuh dibesi. Segenap racun menjadi tawar. Binatang buas menjadi jinak. Pohon ajaib, tanah angker, lubang landak, gua orang, tanah miring dan sarang merak.)

Pagupakaning warak sakalir
Nadyan arco myang segoro asat 
Temahan rahayu kabeh
Apan sariro ayu
Ingideran kang widodari
Rineksa malaekat
Lan sagung pro Rosul
Pinayungan ing Hyang Suksmo
Ati Adam utekku baginda Esis
Pangucapku ya Musa

(Kandangnya semua badak. Meski batu dan laut mengering. Pada akhirnya semua slamat. Sebab badannya selamat dikelilingi oleh bidadari, yang dijaga oleh malaikat, dan semua rasul dalam lindungan Tuhan. Hatiku Adam dan otakku nabi Sis. Ucapanku adalah nabi Musa.)

Napasku nabi Ngisa linuwih
Nabi Yakup pamiyarsaningwang
Dawud suwaraku mangke
Nabi brahim nyawaku
Nabi Sleman kasekten mami
Nabi Yusuf rupeng wang
Edris ing rambutku
Bagindo Ngali kuliting wang
Abu bakar getih daging Ngumar singgih
Balung baginda ngusman

(Nafasku nabi Isa yang teramat mulia. Nabi Yakub pendengaranku. Nabi Daud menjadi suaraku. Nabi Ibrahim sebagai nyawaku. Nabi Sulaiman menjadi kesaktianku. Nabi Yusuf menjadi rupaku. Nabi Idris menjadi  rupaku. Ali sebagai kulitku. Abu Bakar darahku dan Umar dagingku.  Sedangkan Usman sebagai tulangku.)

Sumsum ingsun Patimah linuwih
Siti aminah bayuning anggo
Ayup ing ususku mangke
Nabi Nuh ing jejantung
Nabi Yunus ing otot mami
Netraku ya Muhammad
Pamuluku Rasul
Pinayungan Adam Howo
Sampun pepak sakathahe poro nabi
Dadyo sariro tunggal

(Sumsumku adalah Fatimah yang amat mulia. Siti Aminah sebagai kekuatan badanku. Nanti nabi Ayub ada di dalam ususku. Nabi Nuh di dalam jantungku. Nabi Yunus di dalam otakku. Mataku ialah Nabi Muhammad. Air mukaku rasul dalam lindungan Adam dan Hawa. Maka lengkaplah semua rasul, yang menjadi satu badan.)

Beberapa kalangan mengatakan, untuk mengamalkan kidung ini, seseorang haruslah puasa mutih selama 40 hari dan ngebleng semalam.  Kidung ini dibaca di halaman rumah atau pelataran waktu tengah malam sebanyak 11x. Dan setelah puasa, do'a kidung ini cukup dibaca satu kali.

Lirik Kudung Ati Tangise Bumi

Bumine nangis, eluhe lumpur agawe giris.
Bumine nesu watuk-watuk ndadekake lindhu.
Bumi wis tuwo jare kiyamat wis arep teko.
Iki pratondho bendune sing Moho Kuoso.

Bumine sambat gununge gundhul alase dibabat.
Bumi loro ati banjir bandhang anggegirisi.
Ujare wong pinter alas kang subur minongko pager.
Pagering bumi murih alam tetep lestari.

Aduh Gusti kulo nyuwun pangapuro.
Kulo niki sampun kathah duso.
Aduh Gusti Ingkang Moho Kuoso.
Nyuwun luwar saking gudho pangrencono.

Pra sedulur tunggal Nuso tunggal Bongso.
Ojo congkrah lan ojo suloyo.
Bareng urip golek dalan padhang.
Sujud syukur wonten ngarsane Pengeran.

Kidunge ati pangruwat Bongso sak Nagari.
Monggo ndedungo dahuru enggalo sirno.
Cancut gumregut bebarengan mbangun projo.
Lestarekno alam murih bumine ra murka.

Voc. Yhady S | Cipt. Yhady S, Arr. M Aeruto |Produksi AVM Studio

Lirik dan Arti Kidung Ati Tangise Bumi

Bumine nangis, eluhe lumpur agawe giris
Bumi menangis air mata lumpur menakutkan/miris

Bumine nesu watuk-watuk ndadekake lindhu
Bumi murka, batuk-batuk mengakibatkan gempa

Bumi wis tuwa jare kiyamat wis arep teko
Bumi sudah tua, kiamat hampir datang

Iki pratondho bendune sing Maha Kuoso
Ini pertanda azab dari Yang Maha Kuasa

Bumine sambat gununge gundhul alase dibabat
Bumi meratap gunung gundul hutanpun dibabat

Bumi lara ati banjir bandhang anggegirisi
Bumi sakit hati, banjir bandang menakutkan

Ujare wong pinter alas sing subur minongko pager
Kata orang pintar hutan yang subur adalah pagar

Pagering bumi murih alam tetep lestari
Pagar bumi agar alam tetap lestari

Adhuh Gusti kulo nyuwun pangapuro
Aduh Tuhan hamba mohon ampun

Kulo niki sampun kathah duso
Hamba sudah terlalu banyak dosa

Aduh Gusti Ingkang Moho Kuoso
Aduh Tuhan Yang Maha Kuasa

Nyuwun luwar saking gudha pangrencono
Mohon lindungan dari godaan

Pra sedulur tunggal Nusa tunggal Bongso
Saudara satu nusa satu bangsa

Oja congkrah lan ojo suloyo
Jangan bertengkar dan jangan berkelahi

Bareng urip golek dalan padhang
Bersama-sama mencari jalan terang

Sujud syukur wonten ngarsane Pengeran
Sujud syukur kepada Tuhan

Kidunge ati pangruwat Bongso sak Nagari
Lagu hati mendoakan bangsa senegara

Monggo ndedungo dahuru enggalo sirno
Marilah berdoa agar bencana segera sirna

Cancut gumregut bebarengan mbangun projo
Semangat bersama membangun negara

Lestarekno alam murih bumine ra murko
Lestarikan alam agar bumi tidak murka

Voc. Yhady S | Cipt. Yhady S, Arr. M Aeruto |Produksi AVM Studio

Kamis, 04 April 2019

Jika Mereka Tak Terpilih

Jika Pak Jokowi dan Mbah Amin tidak terpilih, mereka akan kembali menjadi pengusaha dan kyai. Jokowi kembali ke Solo dengan bisnisnya yang bisa membuatnya hidup sangat layak, bercengkrama dengan Bu Iriana, Gibran, Ayang, Kaesang, Selvi dan Bobi. Bermain gobagsodor dengan Ethes dan Sedah. Tetep indah dan bahagia.

Mbah Amin kembali menjadi penasihat para ulama, bahagia menjaga akhlak negeri ini dengan pengajian-pengajiannya. Bahagia bersama istri, anak dan cucu2nya. Murid ngajinya tetap berjuta seluruh nusantara, dihormati dan dikhidmati.

Jika Pak Prabowo dan Mas Sandi tak terpilih, mereka pun memiliki kehidupan yg indah dan bahagia.
Pak Prabowo, semoga bisa rujuk dengan mbak Titiek, berkumpul bahagia dengan keluarganya. Pergi ke sana ke mari mendukung prestasi putranya. Melanjutkan hobby berkuda dan bertani dengan orang-orang sekitar rumahnya.

Mas Sandi juga tetap dengan kehidupannya yang bahagia. Bersama istri cantiknya, anak-anaknya, meneruskan bisnisnya dan dia tetap menjadi pengusaha muslim yang membawa manfaat banyak untuk negeri ini.

Lha aku, kamu, mereka?
Kadang sahabatmu dari kecilmu pun sudah kamu blocked, kamu ajak berantem hanya karena pilihannya berbeda.
Jangan-jangan kamu sudah malu datang ke reuni karena setiap reuni sebelumnya kamu rajin mendalilkan ayat-ayatmu hanya untuk mendukung satu paslon dukunganmu dan sudah kamu kafirkan temenmu.
Jangan-jangan kamu tak berani lagi menyapa sahabatmu karena sudah terbiasa memanggilnya cebong, kampret, iq sekolam, dan lain-lain.
Jangan-jangan saat kamu butuh pekerjaan, butuh bantuan, temanmu tak lagi ingat padamu karena saling olok pasukan nasbung, dan sebagainya.
Jangan-jangan perseteruan kalian tak pernah usai hingga salah satu dari kalian meninggal karena perbedaan pilihan 5 tahun lalu menjadi dendam 5 tahun ke depan dan ke depannya terus.
Jangan-jangan hidupmu yang penuh dendam karena bukan kefanatikan pilihan yang entah dalilnya kamu ambil dari ayat mana sesukamu hanya untuk memenuhi nafsumu sendiri.
Jangan-jangan mulutmu, tanganmu sudah terbiasa menghujat dan mencela hingga memanggil manusia lain dungu pun kamu anggap ibadahmu.
Jangan-jangan kamu akan membesarkan anak-anakmu menjadi generasi hoax generasi pencela, generasi pengumpat karena dari kecil sering mendengarmu berapi-api menyebut orang lain kampret, cebong, dungu, penipu, bodoh, dan lain-lain.

Pak Jokowi, Mbah Amin, Pak Prabowo dan Mas Sandi melanjutkan hidupnya dengan bakti mereka, hidup bahagia.

Aku, kamu, mereka????
Hidup merugi setelah sekian lama hanya sering mencari kekurangan para bapak yang hebat-hebat itu, menghinakan mereka, padahal mengenal mereka pun tidak. Semua berdasarkan asumsimu, katanya-katanya yang dipercayai sebagai kitab suci.
Astaghfirullaah. Masih mau melanjutkan semua kekonyolan yang kamu yakini itu kebenaran versimu?
Jika mereka tak terpilih, mereka tetap bahagia.

Kamu? Tetep nelangsa dengan kebencianmu.

Jumat, 08 Maret 2019

NIAT MANDI JUNUB KHUSUSNYA WANITA DAN TATA CARANYA

Mandi wajib atau Janabah (junub) adalah mandi yang dilakukan ketika kita mengalami mimpi basah, atau habis bersenggama. Nah, pada saat seperti inilah kita diwajibkan untuk mandi wajib. Namun tidak seperti mandi biasa. Mandi wajib ini harus diperhatikan Niat dan tata caranya.
adapun niat mandi junub itu seperti niat-niat dalam ibadah yang lain, yaitu di dalam hati.

1. Jika mandi junub atau mandi besar disebabkan (mimpi basah, keluar mani, dan senggama), maka niat mandinya adalah :

نويت الغسل لرفع الحدث الا كبر من الجنبت فرضا لله تعالى

NAWAITUL GHUSLALIRAF'IL HADATSIL AKBAR MINAL JANABATI FARDLON LILLAHI TA'ALA

2. Jika mandi junub atau mandi besar disebabkan haid, maka niat mandi besarnya adalah :

نويت الغسل لرفع الحدث الا كبر من الحيض فرضا لله تعالى

NAWAITUL GHUSLALIRAF'IL HADATSIL AKBAR MINAL HAIDI FARDLON LILLAHI TA'ALA

3. Jika mandi junub atau mandi besar disebabkan Nifas, maka niat mandi besarnya adalah :

نويت الغسل لرفع الحدث الاكبر من النفا س فرضا لله تعالى.

NAWAITUL GHUSLALIRAF'IL HADATSIL AKBAR MINAN NIFASI FARDLON LILLAHI TA'ALA

TATA CARA MANDI JUNUB.

1. Mandi junub harus diniatkan ikhlas semata karena Allah swt dalam rangka mentaati-Nya, dan beribadah kepada-Nya semata.

2. Dalam mandi junub, harus di pastikan bahwa air telah mengenai seluruh tubuh sampai kulit yang ada di balik rambut yang tumbuh dimanapun diseluruh tubuh kita. Karena itu siraman air itu harus pula dibantu dengan jari-jemari tangan, yang mengantarkan air itu ke bagian tubuh yang paling tersembunyi sekalipun.

3. Mandi junub dimulai dengan membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan. Masing-masing 3 kali, dan cara membasuhnya dengan mengguyur kedua telapak tangan itu dengan air yang diambil dengan gayung, dan bukannya dengan mencelupkan kedua telapak tangan itu ke bak air.

4. Setelah itu mengambil air dengan telapak tangan untuk mencuci kemaluan dengan telapak tangan kiri sehingga bersih.

5. Kemudian telapak tangan kiri itu di gosokkan ke lantai atau tembok sebanyak 3 x. Dan setelah itu dicuci dengan air.

6. Setelah itu berwudhu sebagaimana cara berwudhu untuk shalat.

7. Kemudian mengguyurkan air dimulai dari pundak kanan terus ke kepala dan seluruh tubuh. Dan menyilang-nyilangkan air dengan jari, tangan ke sela-sela rambut kepala dan rambut jenggot, dan kumis serta rambut mana saja di tumbuh kita, sehingga air itu rata mengenai seluruh tubuh.

8. Kemudian bila di yakini bahwa air telah mengenai seluruh tubuh, maka mandi itu diakhiri dengan membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki.

9. Disunnahkan untuk tidak mengeringkan badan dengan kain handuk atau kain apa saja untuk mengeringkan badan itu.

10. Disunnahkan untuk melaksanakan mandi junub itu dengan tertib seperti yang dicontohkan oleh Nabi SAW.

RASULULLAH BERSABDA :
"Barang siapa yang meninggalkan bagian tubuh yang harus di aliri air dalam mandi junub. Walaupun satu urat rambut untuk tidak dibasuh dengan air mandi itu, maka akan diperlakukan kepadanya demikian dari api Neraka.

DOA MANDI JUNUB.

اشهد ان لا اله الاالله وحده لا شريك له
واشهد ان محمداعبده ورسوله . اللهم اجعلني من التوابين
وجعلني من المتطهر وجعلني من عبا دكا الصالحين

Aku mengaku bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku mengaku bahwa Nabi SAW itu adalah hamba dan utusan Allah. Yaa Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku dari golongan orang orang yang bersuci....

Aamiin Yaa Robbal Aalamiin

Semoga bermanfaat

SHARE AJA….

Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa =D
Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)
Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.
Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang
membaca dan membagikan status ini.
Aamiin ya Rabbal'alamin

NB: JIKA ANDA MENDUKUNG PERJUANGAN DAKWAH FANSPAGE INI, KAMI MINTA DO'ANYA & BANTU SHARE POSTINGAN INI BIAR SEMAKIN BANYAK YANG BISA MEMETIK MANFAAT... DAN SEMOGA BEKAL AMAL JARIYAH BAGI ANDA... AAMIIN…!!!
-
-
-
SHARE = DAKWAH = PAHALA
-
-
::LOWONGAN KERJA::
TERBUKTI: Modal CUMA 50rb, penghasilan sampai 6jt/bln.
Segera daftar, info lebih lanjut klik disini : http://www.Amanahprofit.com/?id=sukses2
(y)
.

Invite Pin: D2274C19 Ustadzah Husnul Khatimah

Kamis, 07 Maret 2019

Makna di balik Lagu Lir Ilir

Lirik Lagu Lir Ilir ***

Lir ilir lir ilir tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak sengguh temanten anyar
Cah angon, cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro...

Dodotiro, dodotiro kumintir bedah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo surak'o surak iyo

Makna yang terkandung lagu di atas adalah sebagai berikut:

Lir-ilir, Lir-ilir (Bangunlah, bangunlah)
Tandure wus sumilir (Tanaman sudah bersemi)
Tak ijo royo-royo (Demikian menghijau)
Tak sengguh temanten anyar (Bagaikan pengantin baru)

Makna: Sebagai umat Islam kita diminta bangun. Bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh Allah dalam diri kita, yang dalam hal ini dilambangkan dengan Tanaman yang mulai bersemi dan demikian menghijau. Terserah kepada kita, mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau bangun dan berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru.

Cah angon, cah angon (Anak gembala, anak gembala)
Penekno Blimbing kuwi (Panjatlah (pohon) belimbing itu)
Lunyu-lunyu penekno (Biar licin dan susah tetaplah kau panjat)
Kanggo mbasuh dodotiro (untuk membasuh pakaianmu)

Makna: Di sini disebut anak gembala karena oleh Allah, kita telah diberikan sesuatu untuk digembalakan yaitu HATI. Bisakah kita menggembalakan hati kita dari dorongan hawa nafsu yang demikian kuatnya? Si anak gembala diminta memanjat pohon belimbing yang notabene buah belimbing bergerigi lima buah. Buah belimbing disini menggambarkan lima rukun Islam. Jadi meskipun licin, meskipun susah kita harus tetap memanjat pohon belimbing tersebut dalam arti sekuat tenaga kita tetap berusaha menjalankan Rukun Islam apapun halangan dan resikonya. Lalu apa gunanya? Gunanya adalah untuk mencuci pakaian kita yaitu pakaian taqwa.

Dodotiro, dodotiro (Pakaianmu, pakaianmu)
Kumitir bedah ing pinggir (terkoyak-koyak di bagian samping)
Dondomono, Jlumatono (Jahitlah, Benahilah!!)
Kanggo sebo mengko sore (untuk menghadap (Allah) nanti sore)

Makna: Pakaian taqwa kita sebagai manusia biasa pasti terkoyak dan berlubang di sana sini, untuk itu kita diminta untuk selalu memperbaiki dan membenahinya agar kelak kita sudah siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Allah SWT.

Mumpung padhang rembulane (Mumpung bulan bersinar terang)
Mumpung jembar kalangane (mumpung banyak waktu luang)
Yo surako surak iyo!!! (Bersoraklah dengan sorakan iya!!!)

Makna: Kita diharapkan melakukan hal-hal di atas ketika kita masih sehat (dilambangkan dengan terangnya bulan) dan masih mempunyai banyak waktu luang dan jika ada yang mengingatkan maka jawablah dengan iya!!!……

Lir ilir, judul dari tembang di atas. Bukan sekedar tembang dolanan biasa, tapi tembang di atas mengandung makna yang sangat mendalam. Tembang karya Kanjeng Sunan ini memberikan hakikat kehidupan dalam bentuk syair yang indah.

Apakah makna mendalam dari tembang ini? Mari kita coba mengupas maknanya
Lir-ilir, lir-ilir tembang ini diawalii dengan ilir-ilir yang artinya bangun-bangun atau bisa diartikan hiduplah (karena sejatinya tidur itu mati) bisa juga diartikan sebagai sadarlah. Tetapi yang perlu dikaji lagi, apa yang perlu untuk dibangunkan?Apa yang perlu dihidupkan? hidupnya Apa ? Ruh? kesadaran ? Pikiran? terserah kita yang penting ada sesuatu yang dihidupkan, dan jangan lupa disini ada unsur angin, berarti cara menghidupkannya ada gerak, (kita fikirkan ini) gerak menghasilkan udara. ini adalah ajakan untuk berdzikir. Dengan berdzikir, maka ada sesuatu yang dihidupkan.
tandure wus sumilir, Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar. Bait ini mengandung makna kalau sudah berdzikir maka disitu akan didapatkan manfaat yang dapat menghidupkan pohon yang hijau dan indah. Pohon di sini artinya adalah sesuatu yang memiliki banyak manfaat bagi kita. Pengantin baru ada yang mengartikan sebagai Raja-Raja Jawa yang baru memeluk agama Islam. Sedemikian maraknya perkembangan masyarakat untuk masuk ke agama Islam, namun taraf penyerapan dan implementasinya masih level pemula, layaknya penganten baru dalam jenjang kehidupan pernikahannya.
Cah angon cah angon penekno blimbing kuwi. Mengapa kok "Cah angon"? Bukan "Pak Jendral", "Pak Presiden" atau yang lain? Mengapa dipilih "Cah angon"? Cah angon maksudnya adalah seorang yang mampu membawa makmumnya, seorang yang mampu "menggembalakan" makmumnya dalam jalan yang benar. Lalu, kenapa "Blimbing"? Ingat sekali lagi, bahwa blimbing berwarna hijau (ciri khas Islam) dan memiliki 5 sisi. Jadi blimbing itu adalah isyarat dari agama Islam, yang dicerminkan dari 5 sisi buah blimbing yang menggambarkan rukun Islam yang merupakan Dasar dari agama Islam. Kenapa "Penekno"? ini adalah ajakan para wali kepada Raja-Raja tanah Jawa untuk mengambil Islam dan mengajak masyarakat untuk mengikuti jejak para Raja itu dalam melaksanakan Islam.
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro. Walaupun dengan bersusah payah, walupun penuh rintangan, tetaplah ambil untuk membersihkan pakaian kita. Yang dimaksud pakaian adalah taqwa. Pakaian taqwa ini yang harus dibersihkan.
Dodotiro dodotiro, kumitir bedah ing pinggir. Pakaian taqwa harus kita bersihkan, yang jelek jelek kita singkirkan, kita tinggalkan, perbaiki, rajutlah hingga menjadi pakain yang indah "sebaik-baik pakaian adalah pakaian taqwa".
dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore. Pesan dari para Wali bahwa suatu ketika kamu akan mati dan akan menemui Sang Maha Pencipta untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu. Maka benahilah dan sempurnakanlah ke-Islamanmu agar kamu selamat pada hari pertanggungjawaban kelak.
Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane. Para wali mengingatkan agar para penganut Islam melaksanakan hal tersebut ketika pintu hidayah masih terbuka lebar, ketika kesempatan itu masih ada di depan mata, ketika usia masih menempel pada hayat kita.
Yo surako surak hiyo. Sambutlah seruan ini dengan sorak sorai "mari kita terapkan syariat Islam" sebagai tanda kebahagiaan.

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (Al-Anfal :25).

Wallahu A'lam...
Semoga bermanfaat

Rabu, 06 Maret 2019

Lirik Kidung Wahyu Kolosebo

Rumekso ingsun laku nisto ngoyo woro.
Kelawan mekak howo, howo kang dur angkoro.
Senajan setan gentayangan, tansah nggawe rubedo, hinggo pupusing jaman.

Hameteg ingsun nyirep geni wiso murko.
Maper hardaning ponco saben ulesing netro.
Linambaran sih kawelasan ingkang paring kamulyan, sang hyang jati pengeran.

Jiwanggo kalbu samudro peputoning laku,
tumuju dateng Gusti Dzat Kang Amurbo Dumadi, (manunggaling kawulo Gusti krenteg ati bakal dumadi, mukti, ingsun, tanpo piranti).

Sumebyar ing sukmo madu sarining perwito,
maneko warno prodo mbangun projo sampurno.
Sengkolo tido mukso kolobendu nyoto sirno
tiyasing roso mardiko.

Mugiyo den sedyo pusoko kalimusodo,
yekti dadi mustiko sakjroning jiwo rogo.
Bejo mulyo waskito digdoyo bowo leksono,
byar manjing sigro-sigro.

Ampuh, sepuh wutuh, tan keno iso paneluh,
gagah, bungah sumringah, ndadar ing wayah-wayah.
Satriyo toto sembodo, wirotomo, katon sewu kartiko, kataman, wahyu, kolosebo.
("Kidung, Wahyu, Kolosebo" 2x)

Memuji ingsun kanti suwito linuhung,
segoro gondo arum suh rep dupo kumelun.
Ginulah niat ingsun hangidung sabdo kang luhur, titahing sang hyang agung.

Rembesing tresno tondo luhing netro roso,
roso rasaning ati kadyo tirto kang suci.
Kawistoro jopo montro kondang dadi pepadang, palilahing sang hyang wenang.

Nowo dewo jawoto talisantiko bawono,
prasido sidikoro ing sasono asmoro loyo.
Sri narendro kolosebo winisudo ing gegono,
datan, gingsir, sewu warso.

Arti Lirik Dan Terjemahan Lagu Kidung Wahyu Kolosebo

Sejak dibawakan oleh Irenne Ghea Monderela pada bulan September lalu, belakangan "Kidung Wahyu Kolosebo" jadi naik daun. Tembang yang liriknya menceritakan tentang saat di mana seseorang menghadap kepada Tuhan ini secara pribadi memang mampu membuat saya terbius dan seolah larut di dalam barisan kata-katanya.
Mungkin teman-teman yang lain juga merasakan hal yang sama. Menghadap Tuhan di sini dalam artian beribadah atau berdoa kepada-Nya ya, bukan berarti momen di saat kita meninggal dunia.

"Kolosebo" merupakan gabungan dari dua kata, yaitu "Kolo" dan "Sebo". Kolo berarti masa atau waktu, sedang Sebo berarti menghadap. Dengan demikian, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, judul "Kidung Wahyu Kolosebo" sendiri berarti "Tembang Petunjuk Saat MenghadapNya".

Nah, dari sekian banyak penyanyi yang telah mengcovernya, ada dua versi yang saya suka: Nella Kharisma dan Eny Sagita. Yang pertama karena mampu membuat lagu ini terasa anggun, sedang yang kedua feel-nya benar-benar terasa. Kalau harus memilih, yang disebut belakangan juara di hati saya. Setidaknya karena video klipnya diproduksi paling niat. Ada penampakan genderuwonya segala pula, hehehe.

Terjemahan Lirik Lagu "Kidung Wahyu Kolosebo"

Berikut ini lirik lagu "Kidung Wahyu Kolosebo" yang diciptakan oleh Sri Narendra Kalaseba serta terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

Versi teks yang digunakan adalah versi Eny Sagita. Beberapa bagian lirik mungkin mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan makna lagu yang bersangkutan. Beberapa versi video klip (jika ada) dapat disimak di bagian akhir artikel.

Selamat bernyanyi!
Video klip versi Nella Kharisma:
Versi Niken Salindry:
Versi Irenne Ghea Monderela:
Versi Eny Sagita:
Oke, kami tidak menyediakan link download MP3-nya ya. Silahkan cari di Google atau di situs-situs sebelah 🙂
Salam melipir! Home Musik
Lirik Dan Terjemahan Lagu Kidung Wahyu Kolosebo
Arti Lirik Dan Terjemahan Lagu "Kidung Wahyu Kolosebo"

Rumekso ingsun laku nisto ngoyo woro
(kujaga diriku dari berbuat nista sekehendak hati).
Kelawan mekak howo, howo kang dur angkoro.
(melawan/ mengendalikan hawa, hawa (nafsu) yang diliputi angkara).
Senadyan setan gentayangan, tansah gawe rubedo.
(meskipun setan gentayangan masih saja/ selalu membuat gangguan).
Hinggo pupusing jaman.
(hingga akhir jaman).

Hameteg ingsun nyirep geni wiso murko.
(sekuat tenaga diriku memadamkan api, bisa (racun), murka).
Meper hardening ponco, saben ulesing netro.
(mengendalikan panca indera (dalam) setiap kedipan mata).
Linambaran sih kawelasan, ingkang paring kamulyan.
(dilandasi belas kasih Sang Pemberi Kemulyaan).
Sang Hyang Jati Pengeran.
(Sang Maha Penguasa Sejati).

Jiwanggo kalbu, samudro pepuntoning laku.
(bertahta di kalbu, samudera pemandu laku.
Tumuju dateng Gusti, Dzat Kang Amurbo Dumadi.
(menuju Tuhan, Dzat pemelihara makhluk)
Manunggaling kawulo Gusti, kreteg ati bakal dumadi.
(bersatu (khusyuk) dengan Tuhan, kehendak hati akan terlaksana).
Mukti ingsun tanpo piranti.
(kejayaanku tanpa syarat).
Sumebyar ing sukmo madu sarining perwito.
(menyebar di sukma madu sari perwita).
Maneko warno prodo, mbangun projo sampurno.
(beraneka warna prada, membangun diri yang sempurna).
Sengkolo tido mukso, kolobendu nyoto sirno.
(sengkala pasti musnah, malapetaka nyata hilang).
Tyasing roso mardiko.
(menimbulkan rasa merdeka).
Mugiyo den sedyo pusoko Kalimosodo.
(semoga karena ucapan pusaka kalimat syahadat).
Yekti dadi mustiko, sajeroning jiwo rogo.
(benar-benar jadi mustika di dalam jiwa raga).
Bejo mulyo waskito, digdoyo bowo leksono.
(keberuntungan, kemulyaan, kewaskitaan, kesaktian serta kewibawaan).
Byar manjing sigro-sigro.
(byar terwujud dengan segera).
Ampuh sepuh wutuh, tan keno iso paneluh
(ampuh, sepuh, utuh, tidak mempan diteluh).
Gagah bungah sumringah, ndadar ing wayah-wayah.
(gagah riang gembira merekah di setiap waktu).
Satriyo toto sembodo, Wirotomo katon sewu kartiko.
(satria tata sembada, wiratama bagaikan seribu bintang).
Kataman wahyu Kolosebo.
(ditimpakan wahyu kolosebo).

Memuji ingsun kanthi suwito linuhung.
(aku memuji dengan menghadap Maha Tinggi).
Segoro gando arum, suh rep dupo kumelun.
(lautan bau harum bagai asap dupa berarak).
Ginulah niat ingsun, hangidung sabdo kang luhur.
(mengolah niatku yang mengkidung kata-kata luhur).
Titahing Sang Hyang Agung.
(makhluk Sang Maha Agung).
Rembesing tresno, tondho luhing netro roso.
(rembesan kasih sayang tanda air mata rasa).
Roso rasaning ati, kadyo tirto kang suci.
(rasa perasaan di hati ibarat air yang suci).
Kawistoro jopo montro, kondang dadi pepadang.
(diwujutkan japa mantra, terkenal jadi penerang).
Palilahing Sang Hyang Wenang.
(dengan kuasa Sang Maha Kuasa).
Nowo dewo jawoto, tali santiko bawono.
(sembilan perwujudan dewa, tali kekuatan semesta).
Prasido sidhikoro, ing sasono asmoroloyo.
(abadi memuji di surga).
Sri Narendro Kolosebo, winisudo ing gegono.
(Sang Raja Kolosebo, diwisuda di angkasa).
Datan gingsir sewu warso.
(tidak akan lengser seribu tahun).

Selasa, 05 Maret 2019

Kidung Wahyu Kolosebo

Rumekso ingsun laku nisto ngoyo woro
(kujaga diriku dari berbuat nista sekehendak hati).
Kelawan mekak howo, howo kang dur angkoro.
(melawan/ mengendalikan hawa, hawa (nafsu) yang diliputi angkara).
Senadyan setan gentayangan, tansah gawe rubedo.
(meskipun setan gentayangan masih saja/ selalu membuat gangguan).
Hinggo pupusing jaman.
(hingga akhir jaman).

Hameteg ingsun nyirep geni wiso murko.
(sekuat tenaga diriku memadamkan api, bisa (racun), murka).
Meper hardening ponco, saben ulesing netro.
(mengendalikan panca indera (dalam) setiap kedipan mata).
Linambaran sih kawelasan, ingkang paring kamulyan.
(dilandasi belas kasih Sang Pemberi Kemulyaan).
Sang Hyang Jati Pengeran.
(Sang Maha Penguasa Sejati).

Jiwanggo kalbu, samudro pepuntoning laku.
(bertahta di kalbu, samudera pemandu laku.
Tumuju dateng Gusti, Dzat Kang Amurbo Dumadi.
(menuju Tuhan, Dzat pemelihara makhluk)
Manunggaling kawulo Gusti, kreteg ati bakal dumadi.
(bersatu (khusyuk) dengan Tuhan, kehendak hati akan terlaksana).
Mukti ingsun tanpo piranti.
(kejayaanku tanpa syarat).

Sumebyar ing sukmo madu sarining perwito.
(menyebar di sukma madu sari perwita).
Maneko warno prodo, mbangun projo sampurno.
(beraneka warna prada, membangun diri yang sempurna).
Sengkolo tido mukso, kolobendu nyoto sirno.
(sengkala pasti musnah, malapetaka nyata hilang).
Tyasing roso mardiko.
(menimbulkan rasa merdeka).

Mugiyo den sedyo pusoko Kalimosodo.
(semoga karena ucapan pusaka kalimat syahadat).
Yekti dadi mustiko, sajeroning jiwo rogo.
(benar-benar jadi mustika di dalam jiwa raga).
Bejo mulyo waskito, digdoyo bowo leksono.
(keberuntungan, kemulyaan, kewaskitaan, kesaktian serta kewibawaan).
Byar manjing sigro-sigro.
(byar terwujud dengan segera).
Ampuh sepuh wutuh, tan keno iso paneluh
(ampuh, sepuh, utuh, tidak mempan diteluh).
Gagah bungah sumringah, ndadar ing wayah-wayah.
(gagah riang gembira merekah di setiap waktu).
Satriyo toto sembodo, Wirotomo katon sewu kartiko.
(satria tata sembada, wiratama bagaikan seribu bintang).
Kataman wahyu Kolosebo.
(ditimpakan wahyu kolosebo).

Memuji ingsun kanthi suwito linuhung.
(aku memuji dengan menghadap Maha Tinggi).
Segoro gando arum, suh rep dupo kumelun.
(lautan bau harum bagai asap dupa berarak).
Ginulah niat ingsun, hangidung sabdo kang luhur.
(mengolah niatku yang mengkidung kata-kata luhur).
Titahing Sang Hyang Agung.
(makhluk Sang Maha Agung).
Rembesing tresno, tondho luhing netro roso.
(rembesan kasih sayang tanda air mata rasa).
Roso rasaning ati, kadyo tirto kang suci.
(rasa perasaan di hati ibarat air yang suci).
Kawistoro jopo montro, kondang dadi pepadang.
(diwujutkan japa mantra, terkenal jadi penerang).
Palilahing Sang Hyang Wenang.
(dengan kuasa Sang Maha Kuasa).
Nowo dewo jawoto, tali santiko bawono.
(sembilan perwujudan dewa, tali kekuatan semesta).
Prasido sidhikoro, ing sasono asmoroloyo.
(abadi memuji di surga).
Sri Narendro Kolosebo, winisudo ing gegono.
(Sang Raja Kolosebo, diwisuda di angkasa).
Datan gingsir sewu warso.
(tidak akan lengser seribu tahun).

Rabu, 13 Februari 2019

SILSILAH

A. Kaki Abdul Majid dan Nini 'Asiyah adalah:

1. Ahmad Rosyidin & Ibu Musringah=
    ~ Muhammad Hidayat
    ~ Sri Hayati
    ~ Siti Robingah
    ~ Abdurrahman
    ~ Siti Rohmah
    ~ Masyhuri

2. Sumarjo & Saliyah=
    ~ Sholihin
    ~ Kuatno
    ~ Tri Suryati
    ~ Sulaswati
    ~ Priyatno

3. Dul Japar (Susah):
    ~ Shofiyah
    ~ Sariyah
    ~ Sudarman

4. Sami'an:
    ~ Purwanti
    ~ Joni Purnomo
    ~ Rani
    ~ Ayu Mardiana

5. Basiron (alm):
     ~ ... belum memiliki kontak.

6. Sidik Kamseno:
    ~ Nur Yanti
    ~ Siti Hasanah (sholihah)
    ~ Alfiantika
    ~ Nopiatun
    ~ Novitasari

B. Eyang Madjahudi bin Mad Sairin
Dan
Eyang Rohana binti Abdullah Muhsin

1. Hasyim:
    ~ Abdul Kholik Hariyanto
    ~ Topik Sugianto
    ~ Sidik Priyanto (ujang)

2. Musringah:
    ~ Muhammad Hidayat
    ~ Sri Hayati
    ~ Siti Robingah
    ~ Abdurrahman
    ~ Siti Rohmah
    ~ Masyhuri

3. Tijah:
    ~ Siti Jamiatun
    ~ Ahmad Fauzi
    ~ Taufik
    ~ Bahrudin
    ~ Mustangin Amin

4. Suwuh:
    ~ Muhtarodin
    ~ Sholeh
    ~ Imas Mintarsih
    ~ Eni Suwainah

5. Saodah:
    ~ Siti Ruhsoh
    ~ Taufiqur Rahman
    ~ Muflihah
    ~ Umi Maryamah
    ~ Azizun Aris

6. Shodik:
     ~ Siti Shoimah
     ~ Mustaqim
     ~ Munthofingah
     ~ Riyan Yahya

7. Shobirin:
     ~ Quni Umama Wahid

8. Shobari (alm.):
     ~ Ngafwa Kusuma Jati
     ~ Nazwa Kusuma Ningrum
  
9. Masirun:
     ~ Anan Shofyan
     ~ Fita Dwi Permatasari